Kau punya berbagai kehidupan yang kau jalani di malam hari. Ketika matahari tak lagi terlihat olehmu, langit menjadi gelap, dan titik-titik kecil yang memancarkan sinar mulai nampak di langit itu, kau mulai bersiap untuk masuk ke salah satu dunia pribadi milikmu.
Suatu malam kau berdiri di luar rumah, menatap ke langit dan akan langsung tersenyum karena langit sangat cerah dan pemandangan yang kau sukai terlihat dengan jelas. Kau selalu menyukai konstelasi bintang dan selalu berusaha mencari rasi bintang yang kau tahu. Ada Cassiopeia di suatu waktu. Di lain waktu kau melihat Scorpio, tepat di atas rumahmu. Kau akan bertahan di dunia itu sampai leher dan kepalamu sakit karena terus melihat ke atas. Jika langit saat itu mendung, kau akan kecewa dan segera keluar dari dunia itu.
Di waktu kau kecil dulu, ada satu dunia yang hampir setiap hari kau kukunjungi di malam hari. Dunia itu selalu penuh cintah kasih, dan kau tahu kau menyayangi dunia itu. Dunia di mana kau mengenal istilah hubungan dan ikatan. Kau tumbuh di dalam dan bersama dunia itu. Sekarang ini, banyak penduduk baru di dunia itu dan beberapa penduduk lama yang sudah tak ada. Tapi itu tak menghentikanmu menyayangi dunia itu.
Ada beberapa dunia yang tak hanya kau kunjungi malam hari, tapi mungkin malam menjadi waktu kunjungan paling intens. Salah satunya adalah perpustakaan penuh buku ajaib. Kau akan menghabiskan banyak sekali waktu menelusuri rak-rak di sana. Berpikir, menimbang, membolak-balik buku apa yang akan kau baca. Bahkan tak jarang kau hanya melamun menatap tumpukan buku. Kau akan membaca keajaiban yang disimpan dalam buku-buku di sana, kemudian kau akan merasa keajaiban itu merasuki dirimu. Di sana, kau mempelajari dunia lainnya. Mungkin perpustakaan itu bisa disebut 'Gerbang Dunia' bagimu?
Ada beberapa kesempatan di mana kau bisa menjelajahi dunia penuh lampu yang terang di malam hari. Tak terlalu sering, tapi tetap pernah. Kau awalnya akan sangat bersemangat. Namun, ketika sampai di dunia itu, kau akan mulai ragu dengan keramaian dunia itu. Tapi, pada akhirnya kau akan merasa bersyukur sudah bisa ke dunia itu.
Tentu saja kau akan tetap menjalani dunia 'normal', di mana kau akan mendekam duduk di meja tulismu dalam kamar. Kau akan mengerjakan yang menjadi kewajibanmu sebagai 'seseorang'. Bukan berarti kau terjebak. Seringkali kau kabur dan masuk ke dunia lain. Tapi, akhirnya kau akan kembali karena kau tahu itu adalah harga yang harus kau bayar untuk bisa masuk ke duniamu yang lain. Melelahkan, tapi kau akan berkata "Inilah jalannya." Menyebalkan, tapi kau akan berkata "Di baliknya menunggu yang kuinginkan." Maka, kau berusaha untuk semua itu, untuk semua duniamu.
Kau sebenarnya tak begitu memerlukan dunia di mana seorang ksatria di atas kuda yang gagah akan membawamu, tapi sayangnya kau selalu penuh keingintahuan, walaupun lebih sering disimpan di hati. Kau sering membayangkan dunia itu. Bukan hanya itu, ada begitu banyak dunia yang coba kau bayangkan. Hanya saja, tidak bisa rasanya membayangkan dunia itulah yang akan kau kunjungi suatu malam di suatu masa depan. Lagipula, kau cukup menikmati duniamu sekarang.
Malam juga merupakan waktu berkunjung ke suatu dunia yang sebenarnya kecil, tapi di sanalah kau akan menyaksikan banyak drama, ketegangan, petualangan, komedi, bahkan cintah dan kasih. Lalu, kau akan tertawa, kau akan menangis, kau akan berdebar-debar. Biasanya itu adalah malam di hari yang ringan. Karena jika itu adalah hari yang padat, kemungkinan besar kau tidak akan mengunjungi dunia itu.
Saat waktunya tidur, sebuah dunia akan kau singgahi. Dunia itu sampai saat ini menjadi dunia favoritmu. Saat kau menutup mata, mengunci tangan, dalam kegelapan kau akan menikmati kunjugan sesaatmu. Kedamaian selalu kau temukan di dunia itu, dan teman terbaikmu selalu menyambutmu, dan kau selalu siap dengan cerita panjangmu tentang berbagai dunia yang kau masuki, sementara temanmu selalu siap mendengarkanmu. Kau sering berkata padanya agar kau dapat mengerti sukacita kehidupan, dan rasanya kau mendengar balasannya. Tapi lalu kau akan keluar dari dunia itu, dan terlelap. Tapi, kau tahu semuanya akan baik-baik saja.
Sebelum malam berakhir, seringkali kau akan masuk ke suatu dunia tanpa kau sadari. Ada kalanya dunia yang sudah kau kenal, ada kalanya dunia baru. Suatu waktu, kau ingat pernah masuk ke dunia di mana terasa teror yang mencekam. Kau melihat orang-orang yang jahat yang membawamu bersama mereka. Lalu ada pertarungan yang berlangsung setelah itu. Sayangnya kau tak bisa mengingatnya secara jelas. Tapi pemandangan setelah itulah yang membuatmu terpukau dan terpahat dalam ingatanmu. Kau ditinggalkan mereka di sebuah padang bunga. Awalnya, bunga-bunga di situ tampak sudah mati. Tapi kemudian keajaiban terjadi. Semua bunga di sana seperti bangkit kembali, hidup dan mekar kembali. Kau ingat kau menatap bunga matahari yang kembali mekar, dan bunga itu terlihat membalas tatapanmu dan tersenyum. Sementara di belakangmu matahari mulai terbit dengan cepat, dan langit yang sebelumnya gelap berubah menjadi biru yang cerah. Dan kau pikir dunia itu takkan pernah kau lupakan.
Tapi, saat kau masih ingin menikmati dunia itu, kau tiba-tiba terlempar keluar. Dunia asalmu juga sudah menampakkan matahari yang terbit di ufuk timur. Malam telah berlalu. Dan kau bersiap untuk hari yang baru.
"Dunia apa yang akan kukunjungi nanti malam?"
Tuesday, 19 September 2017
Tuesday, 12 September 2017
Surat 18: From Helen To Fíla
To Fíla,
Bagaimana kabarmu? Sehat-sehatkah? Dengan harapan agar kau sehat selalu, aku mengirim surat ini. Maaf karena rentang waktu yang begitu lama. Bukannya aku tidak lagi mengingatmu, hanya saja ada banyak hal terjadi dan membuatku tidak bisa diam sejenak untuk sekedar menulis surat.
Aku dan yang lainnya baik-baik saja di sini. Entah mengapa, beberapa waktu ini Third Will tidak mengganggu hidup kami. Tapi, aku harus mengatakan kalau kami memang sudah tidak berhubungan terlalu dalam dengan dunia asal dan lainnya. Sedih memang, tapi sejauh ini kami baik-baik saja, kami masih bisa tetap jadi diri sendiri. Jadi, kau tidak perlu khawatir, oke?
Saat ini aku sedang sibuk dengan beberapa hal; projek pribadiku, mencari dan menemukan energi asupan untuk yang lain, dan beberapa penelitian lain. Cukup repot, lho, karena biasanya aku hanya di mansion terus, tapi kini harus kesana-kemari. Aku juga telah mengatur beberapa hal di dunia asal Linda-san dan Eleo. Seperti Nijimura-san lalu, aku merasa bersalah pada mereka, tapi ada perasaan lega saat aku dan mereka berdamai dengan dunia itu. Mungkin itulah yang menjadi semangat pendorong bagiku menjalani sisa musim dingin ini. Pekerjaan ini masih akan berlanjut dan aku masih bersemangat untuk itu, sambil tentunya menunggu musim semi dan banyak hal lainnya.
Mengenai musim semi, kau tahu, kami mempunyai teman baru dari suatu dunia yang sangat indah. Dunia itu seperti taman bunga raksasa, dan gadis yang kami kenal itu bisa dibilang penguasa di sana. Dia gadis yang cantik dan sangat baik dan murah hati. Dia sangat menyukai hal-hal feminin seperti mendesain dan membuat gaun dan berbagai pakaian indah lain. Dia seperti desainer ajaib, dan dia akan membuatkan kami semua beberapa pasang pakaian musim semi baru; gaun, jas, mantel, jubah, dan pakaian lainnya. Dan semua maksudnya benar-benar semua! Bukan hanya kami, tapi yang tinggal di Citadel dan juga Aerth. Awalnya, kami ingin menolak karena itu terlalu banyak untuknya dan pasti akan memberatkannya, tapi dia memaksa dan berkata kalau dia sangat ingin menghadiahkannya untuk kami dan dia mampu membuatnya. Akhirnya kami menerimanya, apalagi kami memang membutuhkan pakaian pesta baru untuk pesta musim semi di Luxocia. Aku sangat menantikan gaun baruku!
Oh, Snow in the Summer adalah cerita tentang seorang gadis bernama Snow, tapi tak sesuai namanya, gadis itu punya rambut dan mata yang berwarna merah cerah yang akan membuatmu teringat musim panas jika melihatnya. Gadis itu bersama teman-temannya berpetualang mencari suatu harta. Pada akhirnya, mereka menemukan harta itu di suatu musim panas yang anehnya penuh butiran salju. Kurasa kau tidak akan suka cerita itu, karena walaupun mereka menemukan harta itu, ada hal-hal yang rasanya tidak menyenangkan dan suasana di akhir cerita juga terkesan sedih.
Aku jadi ingin tahu cerita yang akan kau buat. Aku berharap kau bisa menulis cerita itu nanti sampai selesai. Mungkin saja kau bisa menjadi penulis terkenal.
Kami melakukan kegiatan biasa seperti umumnya, kok. Nijimura-san dan Kakeru sangat suka kegiatan olahraga. Nijimura-san juga senang main gitar dan piano. Dray seringkali membaca buku sampai seharian penuh, dan Kosaki punya suara yang bagus dan sering bernyanyi diiringi Nijimura-san. Aku paling suka jika kami semua mengadakan piknik bersama. Ada banyak makanan dan kami benar-benar terkumpul dan membicarakan banyak hal, bermain banyak permainan, dan berfoto bersama. Seperti orang-orang lain, kan?
Sampai sini dulu suratku. Kuharap kau senang dengan surat ini.
With love,
Helen
Bagaimana kabarmu? Sehat-sehatkah? Dengan harapan agar kau sehat selalu, aku mengirim surat ini. Maaf karena rentang waktu yang begitu lama. Bukannya aku tidak lagi mengingatmu, hanya saja ada banyak hal terjadi dan membuatku tidak bisa diam sejenak untuk sekedar menulis surat.
Aku dan yang lainnya baik-baik saja di sini. Entah mengapa, beberapa waktu ini Third Will tidak mengganggu hidup kami. Tapi, aku harus mengatakan kalau kami memang sudah tidak berhubungan terlalu dalam dengan dunia asal dan lainnya. Sedih memang, tapi sejauh ini kami baik-baik saja, kami masih bisa tetap jadi diri sendiri. Jadi, kau tidak perlu khawatir, oke?
Saat ini aku sedang sibuk dengan beberapa hal; projek pribadiku, mencari dan menemukan energi asupan untuk yang lain, dan beberapa penelitian lain. Cukup repot, lho, karena biasanya aku hanya di mansion terus, tapi kini harus kesana-kemari. Aku juga telah mengatur beberapa hal di dunia asal Linda-san dan Eleo. Seperti Nijimura-san lalu, aku merasa bersalah pada mereka, tapi ada perasaan lega saat aku dan mereka berdamai dengan dunia itu. Mungkin itulah yang menjadi semangat pendorong bagiku menjalani sisa musim dingin ini. Pekerjaan ini masih akan berlanjut dan aku masih bersemangat untuk itu, sambil tentunya menunggu musim semi dan banyak hal lainnya.
Mengenai musim semi, kau tahu, kami mempunyai teman baru dari suatu dunia yang sangat indah. Dunia itu seperti taman bunga raksasa, dan gadis yang kami kenal itu bisa dibilang penguasa di sana. Dia gadis yang cantik dan sangat baik dan murah hati. Dia sangat menyukai hal-hal feminin seperti mendesain dan membuat gaun dan berbagai pakaian indah lain. Dia seperti desainer ajaib, dan dia akan membuatkan kami semua beberapa pasang pakaian musim semi baru; gaun, jas, mantel, jubah, dan pakaian lainnya. Dan semua maksudnya benar-benar semua! Bukan hanya kami, tapi yang tinggal di Citadel dan juga Aerth. Awalnya, kami ingin menolak karena itu terlalu banyak untuknya dan pasti akan memberatkannya, tapi dia memaksa dan berkata kalau dia sangat ingin menghadiahkannya untuk kami dan dia mampu membuatnya. Akhirnya kami menerimanya, apalagi kami memang membutuhkan pakaian pesta baru untuk pesta musim semi di Luxocia. Aku sangat menantikan gaun baruku!
Oh, Snow in the Summer adalah cerita tentang seorang gadis bernama Snow, tapi tak sesuai namanya, gadis itu punya rambut dan mata yang berwarna merah cerah yang akan membuatmu teringat musim panas jika melihatnya. Gadis itu bersama teman-temannya berpetualang mencari suatu harta. Pada akhirnya, mereka menemukan harta itu di suatu musim panas yang anehnya penuh butiran salju. Kurasa kau tidak akan suka cerita itu, karena walaupun mereka menemukan harta itu, ada hal-hal yang rasanya tidak menyenangkan dan suasana di akhir cerita juga terkesan sedih.
Aku jadi ingin tahu cerita yang akan kau buat. Aku berharap kau bisa menulis cerita itu nanti sampai selesai. Mungkin saja kau bisa menjadi penulis terkenal.
Kami melakukan kegiatan biasa seperti umumnya, kok. Nijimura-san dan Kakeru sangat suka kegiatan olahraga. Nijimura-san juga senang main gitar dan piano. Dray seringkali membaca buku sampai seharian penuh, dan Kosaki punya suara yang bagus dan sering bernyanyi diiringi Nijimura-san. Aku paling suka jika kami semua mengadakan piknik bersama. Ada banyak makanan dan kami benar-benar terkumpul dan membicarakan banyak hal, bermain banyak permainan, dan berfoto bersama. Seperti orang-orang lain, kan?
Sampai sini dulu suratku. Kuharap kau senang dengan surat ini.
With love,
Helen
Saturday, 22 July 2017
Surat 17: From Fíla To Helen
To Helen,
Aku tak keberatan dengan rentang waktu itu, karena aku sendiri juga sudah tak bisa rutin mengirim surat padamu. Buktinya adalah surat ini, kukirim lama setelah surat terakhirmu. Aku sedang mencoba untuk lebih fokus pada studiku saat ini, karena apapun yang terjadi nanti, aku tidak ingin menyesal. Aku tahu aku tak bisa menghindar dari penyesalan, tapi setidaknya kalau aku akan menyesal aku ingin itu untuk alasan yang tepat. Aneh, ya? Dan lagi, menunggu membuat surat itu lebih berkesan.
Wah, kau menyebutkan banyak hal asing di suratmu yang membuatku bingung. Tapi, untungnya aku bisa dibilang hidup dengan fantasi di otakku sejak kecil, bahkan sampai dewasa ini. Jadi, aku bisa membayangkannya dengan cukup baik, menurutku. Hal-hal yang kau ceritakan pasti sudah selesai, ya? Karena balasan dariku datangnya cukup lama. Lalu, bagaimana keadaan kalian sekarang? Apa semuanya baik-baik saja?
Aku cukup terganggu kalian tidak bisa mengunjungi dunia asal kalian. Kurasa kalian berhak untuk itu, apapun keadaan kalian sekarang. Tapi, tentu saja semuanya terserah kalian. Hanya saja, jika kau ingin tahu pendapatku, kupikir kalian tidak harus mempedulikan para Third Will itu. Aku tahu kalian hebat dan pasti bisa mengatasi mereka!
Syukurlah kalau hubungan Nijimura-san dengan orang yang kau ceritakan tidak putus. Itu juga membuktikan kalau kalian bisa berhubungan dengan siapa saja, tak perlu membatasi diri kalian dengan sebab-akibat menjadi irregular. Kita berdua juga bisa berhubungan baik 'kan walaupun hanya lewat surat? Dan aku tak merasa harus mengkhawatirkan apapun tentang kalian, Helen.
Waktu memang takkan menunggu siapapun, dan dia bukan seorang teman, setidaknya untukku. Yah, aku sendiri yang cari masalah dengan waktu, sih. Dan aku benar-benar merasa semuanya akan berjalan buruk. Rasanya semua rencanaku akan berantakan nanti dan aku tak bisa mengubahnya. Dan yang lebih membuatku kesal adalah aku tidak suka itu karena itu berarti aku akan kalah terhadap banyak hal. Kuakui aku memang pemalas dan pesimistis, tapi sayangnya aku juga tidak suka kalah. Kau mungkin menganggapku egois dan arogan, tapi walaupun aku tidak ambisius, tapi aku akan merasa sangat kesal jika aku kalah dalam beberapa hal. Contoh mudahnya, dalam studiku. Sulit sekali mempunyai sifat bipolar ini!
Yup! Ceritanya memang bagus, apalagi aku memang suka genre cerita itu. Ceritaku sendiri? Haha, tentu saja aku ingin. Dan kau tahu, aku punya keinginan untuk mulai menulis secara serius setelah aku menyelesaikan studiku. Sebuah novel. Dan bahkan mungkin novel berseri. Sejak dulu aku tak bisa menulis sebuah cerita berseri sampai selesai, pasti akan terhenti. Tapi yang satu ini sungguh-sungguh ingin kutulis sampai selesai. Semoga saja tercapai, ya?
Oh ya, lalu seperti apa keseharian kalian dalam artian normal? Selain belajar sihir dan seni bertarung, serta mengurus urusan dunia irregular, kalian pasti beraktivitas biasa seperti orang lain, kan? Dan kau bilang kalian punya hobi masing-masing. Dan, tolong ceritakan mengenai Salju di Musim Panas!
Silahkan memakai waktumu sebanyak mungkin, tapi kuharap kau akan tetap membalas suratku.
Yours truly,
Fíla
Aku tak keberatan dengan rentang waktu itu, karena aku sendiri juga sudah tak bisa rutin mengirim surat padamu. Buktinya adalah surat ini, kukirim lama setelah surat terakhirmu. Aku sedang mencoba untuk lebih fokus pada studiku saat ini, karena apapun yang terjadi nanti, aku tidak ingin menyesal. Aku tahu aku tak bisa menghindar dari penyesalan, tapi setidaknya kalau aku akan menyesal aku ingin itu untuk alasan yang tepat. Aneh, ya? Dan lagi, menunggu membuat surat itu lebih berkesan.
Wah, kau menyebutkan banyak hal asing di suratmu yang membuatku bingung. Tapi, untungnya aku bisa dibilang hidup dengan fantasi di otakku sejak kecil, bahkan sampai dewasa ini. Jadi, aku bisa membayangkannya dengan cukup baik, menurutku. Hal-hal yang kau ceritakan pasti sudah selesai, ya? Karena balasan dariku datangnya cukup lama. Lalu, bagaimana keadaan kalian sekarang? Apa semuanya baik-baik saja?
Aku cukup terganggu kalian tidak bisa mengunjungi dunia asal kalian. Kurasa kalian berhak untuk itu, apapun keadaan kalian sekarang. Tapi, tentu saja semuanya terserah kalian. Hanya saja, jika kau ingin tahu pendapatku, kupikir kalian tidak harus mempedulikan para Third Will itu. Aku tahu kalian hebat dan pasti bisa mengatasi mereka!
Syukurlah kalau hubungan Nijimura-san dengan orang yang kau ceritakan tidak putus. Itu juga membuktikan kalau kalian bisa berhubungan dengan siapa saja, tak perlu membatasi diri kalian dengan sebab-akibat menjadi irregular. Kita berdua juga bisa berhubungan baik 'kan walaupun hanya lewat surat? Dan aku tak merasa harus mengkhawatirkan apapun tentang kalian, Helen.
Waktu memang takkan menunggu siapapun, dan dia bukan seorang teman, setidaknya untukku. Yah, aku sendiri yang cari masalah dengan waktu, sih. Dan aku benar-benar merasa semuanya akan berjalan buruk. Rasanya semua rencanaku akan berantakan nanti dan aku tak bisa mengubahnya. Dan yang lebih membuatku kesal adalah aku tidak suka itu karena itu berarti aku akan kalah terhadap banyak hal. Kuakui aku memang pemalas dan pesimistis, tapi sayangnya aku juga tidak suka kalah. Kau mungkin menganggapku egois dan arogan, tapi walaupun aku tidak ambisius, tapi aku akan merasa sangat kesal jika aku kalah dalam beberapa hal. Contoh mudahnya, dalam studiku. Sulit sekali mempunyai sifat bipolar ini!
Yup! Ceritanya memang bagus, apalagi aku memang suka genre cerita itu. Ceritaku sendiri? Haha, tentu saja aku ingin. Dan kau tahu, aku punya keinginan untuk mulai menulis secara serius setelah aku menyelesaikan studiku. Sebuah novel. Dan bahkan mungkin novel berseri. Sejak dulu aku tak bisa menulis sebuah cerita berseri sampai selesai, pasti akan terhenti. Tapi yang satu ini sungguh-sungguh ingin kutulis sampai selesai. Semoga saja tercapai, ya?
Oh ya, lalu seperti apa keseharian kalian dalam artian normal? Selain belajar sihir dan seni bertarung, serta mengurus urusan dunia irregular, kalian pasti beraktivitas biasa seperti orang lain, kan? Dan kau bilang kalian punya hobi masing-masing. Dan, tolong ceritakan mengenai Salju di Musim Panas!
Silahkan memakai waktumu sebanyak mungkin, tapi kuharap kau akan tetap membalas suratku.
Yours truly,
Fíla
Monday, 10 July 2017
Surat 16: From Helen To Fíla
To Fíla,
Lagi-lagi aku membalas suratmu dengan agak lama. Kuharap kau memakluminya, karena rasanya beginilah rentang waktuku menulis padamu untuk saat ini.
Saat ini aku sedang kedatangan tamu nyasar. Itu sebutanku untuk orang-orang yang terjebak masuk ke anomali dimensi. Mereka biasanya akan terlempar ke dunia lain, dan dunia kami tidak lepas dari anomali itu. Biasanya, akulah yang mengurusi tamu nyasar itu. Dan kebetulan mereka orang-orang yang cukup spesial. Aku sangat berharap mereka dapat segera kembali. Walaupun sebenarnya aku dapat melatih kemampuan baruku yang kusebutkan lalu dengan mereka, tapi aku benar-benar ingin waktu untuk kami sendiri saat ini, apalagi dengan dunia buatan yang telah Riri perbaiki ini.
Dunia asal Nijimura-san sering dikacaukan oleh ketidaknormalan yang kami sebut Third Will. Third Will adalah monster-monster yang mempunyai kesadaran untuk mengacaukan rantai dunia. Mereka tertarik pada hal tidak normal, seperti kami. Dan Nijimura-san masih sering ke dunia itu, yang membuat kami memutuskan untuk sebisa mungkin tidak berhubungan dengan sembarang dunia.
Kau benar. Keterhubungan itu tidak hilang karena mereka memutuskan untuk mempertahankannya. Aku yakin itu menyakiti Nijimura-san, tapi itulah yang dipilihnya. Kuharap dia, bahkan semuanya, akan baik-baik saja. Apalagi dia sekarang berlaku aneh, seperti tidak memperhatikan banyak hal.
Hmm, rasanya tinggal bersama 'keluarga'-ku? Rasanya menyenangkan. Ada banyak hal yang berbeda sekaligus sama dari kehidupanku dulu. Tentu saja ada hal yang tidak biasa bisa kau rasakan di sini. Masing-masing kami punya kepribadian, hobi, kesukaan yang berbeda-beda. Jadi, tentunya ada banyak hal yang terjadi di sini. Bertengkar dan merajuk tentunya sering kami alami, tapi itulah yang membuat hari-hari kami penuh warna dan keajaiban. Ini tidak berlebihan lho, bagi kami hal seperti itu memang sudah biasa.
Ah, mungkin kau harus berkonsultasi dengan Kakeru mengenai waktu. Hanya bercanda. Waktu memang takkan menunggu apapun, dan sayangnya orang-orang sering tak menyadarinya. Aku hanya bisa bilang lakukanlah yang terbaik. Aku juga sedang melakukan yang terbaik di sini.
Jika kau sudah berjanji menjaga tanggung jawab itu, maka jagalah janji itu. Seringkali seseorang menganggap janji dibuat untuk diingkari. Tapi, kuharap kau dapat menjaga janjimu. Dan, cerita baru lagi? Haha, aku tidak akan terkejut. Sebegitu baguskah? Hmm, mungkin kau ingin membuat ceritamu sendiri, yang benar-benar kau tulis sendiri?
Ah, keinginanmu tentang musim panas itu mengingatkanku pada cerita Salju di Musim Panas. Tapi, kupikir kau hanya ingin waktu yang lebih banyak, kan?
With love,
Helen
Lagi-lagi aku membalas suratmu dengan agak lama. Kuharap kau memakluminya, karena rasanya beginilah rentang waktuku menulis padamu untuk saat ini.
Saat ini aku sedang kedatangan tamu nyasar. Itu sebutanku untuk orang-orang yang terjebak masuk ke anomali dimensi. Mereka biasanya akan terlempar ke dunia lain, dan dunia kami tidak lepas dari anomali itu. Biasanya, akulah yang mengurusi tamu nyasar itu. Dan kebetulan mereka orang-orang yang cukup spesial. Aku sangat berharap mereka dapat segera kembali. Walaupun sebenarnya aku dapat melatih kemampuan baruku yang kusebutkan lalu dengan mereka, tapi aku benar-benar ingin waktu untuk kami sendiri saat ini, apalagi dengan dunia buatan yang telah Riri perbaiki ini.
Dunia asal Nijimura-san sering dikacaukan oleh ketidaknormalan yang kami sebut Third Will. Third Will adalah monster-monster yang mempunyai kesadaran untuk mengacaukan rantai dunia. Mereka tertarik pada hal tidak normal, seperti kami. Dan Nijimura-san masih sering ke dunia itu, yang membuat kami memutuskan untuk sebisa mungkin tidak berhubungan dengan sembarang dunia.
Kau benar. Keterhubungan itu tidak hilang karena mereka memutuskan untuk mempertahankannya. Aku yakin itu menyakiti Nijimura-san, tapi itulah yang dipilihnya. Kuharap dia, bahkan semuanya, akan baik-baik saja. Apalagi dia sekarang berlaku aneh, seperti tidak memperhatikan banyak hal.
Hmm, rasanya tinggal bersama 'keluarga'-ku? Rasanya menyenangkan. Ada banyak hal yang berbeda sekaligus sama dari kehidupanku dulu. Tentu saja ada hal yang tidak biasa bisa kau rasakan di sini. Masing-masing kami punya kepribadian, hobi, kesukaan yang berbeda-beda. Jadi, tentunya ada banyak hal yang terjadi di sini. Bertengkar dan merajuk tentunya sering kami alami, tapi itulah yang membuat hari-hari kami penuh warna dan keajaiban. Ini tidak berlebihan lho, bagi kami hal seperti itu memang sudah biasa.
Ah, mungkin kau harus berkonsultasi dengan Kakeru mengenai waktu. Hanya bercanda. Waktu memang takkan menunggu apapun, dan sayangnya orang-orang sering tak menyadarinya. Aku hanya bisa bilang lakukanlah yang terbaik. Aku juga sedang melakukan yang terbaik di sini.
Jika kau sudah berjanji menjaga tanggung jawab itu, maka jagalah janji itu. Seringkali seseorang menganggap janji dibuat untuk diingkari. Tapi, kuharap kau dapat menjaga janjimu. Dan, cerita baru lagi? Haha, aku tidak akan terkejut. Sebegitu baguskah? Hmm, mungkin kau ingin membuat ceritamu sendiri, yang benar-benar kau tulis sendiri?
Ah, keinginanmu tentang musim panas itu mengingatkanku pada cerita Salju di Musim Panas. Tapi, kupikir kau hanya ingin waktu yang lebih banyak, kan?
With love,
Helen
Wednesday, 5 July 2017
Surat 15: From Fíla To Helen
To Helen,
Aku memang sempat bertanya-tanya kenapa kau belum membalas suratku, tapi lalu aku juga menjadi cukup sibuk dengan kegiatanku. Jadi, kupikir kita impas.
Begitu besarkah masalahnya? Maaf karena aku tak mengerti, tapi apa ada yang terjadi dengan dunia asal Nijimura-san? Memangnya pengaruh apa yang kalian sebabkan?
Aku memang tidak mengerti, tapi kurasa keterhubungan milik Nijimura-san dengan orang itu akan bertahan kalau memang mereka memilih untuk tetap dipertahankan. Tak peduli masalah yang disebabkan kekuatanmu, mereka bisa tetap terhubung asal mau mempertahankannya. Dan dari ceritamu, rasanya mereka memang memilih mempertahankannya. Kupikir seperti itulah yang harus dilakukan setiap orang: mempertahankan keterhubungan yang ada.
Baguslah kalian bisa membuat Sēji-san menjadi rekan kalian, dan terlebih kalian melakukannya dengan cara yang baik, yaitu membantunya. Kuharap Sēji-san dan para pelindungnya selalu rukun. Seperti apa rasanya bersama mereka? Bukan hanya mereka, tapi semua kalian di sana?
Aku agak tertekan saat menulis ini. Semakin banyak yang harus diselesaikan dengan waktu yang semakin sedikit. Aku tahu itu karena aku tidak segera menyelesaikannya, tapi bukan berarti aku tidak berharap waktuku bertambah. Setiap orang selalu punya keegoisan seperti itu, dan aku bukan gadis yang naif dalam hal ini. Aku khawatir akan depresi lagi. Dan bodohnya, khawatir akan hal itu juga lebih membuat frustasi. Huff.
Beberapa hari yang lalu, aku mendapat tanggung jawab yang besar. Aku tahu aku akan mendapatkannya cepat atau lambat, tapi harus kuakui aku cukup terkejut menerimanya. Tapi aku sudah mengiyakan untuk menerima, jadi aku harus melakukan tanggung jawab itu dengan sepenuh hati, karena aku juga sudah berjanji. Kuharap aku bisa menjaga janji itu.
Oh ya, tadi aku membaca suatu cerita yang sangat bagus, menurutku. Ceritanya tentang dua orang kembar yang punya kehidupan berbeda. Kemudian, mereka bertukar peran dan terpisah selama beberapa tahun. Mereka bertemu kembali dan memutuskan untuk hidup bersama. Ceritanya sangat menyentuh, aku begitu menyukai kisah mereka yang saling menyayangi. Sayangnya, mereka harus berpisah lagi dan tak pernha bertemu kembali. Aku harap cerita itu memiliki kelanjutan. Akan sangat menyebalkan jika sampai tidak. Aku terlanjur menyukai dua karakter itu.
Syukurlah kalau kau menikmati hidupmu saat ini. Tak peduli kalian apa, kasih bisa ada di mana saja dan untuk siapa saja, dan aku bersyukur kau memilikinya di sekitarmu. Kau tahu, jika kau menginginkan musim semi cepat datang di duniamu, maka aku ingin musim panasku tak berakhir.
Yours truly,
Fíla
Aku memang sempat bertanya-tanya kenapa kau belum membalas suratku, tapi lalu aku juga menjadi cukup sibuk dengan kegiatanku. Jadi, kupikir kita impas.
Begitu besarkah masalahnya? Maaf karena aku tak mengerti, tapi apa ada yang terjadi dengan dunia asal Nijimura-san? Memangnya pengaruh apa yang kalian sebabkan?
Aku memang tidak mengerti, tapi kurasa keterhubungan milik Nijimura-san dengan orang itu akan bertahan kalau memang mereka memilih untuk tetap dipertahankan. Tak peduli masalah yang disebabkan kekuatanmu, mereka bisa tetap terhubung asal mau mempertahankannya. Dan dari ceritamu, rasanya mereka memang memilih mempertahankannya. Kupikir seperti itulah yang harus dilakukan setiap orang: mempertahankan keterhubungan yang ada.
Baguslah kalian bisa membuat Sēji-san menjadi rekan kalian, dan terlebih kalian melakukannya dengan cara yang baik, yaitu membantunya. Kuharap Sēji-san dan para pelindungnya selalu rukun. Seperti apa rasanya bersama mereka? Bukan hanya mereka, tapi semua kalian di sana?
Aku agak tertekan saat menulis ini. Semakin banyak yang harus diselesaikan dengan waktu yang semakin sedikit. Aku tahu itu karena aku tidak segera menyelesaikannya, tapi bukan berarti aku tidak berharap waktuku bertambah. Setiap orang selalu punya keegoisan seperti itu, dan aku bukan gadis yang naif dalam hal ini. Aku khawatir akan depresi lagi. Dan bodohnya, khawatir akan hal itu juga lebih membuat frustasi. Huff.
Beberapa hari yang lalu, aku mendapat tanggung jawab yang besar. Aku tahu aku akan mendapatkannya cepat atau lambat, tapi harus kuakui aku cukup terkejut menerimanya. Tapi aku sudah mengiyakan untuk menerima, jadi aku harus melakukan tanggung jawab itu dengan sepenuh hati, karena aku juga sudah berjanji. Kuharap aku bisa menjaga janji itu.
Oh ya, tadi aku membaca suatu cerita yang sangat bagus, menurutku. Ceritanya tentang dua orang kembar yang punya kehidupan berbeda. Kemudian, mereka bertukar peran dan terpisah selama beberapa tahun. Mereka bertemu kembali dan memutuskan untuk hidup bersama. Ceritanya sangat menyentuh, aku begitu menyukai kisah mereka yang saling menyayangi. Sayangnya, mereka harus berpisah lagi dan tak pernha bertemu kembali. Aku harap cerita itu memiliki kelanjutan. Akan sangat menyebalkan jika sampai tidak. Aku terlanjur menyukai dua karakter itu.
Syukurlah kalau kau menikmati hidupmu saat ini. Tak peduli kalian apa, kasih bisa ada di mana saja dan untuk siapa saja, dan aku bersyukur kau memilikinya di sekitarmu. Kau tahu, jika kau menginginkan musim semi cepat datang di duniamu, maka aku ingin musim panasku tak berakhir.
Yours truly,
Fíla
Tuesday, 4 July 2017
Surat 14: From Helen To Fíla
To Fíla,Sudah berapa lama sejak aku menerima suratmu? Maaf, aku memang sudah mengatakannya, tapi sangat menyebalkan aku baru bisa membalas suratmu sekarang. Banyak hal yang terjadi, dan aku akhirnya harus membiarkan suratmu tak terbalas lama dari biasanya.Sesuatu yang kucoba ternyata berhasil. Itu hal yang berkaitan dengan kekuatanku mendapatkan energi dari kenangan. Dan yang kucoba pertama adalah pada Nijimura-san. Tapi, hal buruk terjadi dan kemampuanku malah menjadi pemisah antara dua orang. Kau bercerita tentang keterhubungan di suratmu, dan aku kira aku sudah merusak salah satu keterhubungan milik Nijimura-san. Aku merasa sangat buruk, apalagi orang itu harus tinggal bersama kami. Tapi, Nijimura-san memang hebat. Dia mengatasi itu dengan baik, sampai akhirnya mereka berdamai dengan keadaan itu. Sekarang orang itu sudah kembali ke dunianya.Aku sempat dilema untuk melanjutkan percobaanku, tapi aku sadar pada akhirnya aku harus menyelesaikannya. Nijimura-san juga setuju dengan itu. Kau tahu alasannya? Itu karena kami membawa pengaruh yang tak diinginkan di dunia. Menjadi irregular memang seperti itu. Harus ada yang dikorbankan, dan Nijimura-san sudah membuktikannya. Bukannya aku merasa baik-baik saja dengan itu, tapi akupun sadar itulah yang harus dilakukan.Hehe, terima kasih untuk pengertianmu. Kau benar, tidak ada salahnya aku merindukan kehidupanku dulu, karena mereka berarti. Tak peduli aku seorang irregular, aku punya kehidupanku yang dulu. Dan ya, aku baik-baik saja. Aku punya keluarga yang lain sekarang, dan mereka sangat berarti. Banyak hal yang terjadi, tapi merekalah yang selalu menopangku. Dan aku tahu irregular pun bisa punya hidup yang seperti orang lain, memiliki perasaan kasih di dalamnya.Kenapa Sēji-san menerima kami? Kupikir karena dia bisa mempercayai kami untuk mengerti dirinya. Awalnya, dia tidak ingin bekerja sama, tapi beberapa hal terjadi. Kondisinya melemah dan hal yang dijaganya hampir terbiar begitu saja. Kami membantu sebisa kami: merawatnya dan memberi bantuan pada para pelindungnya. Kupikir, dia berterima kasih dan lebih dari itu, sadar kalau dia sama seperti kami. Hal itu jugalah yang membuat para pelindungnya sekarang lebih protektif dan sebisa mungkin tidak membawa-bawa kehidupan mereka dulu. Jadi, mereka baik-baik saja sekarang. Oh ya, Riri sudah menyelesaikan masalah di Einz Castle dan Einz Manor, jadi sekarang kami sudah kembali tinggal di 'rumah' kami. Ada beberapa perubahan, jadi kami harus mulai menyesuaikan diri lagi, tapi kupikir tak ada yang tak bisa kami lewati. Dan, rasanya musim semi akan datang lebih cepat. With love,Helen
Thursday, 22 June 2017
Surat 13: From Fíla To Helen
To Helen,
Surat ini kutulis sambil mencari-cari sela dalam aktifitasku. Sebenarnya, aku belum akan menulis kembali, aktifitasku sedang banyak seperti yang kusebutkan sebelumnya, tapi aku ingin bercerita dan inilah yang kulakukan: mencuri-curi waktu. Dan hasilnya, surat ini ditulis dan dikirim pada waktu yang berbeda.
Mencoba sesuatu? Aku tidak begitu mengerti dan juga tidak akan memaksamu bercerita, seperti biasa, tapi kuharap semuanya berjalan dengan baik. Jika ada hal yang kutahu, itu adalah kau pasti melakukan hal-hal yang akan membawa sesuatu yang baik bagi yang lain. Kuharap kalian menikmati waktu istirahat itu dengan baik walaupun tanpa musim semimu.
Haha, baiklah, baiklah. Kita sudahi pembicaraan mengenai Angelo (mungkin disambung lain waktu, okay?). Jadi, maksudmu latar belakang para pelindungnya yang membuat adanya konflik antara mereka dan Sēji-san? Kupikir aku sedikit paham. Ada kalanya masa lalumu mempengaruhi apa yang berarti bagimu sekarang. Tapi mereka baik-baik saja, kan? Dan, apa yang membuat Sēji-san menerima kalian sebagai rekan?
Terima kasih untuk tanggapanmu. Walaupun, itu masih sebuah mimpi, tapi aku senang ada yang menganggapnya baik. Sayang sekali, aku masih sangat jauh dari mimpi itu. Ada banyak hal yang merintangi, dan beberapa waktu lalu bahkan satu tangga menuju ke sana hancur. Aku sempat frustasi, tapi lalu aku berdamai dengan diriku dan mencoba untuk membangun kembali tangga yang hancur tadi sambil terus melangkah. Seringkali hal-hal realistislah yang membuatku terpuruk, tapi lalu aku akan sadar kalau ada begitu banyak berkat dalam hidupku, dan aku pun mencoba untuk lebih positif dari hari sebelumnya (walaupun pada akhir hari aku kembali merasa stres).
Wah, aku juga pernah ingin jadi sejarawan. Aku begitu suka membaca hal-hal berbau sejarah. Bukan hal aneh kalau kau merindukan kehidupanmu yang dulu. Kau rindu karena itu berarti bagimu, dan karena kau pasti mencintai keluargamu. Aku juga sering rindu pada masa-masa yang telah lalu. Tapi, kau senang dengan kehidupanmu sekarang, kan?
Kau tahu, bacaanku akhir-akhir ini adalah sebuah buku pengembangan diri. Judulnya Human Moments. Buku yang sangat bagus. Isinya mengenai saat-saat berkesan dalam hidup dan bagaimana hal tersebut ada karena keterhubungan. Harus kuakui, hanya sedikit saat berkesan yang kuingat jika dibandingkan dengan masa hidupku, dan mungkin begitu juga dengan keterhubunganku dengan orang lain. Lalu, aku menyadari kalau surat-menyurat ini membuatku terhubung denganmu, bahkan walaupun aku tidak bisa bertemu langsung denganmu. Dan setiap menulis padamu dan membaca surat darimu, saat-saat seperti itulah yang menjadi 'human moments' bagiku. Jadi, sesibuk apapun diriku, kupikir aku tetap akan mencuri waktu untuk surat-surat kita.
Yours truly,
Fíla
Sunday, 18 June 2017
Surat 12: From Helen To Fíla
To Fíla,
Aku mengerti kalau kau sedang sibuk dengan studimu, jadi tidak perlu meminta maaf. Aku sendiri mungkin akan lama dalam membalas suratmu. Untuk membalas pertanyaanmu di akhir surat, sebenarnya tidak ada rencana kegiatan yang benar-benar direncanakan. Tidak akan ada ekspedisi untuk beberapa waktu ke depan, kecuali dalam keadaan darurat. Semuanya sedang butuh waktu untuk rehat sejenak. Jadi, yang biasa kami lakukan hanya aktifitas biasa sehari-hari. Dan karenanya, aku berharap musim semi segera tiba agar kami bisa menggunakan waktu kami beraktifitas di luar ruangan.
Kau mungkin bertanya mengapa aku menyebutkan kalau mungkin akan lama membalas surat padahal tidak ada kegiatan berarti yang kami lakukan. Aku sedang mencoba sesuatu, tapi aku belum tahu apa hal itu bisa dilakukan atau tidak. Jadi, aku mungkin juga akan sedikit sibuk beberapa waktu ini. Aku belum bisa menceritakannya, tapi jika nanti hal itu akhirnya menghasilkan sedikit saja perkembangan, aku pasti akan menjelaskannya.
Aku sudah menduga kau tertarik pada Angelo. Memang seharusnya aku sudah terbiasa dengan Angelo. Dia bersikap baik dan sudah bisa akrab dengan yang lain, apalagi kami semua menghabiskan waktu bersama-sama beberapa minggu terakhir, sejak natal sampai sekarang. Dan aku baik-baik saja dengannya, aku hanya ingin mencari objek pembicaraan lain, kau tahu?
Sēji-san tentu saja bisa menjaga dirinya. Dia seseorang yang sangat kuat. Tapi, seperti yang kubilang, ada alasan tertentu yang membuatnya diincar banyak orang. Kami sendiri dulu adalah salah satu yang mengincarnya. Tentu saja bukan dengan niat buruk. Tapi, aku harus bilang itu tetap disebut mengincarnya. Yah, mengenai konflik itu, mungkin kau takkan mengerti karena tidak tahu siapa para pelindung Sēji-san. Kau memang mengetahui nama-nama mereka, tapi kau tidak tahu siapa mereka sebenarnya. Itu berhubungan dengan asal mereka, dan seringkali membuat mereka tidak nyaman dengan tugas mereka pada Sēji-san.
Aku tidak ke Qurare karena menurutku kekuatanku tidak cocok dipelajari di sana. Walaupun aku punya projek pribadiku pun aku tetap merasa tidak banyak yang bisa kudapat di sana. Aku hanya merasa tidak nyaman dengan dunia itu.
Haha, banyak sekali impianmu? Tapi, begitulah manusia. Mereka (termasuk aku sebenarnya), selalu menginginkan banyak hal. Jadi, apakah kau sudah mendekati impian-impian itu? Semoga semua itu terwujud. Kau hebat sekali ingin menjadi pengajar dan membangun sekolah sendiri. Itu benar-benar harapan mulia. Mungkin terdengar klise, tapi itu memang hebat.
Aku sendiri sewaktu masih hidup normal, belum mengetahui kalau aku adalah irregular, aku selalu ingin menjadi seorang sejarawan. Padahal nilaiku dalam pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan itu biasa-biasa saja, tapi aku tetap ingin menjadi sejarawan. Mungkin tanpa kusadari 'alasan hidup'-ku sebagai irregular membuatku menginginkan itu. Dan sekarang, aku ingin kehidupan itu kembali.
Kau tahu, dulu aku tidak pernah berpikir kalau aku akan berada di tempatku sekarang berada. Aku selalu menyadari kalau ada yang berbeda dan aneh denganku, selalu mendengar dan ingin mencari keberadaan Seseorang Berambut Hijau, tapi tak kusangka ternyata aku adalah seorang irregular Aku tidak menyesali kehidupanku, tidak ada yang bisa kulakukan tentang itu. Tapi, aku benar-benar rindu orangtuaku, adikku, dan anjing kecilku.
Sepertinya suratku sudah terlalu panjang. Akan kuceritakan lebih banyak hal-hal yang kuinginkan di surat selanjutnya. Semoga sukses dengan studimu! Kutunggu suratmu, tapi kau bisa membalasnya kapan saja kau mau.
With love,
Helen
Saturday, 17 June 2017
Surat 11: From Fíla To Helen
To Helen,
Sebenarnya, aku belum akan membalas suratmu. Ada acara keluarga yang baru selesai kuhadiri, juga urusan kuliah yang semakin mendesakku (sebenarnya itu salahku karena tidak tekun mengurusinya), jadi aku agak kelelahan. Tapi, lalu kupikir justru dengan menulis surat ini penatku mungkin berkurang.
Ya, kita kembali membicarakan Angelo. Harus kuakui, sangat menarik membicarakannya. Kau tampak kesal tentang itu. Seharusnya kau sudah mulai terbiasa dengannya, kan? Mengenai Sēji-san, seburuk itukah keadaannya sampai kalian harus menjaganya? Kupikir Sēji-san bisa menjaga dirinya sendiri. Dan mengapa ada banyak konflik? Bukankah pelindungnya peduli dan menyayanginya? Yah, memang bukan berarti tidak akan ada konflik, karena adanya konflik juga berarti seseorang masih peduli, tapi dari tulisanmu aku menangkap ada hal lain.
Kenapa kau tidak pernah ke Qurare? Kau tidak ikut belajar di sana? Kupikir dengan adanya projekmu, kau malah akan menghabiskan waktu di sana. Aku saja yang hanya tahu Qurare dari penjelasanmu di surat sangat ingin ke sana.
Menurutmu, aku kesepian? Mungkin memang seperti itu. Aku yang tidak punya banyak orang yang bisa diajak mengobrol serius tentang hal-hal tertentu memang akan merasa kesepian. Aku tentu saja punya teman, tapi seringkali waktu memisahkan kami. Aku menyayangi mereka dan aku tahu mereka menyayangiku, tapi terkadang waktu mendatangkan banyak hal, dan orang-orang tidak lagi membuat komunikasi rutin sebagai prioritas. Aku beberapa kali mencoba memulai kontak lebih dulu, karena mereka berharga bagiku, tapi balasannya hanya sekedar saja atau bahkan tidak ada balasan. Kalau sudah seperti itu, aku bisa apa? Aku tidak mau egois karena tidak mengerti urusan masing-masing dari mereka. Dan seringkali aku juga tidak percaya diri untuk memulai kontak yang lain.
Aku punya banyak impian, salah satunya sudah kusebutkan di suratku sebelumnya (terima kasih untuk doanya). Aku pernah ingin menjadi duta luar negeri, detektif, dokter bedah, penulis, aku ingin terus melanjutkan studi sampai mendapat banyak gelar (walaupun sekarang saja rasanya aku ingin berhenti dengan urusan kuliah). Aku juga ingin tinggal di negara yang berbeda. Ada satu impian yang sampai sekarang tidak tergantikan: menjadi peneliti. Bidangnya yang sering gonta-ganti. Aku juga sekarang ini sangat ingin menjadi seorang pengajar. Terserah mau itu di universitas atau di bangku sekolah, formal ataupun non-formal. Dan suatu saat nanti, aku ingin membangun sebuah international boarding school, hehe. Aku ingin menjadi apapun selain diriku sendiri.
Kau sendiri ingin punya kehidupan seperti apa? Dan kau belum menjawab pertanyaanku sebelumnya tentang kegiatan yang akan kalian lakukan. Umm, aku mungkin akan mulai sibuk dengan kuliahku, jadi aku minta maaf jika surat dariku akan lama, tapi aku pasti akan mengusahakan tetap menulis. Kegiatan menulis surat ini sangat baik untukku, jadi aku akan tetap melanjutkannya.
Yours truly,
Fíla
Sebenarnya, aku belum akan membalas suratmu. Ada acara keluarga yang baru selesai kuhadiri, juga urusan kuliah yang semakin mendesakku (sebenarnya itu salahku karena tidak tekun mengurusinya), jadi aku agak kelelahan. Tapi, lalu kupikir justru dengan menulis surat ini penatku mungkin berkurang.
Ya, kita kembali membicarakan Angelo. Harus kuakui, sangat menarik membicarakannya. Kau tampak kesal tentang itu. Seharusnya kau sudah mulai terbiasa dengannya, kan? Mengenai Sēji-san, seburuk itukah keadaannya sampai kalian harus menjaganya? Kupikir Sēji-san bisa menjaga dirinya sendiri. Dan mengapa ada banyak konflik? Bukankah pelindungnya peduli dan menyayanginya? Yah, memang bukan berarti tidak akan ada konflik, karena adanya konflik juga berarti seseorang masih peduli, tapi dari tulisanmu aku menangkap ada hal lain.
Kenapa kau tidak pernah ke Qurare? Kau tidak ikut belajar di sana? Kupikir dengan adanya projekmu, kau malah akan menghabiskan waktu di sana. Aku saja yang hanya tahu Qurare dari penjelasanmu di surat sangat ingin ke sana.
Menurutmu, aku kesepian? Mungkin memang seperti itu. Aku yang tidak punya banyak orang yang bisa diajak mengobrol serius tentang hal-hal tertentu memang akan merasa kesepian. Aku tentu saja punya teman, tapi seringkali waktu memisahkan kami. Aku menyayangi mereka dan aku tahu mereka menyayangiku, tapi terkadang waktu mendatangkan banyak hal, dan orang-orang tidak lagi membuat komunikasi rutin sebagai prioritas. Aku beberapa kali mencoba memulai kontak lebih dulu, karena mereka berharga bagiku, tapi balasannya hanya sekedar saja atau bahkan tidak ada balasan. Kalau sudah seperti itu, aku bisa apa? Aku tidak mau egois karena tidak mengerti urusan masing-masing dari mereka. Dan seringkali aku juga tidak percaya diri untuk memulai kontak yang lain.
Aku punya banyak impian, salah satunya sudah kusebutkan di suratku sebelumnya (terima kasih untuk doanya). Aku pernah ingin menjadi duta luar negeri, detektif, dokter bedah, penulis, aku ingin terus melanjutkan studi sampai mendapat banyak gelar (walaupun sekarang saja rasanya aku ingin berhenti dengan urusan kuliah). Aku juga ingin tinggal di negara yang berbeda. Ada satu impian yang sampai sekarang tidak tergantikan: menjadi peneliti. Bidangnya yang sering gonta-ganti. Aku juga sekarang ini sangat ingin menjadi seorang pengajar. Terserah mau itu di universitas atau di bangku sekolah, formal ataupun non-formal. Dan suatu saat nanti, aku ingin membangun sebuah international boarding school, hehe. Aku ingin menjadi apapun selain diriku sendiri.
Kau sendiri ingin punya kehidupan seperti apa? Dan kau belum menjawab pertanyaanku sebelumnya tentang kegiatan yang akan kalian lakukan. Umm, aku mungkin akan mulai sibuk dengan kuliahku, jadi aku minta maaf jika surat dariku akan lama, tapi aku pasti akan mengusahakan tetap menulis. Kegiatan menulis surat ini sangat baik untukku, jadi aku akan tetap melanjutkannya.
Yours truly,
Fíla
Friday, 16 June 2017
Surat 10: From Helen To Fíla
To Fíla,
Aku tidak memaksa, kok. Aku juga senang menulis untukmu, jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Walaupun aku tidak bisa berjanji menulis rutin, karena kejadian-kejadian tidak terduga yang sering datang, apalagi padaku.
Tidak ada hubungan khusus. Dray di masa lalu Angelo adalah seorang teman dekat, itu saja. Tapi sepertinya sejak dulu pun Angelo sudah berjanji untuk menjaga Dray, jadi dia meneruskan janjinya pada Dray yang sekarang. Tidak ada yang spesial. Dan kita kembali membicarakan Angelo.
Sēji-san? Kau ingin kita membicarakannya? Tak masalah. Sēji-san memang sosok yang sangat penting, dan itu berhubungan dengan kekuatannya. Tapi, dia dijaga ketat bukan hanya karena itu, tapi karena dia diinginkan oleh banyak pihak untuk alasan tertentu. Kami sangat protektif padanya, apalagi para pelindungnya. Tapi, sayangnya ada banyak konflik yang terjadi di antara Sēji-san dan para pelindungnya.
Ichigo memang sering ekspedisi bersamaku dan Nijimura-san. Karena itulah dia dan Nijimura-san menjadi akrab. Dan Felice memang imut! Aku begitu suka menghabiskan waktu dengannya. Jika ke Aerth, yang paling pertama kucari adalah Felice, hehe.
Qurare memang tempat beberapa dari kami belajar dan berlatih. Riri, Linda, Eleo, dan Dray yang sering ke Qurare. Mereka khusus melatih sihir mereka di sana.
Yay, aku mengetahui lebih banyak tentangmu! Tak apa-apa, pelan-pelan saja, aku punya seluruh waktu di dunia ini. Banyak sekali jenis buku yang sudah kau baca. Aku bukan penggemar buku seperti Dray, jadi novel pun kadang kubaca. Tapi, sejak aku memulai projek pribadiku, sudah cukup banyak buku yang kubaca. Kau ingin membangun perpustakaan? Semoga itu terkabul! Ah, kau pasti akan gembira kalau ke Qurare. Aku belum pernah ke sana, tapi Eleo bilang ada banyak sekali buku di sana.
Kau tahu, aku sedih membaca kalau kau ternyata begitu kesepian. Apa kau benar-benar tidak punya seseorang yang bisa kau bagi perasaanmu dengannya? Menurutku, kau adalah gadis yang hebat, Fíl. Kau punya pengetahuan yang luas dan peka terhadap keadaan sekitarmu. Aku memang tidak bisa bertemu denganmu langsung, tapi aku ada di setiap surat yang kukirimkan.
Kutunggu suratmu selanjutnya. Berikutnya, mungkin impianmu?
With love,
Helen
Aku tidak memaksa, kok. Aku juga senang menulis untukmu, jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Walaupun aku tidak bisa berjanji menulis rutin, karena kejadian-kejadian tidak terduga yang sering datang, apalagi padaku.
Tidak ada hubungan khusus. Dray di masa lalu Angelo adalah seorang teman dekat, itu saja. Tapi sepertinya sejak dulu pun Angelo sudah berjanji untuk menjaga Dray, jadi dia meneruskan janjinya pada Dray yang sekarang. Tidak ada yang spesial. Dan kita kembali membicarakan Angelo.
Sēji-san? Kau ingin kita membicarakannya? Tak masalah. Sēji-san memang sosok yang sangat penting, dan itu berhubungan dengan kekuatannya. Tapi, dia dijaga ketat bukan hanya karena itu, tapi karena dia diinginkan oleh banyak pihak untuk alasan tertentu. Kami sangat protektif padanya, apalagi para pelindungnya. Tapi, sayangnya ada banyak konflik yang terjadi di antara Sēji-san dan para pelindungnya.
Ichigo memang sering ekspedisi bersamaku dan Nijimura-san. Karena itulah dia dan Nijimura-san menjadi akrab. Dan Felice memang imut! Aku begitu suka menghabiskan waktu dengannya. Jika ke Aerth, yang paling pertama kucari adalah Felice, hehe.
Qurare memang tempat beberapa dari kami belajar dan berlatih. Riri, Linda, Eleo, dan Dray yang sering ke Qurare. Mereka khusus melatih sihir mereka di sana.
Yay, aku mengetahui lebih banyak tentangmu! Tak apa-apa, pelan-pelan saja, aku punya seluruh waktu di dunia ini. Banyak sekali jenis buku yang sudah kau baca. Aku bukan penggemar buku seperti Dray, jadi novel pun kadang kubaca. Tapi, sejak aku memulai projek pribadiku, sudah cukup banyak buku yang kubaca. Kau ingin membangun perpustakaan? Semoga itu terkabul! Ah, kau pasti akan gembira kalau ke Qurare. Aku belum pernah ke sana, tapi Eleo bilang ada banyak sekali buku di sana.
Kau tahu, aku sedih membaca kalau kau ternyata begitu kesepian. Apa kau benar-benar tidak punya seseorang yang bisa kau bagi perasaanmu dengannya? Menurutku, kau adalah gadis yang hebat, Fíl. Kau punya pengetahuan yang luas dan peka terhadap keadaan sekitarmu. Aku memang tidak bisa bertemu denganmu langsung, tapi aku ada di setiap surat yang kukirimkan.
Kutunggu suratmu selanjutnya. Berikutnya, mungkin impianmu?
With love,
Helen
Thursday, 15 June 2017
Surat 9: From Fíla To Helen
To Helen,
Jangan memaksakan dirimu membalas suratku jika memang kau sedang sibuk. Aku tak masalah menunggu balasanmu, kok. Walaupun memang aku begitu senang dengan surat-menyurat ini, membuatku bisa membebaskan pikiran dan menghindar dari rasa stres yang kadang datang.
Qurare itu tempat yang di mana beberapa dari kalian belajar, kan? Ugh, aku tidak tahu apa belajar adalah kata yang tepat, tapi hanya itu kata yang bisa kupakai. Lalu, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya? Maksudku, kalian mungkin punya rencana kegiatan normal?
Ahaha, aku tidak bermaksud ambigu seperti itu. Tapi, memangnya hubungan Angelo dan Dray seperti apa? Karena dari ceritamu, sepertinya Angelo sangat peduli pada Dray. Dan aku tidak bermaksud terus menerus ingin membicarakan Angelo. Aku hanya penasaran karena aku baru mendengar tentangnya. Aku tidak tahu kalu disuruh membicarakan tentang orang lain. Ah, bagaimana kalau tentang Sēji-san? Kita sudah menyebutnya, kan? Namanya dan Ichigo muncul tiba-tiba saat menulis surat sebelumnya, tidak ada alasan khusus. Tapi, mungkin karena aku tahu Ichigo sering ikut ekspedisi denganmu. Aku cukup kaget kau menyebutkan Sēji-san seperti dijaga begitu ketat. Aku mengerti jika dia adalah sosok irregular yang penting, tapi aku tidak mengira dia sepenting itu.
Orang-orang menyayangi Axel karena dia memang tipe yang mudah disayang. Aku tidak heran jika yang kau tulis itu benar. Hehe, jadi kau paling menyukai Felice? Pilihan yang tepat, Len, aku setuju. Felice sangat imut dan terasa begitu murni. Apalagi dia begitu penyayang dan polos.
Kau ingin tahu lebih banyak tentangku? Aku tidak bisa menjelaskan sesuai keinginanmu dalam satu surat, aku tidak mau menulis surat yang terlalu panjang. Jadi, aku beritahu perlahan saja, ya?
Hmm, buku yang sudah kubaca? Terlalu banyak untuk kusebutkan. Aku pernah membaca komik barat maupun dari negara-negara di timur. Aku pernah membaca novel misteri, romantis, komedi, drama, fantasi, dll. Aku pernah membaca buku ilmiah dan non-fiksi lain. Sastra klasik juga sudah banyak yang kubaca, baik itu dari negeriku sendiri maupun negeri lain, bahkan sastra klasik kukenal lebih dulu daripada novel modern. Aku punya impian untuk mempunyai perpustakaan sendiri dan orang-orang bisa berkunjung ke sana. Aku pernah bilang 'kan kalau buku adalah sahabatku? Aku menyukai buku karena dunia yang digambarkan melalui kata-kata dalam buku begitu sama maupun berbeda dengan duniaku. Aku seolah bisa masuk dan tinggal dalam dunia itu, dan semuanya terasa akan baik-baik saja. Dalam buku fiksi, setiap masalah pasti akan diselesaikan dan penyelesaiannya membuatku terpesona, tapi terkadang aku berpikir masalah mereka tidak seberat kehidupanku. Maksudku, mereka di dunia fantasi seharusnya lebih sulit daripada hidup dunia normal. Tapi, aku juga sering termotivasi untuk menjalani kehidupanku. Pada akhirnya, aku mungkin hanya mencari sarana agar tidak tenggelam dalam depresi dan kebosanan yang kadang datang menghampiri, dan karena aku tidak punya banyak tempat untuk bercerita jadi aku membaca cerita orang lain.
Sampai di sini dulu, ya, Len? Aku akan menceritakan hal lain nanti, dan menunggu cerita darimu juga.
Yours truly,
Fíla
Jangan memaksakan dirimu membalas suratku jika memang kau sedang sibuk. Aku tak masalah menunggu balasanmu, kok. Walaupun memang aku begitu senang dengan surat-menyurat ini, membuatku bisa membebaskan pikiran dan menghindar dari rasa stres yang kadang datang.
Qurare itu tempat yang di mana beberapa dari kalian belajar, kan? Ugh, aku tidak tahu apa belajar adalah kata yang tepat, tapi hanya itu kata yang bisa kupakai. Lalu, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya? Maksudku, kalian mungkin punya rencana kegiatan normal?
Ahaha, aku tidak bermaksud ambigu seperti itu. Tapi, memangnya hubungan Angelo dan Dray seperti apa? Karena dari ceritamu, sepertinya Angelo sangat peduli pada Dray. Dan aku tidak bermaksud terus menerus ingin membicarakan Angelo. Aku hanya penasaran karena aku baru mendengar tentangnya. Aku tidak tahu kalu disuruh membicarakan tentang orang lain. Ah, bagaimana kalau tentang Sēji-san? Kita sudah menyebutnya, kan? Namanya dan Ichigo muncul tiba-tiba saat menulis surat sebelumnya, tidak ada alasan khusus. Tapi, mungkin karena aku tahu Ichigo sering ikut ekspedisi denganmu. Aku cukup kaget kau menyebutkan Sēji-san seperti dijaga begitu ketat. Aku mengerti jika dia adalah sosok irregular yang penting, tapi aku tidak mengira dia sepenting itu.
Orang-orang menyayangi Axel karena dia memang tipe yang mudah disayang. Aku tidak heran jika yang kau tulis itu benar. Hehe, jadi kau paling menyukai Felice? Pilihan yang tepat, Len, aku setuju. Felice sangat imut dan terasa begitu murni. Apalagi dia begitu penyayang dan polos.
Kau ingin tahu lebih banyak tentangku? Aku tidak bisa menjelaskan sesuai keinginanmu dalam satu surat, aku tidak mau menulis surat yang terlalu panjang. Jadi, aku beritahu perlahan saja, ya?
Hmm, buku yang sudah kubaca? Terlalu banyak untuk kusebutkan. Aku pernah membaca komik barat maupun dari negara-negara di timur. Aku pernah membaca novel misteri, romantis, komedi, drama, fantasi, dll. Aku pernah membaca buku ilmiah dan non-fiksi lain. Sastra klasik juga sudah banyak yang kubaca, baik itu dari negeriku sendiri maupun negeri lain, bahkan sastra klasik kukenal lebih dulu daripada novel modern. Aku punya impian untuk mempunyai perpustakaan sendiri dan orang-orang bisa berkunjung ke sana. Aku pernah bilang 'kan kalau buku adalah sahabatku? Aku menyukai buku karena dunia yang digambarkan melalui kata-kata dalam buku begitu sama maupun berbeda dengan duniaku. Aku seolah bisa masuk dan tinggal dalam dunia itu, dan semuanya terasa akan baik-baik saja. Dalam buku fiksi, setiap masalah pasti akan diselesaikan dan penyelesaiannya membuatku terpesona, tapi terkadang aku berpikir masalah mereka tidak seberat kehidupanku. Maksudku, mereka di dunia fantasi seharusnya lebih sulit daripada hidup dunia normal. Tapi, aku juga sering termotivasi untuk menjalani kehidupanku. Pada akhirnya, aku mungkin hanya mencari sarana agar tidak tenggelam dalam depresi dan kebosanan yang kadang datang menghampiri, dan karena aku tidak punya banyak tempat untuk bercerita jadi aku membaca cerita orang lain.
Sampai di sini dulu, ya, Len? Aku akan menceritakan hal lain nanti, dan menunggu cerita darimu juga.
Yours truly,
Fíla
Wednesday, 14 June 2017
Surat 8: From Helen To Fíla
To Fíla,
Maaf aku tidak segera membalas suratmu seperti biasa. Beberapa hal terjadi dan kami di sini jadi cukup sibuk. Kakeru dan yang lainnya yang sebelumnya pergi ekspedisi sudah kembali. Jadi, kami mendiskusikan di mana nanti kami akan tinggal sementara. Eleo memilih untuk tinggal sementara di Qurare, begitu juga dengan Dray. Dia sudah mulai terbiasa sebenarnya di Aerth, tapi dia bilang ada yang ingin dipelajarinya dan akan lebih mudah jika di Qurare. Angelo tetap akan tinggal di Aerth, itu membuatku terkejut tapi juga tidak karena Angelo tidak punya urusan apa-apa di Qurare. Kakeru dan Kosaki juga akan tinggal di Aerth.
Oh, ayolah, haruskah kita terus membicarakan tentang Angelo? Coba deh cari orang lain yang bisa dijadikan bahan pembicaraan di surat kita. Dan aku sempat mengernyit saat membaca suratmu, ada banyak hal yang bisa disalahartikan. Kau membuat seolah-olah Angelo dan Dray punya hubungan khusus. Ugh... Dan kenapa Ichigo bahkan Sēji-san sampai dibawa-bawa?! Terlepas dari Ichigo yang memang punya aura seorang pangeran dari negeri dongeng, hampir semua orang (bahkan semua orang di Dio Citadel) tidak akan membiarkanmu mendekati Sēji-san.
Aku tidak bermaksud buruk padamu tentang Axel. Aku juga tahu Axel punya aura tersendiri yang membuatnya entah bagaimana disayang banyak orang. Kau tahu, beberapa orang di Aerth paling tidak tahan kalau Axel menangis. Mereka akan melakukan apapun yang diinginkan Axel agar dia berhenti menangis. Dan kau kembali menulis hal yang ambigu, seolah-olah aku menyukai Arthur dalam arti yang lain. Aku menyayangi Arthur sebagai keluarga sendiri. Dan aku yakin kita berdua tahu suka di sini dalam artian orang paling favorit. Dan itu berarti orang itu bukan Arthur. Aku paling menyukai Felice.
Terima kasih kau mau mencoba mengerti walaupun kau tak punya pilihan selain bertanya-tanya. Aku tidak bisa memberi banyak alasan, tapi yakinlah kalau bisa aku pun ingin berbagi hal yang menjadi rahasia hidupku, dan kau akan pusing mencernanya. Bagaimana denganmu sendiri? Kita lebih banyak membahas tentang yang terjadi denganku. Aku ingin lebih tahu yang terjadi denganmu. Buku apa saja yang sudah kau baca? Apa yang ingin kau lakukan nanti?
With love,
Helen
Maaf aku tidak segera membalas suratmu seperti biasa. Beberapa hal terjadi dan kami di sini jadi cukup sibuk. Kakeru dan yang lainnya yang sebelumnya pergi ekspedisi sudah kembali. Jadi, kami mendiskusikan di mana nanti kami akan tinggal sementara. Eleo memilih untuk tinggal sementara di Qurare, begitu juga dengan Dray. Dia sudah mulai terbiasa sebenarnya di Aerth, tapi dia bilang ada yang ingin dipelajarinya dan akan lebih mudah jika di Qurare. Angelo tetap akan tinggal di Aerth, itu membuatku terkejut tapi juga tidak karena Angelo tidak punya urusan apa-apa di Qurare. Kakeru dan Kosaki juga akan tinggal di Aerth.
Oh, ayolah, haruskah kita terus membicarakan tentang Angelo? Coba deh cari orang lain yang bisa dijadikan bahan pembicaraan di surat kita. Dan aku sempat mengernyit saat membaca suratmu, ada banyak hal yang bisa disalahartikan. Kau membuat seolah-olah Angelo dan Dray punya hubungan khusus. Ugh... Dan kenapa Ichigo bahkan Sēji-san sampai dibawa-bawa?! Terlepas dari Ichigo yang memang punya aura seorang pangeran dari negeri dongeng, hampir semua orang (bahkan semua orang di Dio Citadel) tidak akan membiarkanmu mendekati Sēji-san.
Aku tidak bermaksud buruk padamu tentang Axel. Aku juga tahu Axel punya aura tersendiri yang membuatnya entah bagaimana disayang banyak orang. Kau tahu, beberapa orang di Aerth paling tidak tahan kalau Axel menangis. Mereka akan melakukan apapun yang diinginkan Axel agar dia berhenti menangis. Dan kau kembali menulis hal yang ambigu, seolah-olah aku menyukai Arthur dalam arti yang lain. Aku menyayangi Arthur sebagai keluarga sendiri. Dan aku yakin kita berdua tahu suka di sini dalam artian orang paling favorit. Dan itu berarti orang itu bukan Arthur. Aku paling menyukai Felice.
Terima kasih kau mau mencoba mengerti walaupun kau tak punya pilihan selain bertanya-tanya. Aku tidak bisa memberi banyak alasan, tapi yakinlah kalau bisa aku pun ingin berbagi hal yang menjadi rahasia hidupku, dan kau akan pusing mencernanya. Bagaimana denganmu sendiri? Kita lebih banyak membahas tentang yang terjadi denganku. Aku ingin lebih tahu yang terjadi denganmu. Buku apa saja yang sudah kau baca? Apa yang ingin kau lakukan nanti?
With love,
Helen
Sunday, 11 June 2017
Surat 7: From Fíla To Helen
To Helen,
Tunggu, kau memberikan novel romansa sebagai hadiah natal pada Nijimura-san dan Linda untuk menggoda mereka? Wow, hadiah natal yang penuh pemikiran. Haha, aku bisa membayangkan ekspresi mereka saat menyadari maksudmu (mereka pasti menyadarinya, kan?). Ah, aku jadi ingin ini segera natal. Tapi jika begitu maka aku semakin memiliki waktu yang sedikit...
Aku tidak mengerti maksudmu Angelo punya charm yang berbeda dari Linda. Aku 'kan belum pernah melihat Linda secara langsung. Walaupun aku bisa membayangkan rupa kalian semua, tapi tetap saja itu berbeda. Tapi, aku mengerti deskripsimu tentang Angelo. Tenang saja, aku tak mungkin terpesona begitu saja hanya dari deskripsi singkatmu. Kalau aku seperti itu, sudah dari dulu aku menyukai salah satu dari mereka. Mungkin Nijimura-san atau Ichigo, atau bahkan Sēji-san? Tapi, memangnya Angelo sehebat itu sampai kau mengkhawatirkanku terpesona padanya? Tenanglah, tidak ada yang akan merebutnya dari Dray.
Aku sering memikirkan betapa sulitnya bagimu mempunyai kekuatanmu, karena kau pasti jadi mengetahui semua masa lalu mereka semua, dan lebih sulit jika ada hal yang terjadi dengan dunia lain. Kehidupan di balik cermin. Apa yang sebenarnya kalian lihat di cermin itu? Apa duniaku juga ada di baliknya?
Aku tidak akan memintamu untuk menceritakan yang tak bisa kau ceritakan. Kau mau membalas suratku saja sudah sangat membuatku senang. Kau satu-satunya yang pernah menulis surat untukku. Kau tahu, terkadang hal sederhana dan lama seperti ini sangatlah berharga. Aku tidak punya banyak kenalan yang benar-benar punya hubungan yang lama denganku. Salahku memang karena tidak sering bergaul. Jadi, sejak kecil bukulah yang menjadi sahabatku, bahkan aku sering berandai-andai karakter dalam buku berteman denganku. Jadi, mempunyaimu sebagai seorang teman, walaupun hanya melalui surat, sangatlah berharga bagiku.
Maaf, aku tidak bermaksud terlalu serius. Suasana hatiku sedang tidak begitu baik. Tapi, aku baik-baik saja. Dan memangnya kenapa kalau aku paling menyukai Axel? Axel memang terasa menyebalkan tapi itulah yang membuatnya berkesan bagi banyak orang. Kau sendiri menyukai Arthur padahal dengan temperamennya lebih sulit bersamanya, kan?
Aku dengan setia menunggu balasanmu, jadi sampai jumpa di surat berikutnya!
Yours truly,
Fíla
Tunggu, kau memberikan novel romansa sebagai hadiah natal pada Nijimura-san dan Linda untuk menggoda mereka? Wow, hadiah natal yang penuh pemikiran. Haha, aku bisa membayangkan ekspresi mereka saat menyadari maksudmu (mereka pasti menyadarinya, kan?). Ah, aku jadi ingin ini segera natal. Tapi jika begitu maka aku semakin memiliki waktu yang sedikit...
Aku tidak mengerti maksudmu Angelo punya charm yang berbeda dari Linda. Aku 'kan belum pernah melihat Linda secara langsung. Walaupun aku bisa membayangkan rupa kalian semua, tapi tetap saja itu berbeda. Tapi, aku mengerti deskripsimu tentang Angelo. Tenang saja, aku tak mungkin terpesona begitu saja hanya dari deskripsi singkatmu. Kalau aku seperti itu, sudah dari dulu aku menyukai salah satu dari mereka. Mungkin Nijimura-san atau Ichigo, atau bahkan Sēji-san? Tapi, memangnya Angelo sehebat itu sampai kau mengkhawatirkanku terpesona padanya? Tenanglah, tidak ada yang akan merebutnya dari Dray.
Aku sering memikirkan betapa sulitnya bagimu mempunyai kekuatanmu, karena kau pasti jadi mengetahui semua masa lalu mereka semua, dan lebih sulit jika ada hal yang terjadi dengan dunia lain. Kehidupan di balik cermin. Apa yang sebenarnya kalian lihat di cermin itu? Apa duniaku juga ada di baliknya?
Aku tidak akan memintamu untuk menceritakan yang tak bisa kau ceritakan. Kau mau membalas suratku saja sudah sangat membuatku senang. Kau satu-satunya yang pernah menulis surat untukku. Kau tahu, terkadang hal sederhana dan lama seperti ini sangatlah berharga. Aku tidak punya banyak kenalan yang benar-benar punya hubungan yang lama denganku. Salahku memang karena tidak sering bergaul. Jadi, sejak kecil bukulah yang menjadi sahabatku, bahkan aku sering berandai-andai karakter dalam buku berteman denganku. Jadi, mempunyaimu sebagai seorang teman, walaupun hanya melalui surat, sangatlah berharga bagiku.
Maaf, aku tidak bermaksud terlalu serius. Suasana hatiku sedang tidak begitu baik. Tapi, aku baik-baik saja. Dan memangnya kenapa kalau aku paling menyukai Axel? Axel memang terasa menyebalkan tapi itulah yang membuatnya berkesan bagi banyak orang. Kau sendiri menyukai Arthur padahal dengan temperamennya lebih sulit bersamanya, kan?
Aku dengan setia menunggu balasanmu, jadi sampai jumpa di surat berikutnya!
Yours truly,
Fíla
Saturday, 10 June 2017
Surat 6: From Helen To Fíla
To Fíla,
Aku akan memulai surat ini dengan hal ringan. Sepertinya itu memang novel bagus dan aku mungkin akan menyukainya. Nanti aku lihat apakah bisa menemukannya atau tidak di suatu dunia. Dan mungkin aku akan meminjam buku yang kuberikan sebagai hadiah untuk kubaca. Itu novel-novel romantis (tapi ada unsur sihirnya tentu saja), dan aku memberikannya terutama pada Nijimuran-san dan Linda karena ingin menggoda mereka. Jika saja kau tahu, hubungan spesial masing-masing mereka sungguh rumit dan membuatku frustasi sendiri (tapi terkadang malah jadi lucu).
Tentu Dray bisa menyimpulkan sendiri apa kehadiran Angelo baik untuknya atau tidak. Kosaki dan Yuu juga sudah menegaskan mereka akan mengawasi Angelo, jadi aku juga agak lega. Tapi, jujur saja, butuh beberapa hari untukku bisa membiarkan Angelo berinteraksi dengan Dray. Ya, aku memang melihat sesuatu dari kenangan masa lalu Angelo. Tapi, aku sudah berjanji untuk tidak mengatakannya pada siapapun termasuk Dray. Angelo akan mengatakannya jika dia memang merasa Dray penting untuknya.
Kau ingin tahu seperti apa Angelo? Dia seorang yang tampan, tinggi, berkarisma, dan cukup elegan. Kalau dirangkum, dia itu.. charming. Tapi, dia charming yang agak berbeda dari Linda. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya lewat tulisan, tapi kau pasti akan mengerti jika melihatnya langsung. Aku harap kau tidak tertarik padanya dari penjelasanku ini.
Riri sudah menjelaskan kenapa kami harus tinggal di sini. Sebenarnya kami tidak perlu berada di Aerth, kami bisa tinggal di tempat lain. Masalahnya ada pada Einz Manor dan Einz Castle. Tapi, maaf aku tidak bisa menjelaskannya lebih lanjut.
Seperti yang kau bilang (tulis), aku tahu Nicolaas tidak bermaksud buruk. Tapi, itulah yang sering membuatku frustasi. Hampir semua orang di sekitarku tidak mau jujur pada diri mereka sendiri (aku sendiri tentu saja tidak termasuk, syukurlah). Begitu pula yang sering terjadi pada Arthur jika aku berkunjung ke Aerth. Jadi, jangan heran jika aku sering sekali bersama Arthur. Aku tidak bisa tidak bertindak jika dia punya masalah dengan George, adiknya, atau Axel. Yang lainnya juga, tapi aku terlalu lelah untuk menulisnya satu persatu. Dan kau paling menyukai Axel?! Ya, dia menyenangkan tapi lebih sering mengganggu.
Aku senang kau ingin menganggap duniaku sama denganmu, tapi kau akan terkejut betapa berbedanya dunia kita. Mungkin di surat lain aku akan menceritakan lebih jelas tentang kami, para irregular. Tapi, untuk sekarang aku harap kau puas dengan ceritaku di surat ini.
With love,
Helen
Aku akan memulai surat ini dengan hal ringan. Sepertinya itu memang novel bagus dan aku mungkin akan menyukainya. Nanti aku lihat apakah bisa menemukannya atau tidak di suatu dunia. Dan mungkin aku akan meminjam buku yang kuberikan sebagai hadiah untuk kubaca. Itu novel-novel romantis (tapi ada unsur sihirnya tentu saja), dan aku memberikannya terutama pada Nijimuran-san dan Linda karena ingin menggoda mereka. Jika saja kau tahu, hubungan spesial masing-masing mereka sungguh rumit dan membuatku frustasi sendiri (tapi terkadang malah jadi lucu).
Tentu Dray bisa menyimpulkan sendiri apa kehadiran Angelo baik untuknya atau tidak. Kosaki dan Yuu juga sudah menegaskan mereka akan mengawasi Angelo, jadi aku juga agak lega. Tapi, jujur saja, butuh beberapa hari untukku bisa membiarkan Angelo berinteraksi dengan Dray. Ya, aku memang melihat sesuatu dari kenangan masa lalu Angelo. Tapi, aku sudah berjanji untuk tidak mengatakannya pada siapapun termasuk Dray. Angelo akan mengatakannya jika dia memang merasa Dray penting untuknya.
Kau ingin tahu seperti apa Angelo? Dia seorang yang tampan, tinggi, berkarisma, dan cukup elegan. Kalau dirangkum, dia itu.. charming. Tapi, dia charming yang agak berbeda dari Linda. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya lewat tulisan, tapi kau pasti akan mengerti jika melihatnya langsung. Aku harap kau tidak tertarik padanya dari penjelasanku ini.
Riri sudah menjelaskan kenapa kami harus tinggal di sini. Sebenarnya kami tidak perlu berada di Aerth, kami bisa tinggal di tempat lain. Masalahnya ada pada Einz Manor dan Einz Castle. Tapi, maaf aku tidak bisa menjelaskannya lebih lanjut.
Seperti yang kau bilang (tulis), aku tahu Nicolaas tidak bermaksud buruk. Tapi, itulah yang sering membuatku frustasi. Hampir semua orang di sekitarku tidak mau jujur pada diri mereka sendiri (aku sendiri tentu saja tidak termasuk, syukurlah). Begitu pula yang sering terjadi pada Arthur jika aku berkunjung ke Aerth. Jadi, jangan heran jika aku sering sekali bersama Arthur. Aku tidak bisa tidak bertindak jika dia punya masalah dengan George, adiknya, atau Axel. Yang lainnya juga, tapi aku terlalu lelah untuk menulisnya satu persatu. Dan kau paling menyukai Axel?! Ya, dia menyenangkan tapi lebih sering mengganggu.
Aku senang kau ingin menganggap duniaku sama denganmu, tapi kau akan terkejut betapa berbedanya dunia kita. Mungkin di surat lain aku akan menceritakan lebih jelas tentang kami, para irregular. Tapi, untuk sekarang aku harap kau puas dengan ceritaku di surat ini.
With love,
Helen
Friday, 9 June 2017
Surat 5: From Fíla To Helen
To Helen,
Hai, Helen. Kau melewati hari yang sibuk, ya? Suratmu penuh dengan berbagai emosi. Jadi, apa Riri sudah menjelaskan semuanya? Aku tahu kau tak bisa menceritakannya padaku, tapi kuharap semuanya baik-baik saja.
Senang mengetahui Axel sudah kembali normal. Kalau mau jujur, mungkin aku paling menyukai Axel dari semua yang ada di Aerth. Atau mungkin tidak. Terkadang Axel bisa sangat mengganggu, kau tahu? Dan ya, aku kira aku bisa mengerti perasaanmu pada Arthur. Aku juga ingin bisa bertemu dengan Nesia, karena perasaanku mengatakan kalau kami memang akan akrab. Wow, kata-kata yang pedas menurutku, apa yang kau katakan pada Nicolaas. Kupikir Nicolaas tidak bermaksud kasar padamu, Helen. Dia hanya.. kupikir begitulah Nicolaas, terkadang terlalu sulit untuk membuka hatinya. Oh, kupikir hampir semua dari kalian seperti itu...
Jadi, Angelo adalah anggota baru? Baguslah untuk kalian, karena tentunya kalian butuh orang tambahan. Seperti apa Angelo? Kurasa Dray akan baik-baik saja. Maksudku, dia 'kan bisa melihat kejujuran Angelo sampai di mana, jadi Dray bisa menentukan sendiri apa Angelo akan menyakitinya atau tidak. Tapi, kurasa tak mudah bagimu untuk menerima Angelo karena kau melihat sesuatu di masa lalunya, ya?
Terkadang aku memikirkan betapa rumitnya hidup kalian dengan segala hal-hal seperti 'kehidupan di balik cermin', Kehendak Dunia, dan sebagainya, ditambah dengan kekuatan kalian masing-masing yang membuatnya berbeda-beda. Aku hanya.. ingin merasa kalian tidak berbeda dariku, dari dunia tempatku tinggal.
Rekomendasi buku? Ahaha, aku tidak akan bisa menyebutkannya dalam satu surat. Kau tahu, something about being a bookworm. Tapi, aku sendiri sementara membaca sebuah novel yang bagus. Novel yang pernah kusebutkan dalam suratku, yang hanya sempat kubaca dua halaman. Ternyata itu memang bagus. Judulnya Bidadari Santa Monica. Ceritanya tentang seorang wanita yang bertemu wanita asing yang membuatnya menceritakan kisah romansanya yang berakhir tragis. Tapi, cara penyampaiannya humoris dan ringan. Walaupun aku tahu akhirnya akan sedih, apalagi jika awalnya komedi romantis. Dan aku sangat suka nama karakter utamanya. Little Light. Sayang sekali, aku tidak bisa meminjamkannya walaupun aku mau, tapi kau mungkin bisa menemukan buku itu di suatu dunia yang kau singgahi.
Kau juga jaga kesehatan dan semoga harimu menyenangkan!
Yours truly,
Fíla
Hai, Helen. Kau melewati hari yang sibuk, ya? Suratmu penuh dengan berbagai emosi. Jadi, apa Riri sudah menjelaskan semuanya? Aku tahu kau tak bisa menceritakannya padaku, tapi kuharap semuanya baik-baik saja.
Senang mengetahui Axel sudah kembali normal. Kalau mau jujur, mungkin aku paling menyukai Axel dari semua yang ada di Aerth. Atau mungkin tidak. Terkadang Axel bisa sangat mengganggu, kau tahu? Dan ya, aku kira aku bisa mengerti perasaanmu pada Arthur. Aku juga ingin bisa bertemu dengan Nesia, karena perasaanku mengatakan kalau kami memang akan akrab. Wow, kata-kata yang pedas menurutku, apa yang kau katakan pada Nicolaas. Kupikir Nicolaas tidak bermaksud kasar padamu, Helen. Dia hanya.. kupikir begitulah Nicolaas, terkadang terlalu sulit untuk membuka hatinya. Oh, kupikir hampir semua dari kalian seperti itu...
Jadi, Angelo adalah anggota baru? Baguslah untuk kalian, karena tentunya kalian butuh orang tambahan. Seperti apa Angelo? Kurasa Dray akan baik-baik saja. Maksudku, dia 'kan bisa melihat kejujuran Angelo sampai di mana, jadi Dray bisa menentukan sendiri apa Angelo akan menyakitinya atau tidak. Tapi, kurasa tak mudah bagimu untuk menerima Angelo karena kau melihat sesuatu di masa lalunya, ya?
Terkadang aku memikirkan betapa rumitnya hidup kalian dengan segala hal-hal seperti 'kehidupan di balik cermin', Kehendak Dunia, dan sebagainya, ditambah dengan kekuatan kalian masing-masing yang membuatnya berbeda-beda. Aku hanya.. ingin merasa kalian tidak berbeda dariku, dari dunia tempatku tinggal.
Rekomendasi buku? Ahaha, aku tidak akan bisa menyebutkannya dalam satu surat. Kau tahu, something about being a bookworm. Tapi, aku sendiri sementara membaca sebuah novel yang bagus. Novel yang pernah kusebutkan dalam suratku, yang hanya sempat kubaca dua halaman. Ternyata itu memang bagus. Judulnya Bidadari Santa Monica. Ceritanya tentang seorang wanita yang bertemu wanita asing yang membuatnya menceritakan kisah romansanya yang berakhir tragis. Tapi, cara penyampaiannya humoris dan ringan. Walaupun aku tahu akhirnya akan sedih, apalagi jika awalnya komedi romantis. Dan aku sangat suka nama karakter utamanya. Little Light. Sayang sekali, aku tidak bisa meminjamkannya walaupun aku mau, tapi kau mungkin bisa menemukan buku itu di suatu dunia yang kau singgahi.
Kau juga jaga kesehatan dan semoga harimu menyenangkan!
Yours truly,
Fíla
Thursday, 8 June 2017
Surat 4: From Helen To Fíla
To Fíla,
Hai, Fíl! Senang membaca kalau kau punya hari yang menyenangkan. Aku juga punya hari menyenangkan! Kau tahu, Dray berhasil membuat antidot untuk Axel dan Axel sudah kembali normal sekarang. Dan hal itu juga membuat Dray merasa lebih baik sekarang.
Oh, maaf, sepertinya aku terlalu banyak bicara (atau menulis) sampai kau bingung. Angelo adalah seorang irregular yang ditemukan Riri seminggu sebelum natal. Dia sepertinya punya hubungan dengan 'Dray' dulu, dan sebenarnya kami sempat ragu untuk mengenalkannya pada Dray. Aku salah satu yang paling menolak karena aku tahu Dray adalah yang paling sering mendapat pengalaman buruk dengan 'kehidupan lain dibalik cermin'. Tapi, Riri bilang Dray akan baik-baik saja dan kami tidak punya pilihan karena Angelo adalah irregular. Dan kamipun memberi waktu untuk Dray dan Angelo. Dan, yah, Dray menerima Angelo dengan baik, bahkan jadi sangat dekat dengannya. Angelo juga sudah berjanji pada kami semua untuk menjaga Dray, dan kamipun mulai menerimanya.
Aku sangat peduli pada Arthur? Hehe, terasa begitu, ya? Hmm, aku memang peduli padanya. Aku peduli dan sayang pada semua, tapi memang benar jika aku sedikit berlebihan pada Arthur. Entahlah, aku seperti punya ikatan tersendiri dengan Arthur. Mungkin karena aku merasa berada di rumahku yang dulu jika dengannya. Kau tahu 'kan, bisa dibilang kami berasal dari tempat yang sama.
Sebenarnya aku sedang agak kesal sekarang. Kau tahu Nicolaas, kan? Tadi aku bertanya tentang sesuatu dari masa lalunya, dan dia membalas kalau aku bisa menggunakan kekuatanku untuk mengetahuinya dengan mudah. Itu membuatku kesal! Maksudku, kekuatanku bukan digunakan untuk dengan seenaknya kupakai melihat kenangan orang lain sesuka hati. Dan saking kesalnya, aku berkata kalau karena sikapnya itulah hubungannya dengan Nesia dan bahkan Alfaro sering tidak baik.
Berbicara tentang Nesia, menurutku kau juga akan dekat dengannya jika kalian saling mengenal. Itu akan sama seperti aku dan Arthur, dan mungkin kau bisa mengerti kenapa aku dekat dengan Arthur. Nesia wanita yang baik dan tangguh. Aku sendiri cukup dekat dengannya karena dia yang lebih banyak menggunakan Ruang Teater Aerth daripada yang lainnya. Itu membuatnya lebih mengerti kekuatanku daripada yang lain.
Buku fiksi? Aku memberikan buku fiksi untuk Nijimura-san, Linda, dan Eleo untuk hadiah natal lalu, tapi aku sendiri tidak membacanya. Apa kau punya rekomendasi? Itu mungkin akan membantu membuatku rileks. Kelihatannya besok Riri akan datang ke sini dan menjelaskan keadaan yang aneh beberapa hari ini. Jadi, aku juga agak tegang saat ini.
Fíl, terima kasih karena kau mau melihatku sebagai diriku dan bukan karena aku irregular yang berbeda. Jaga kesehatan dan kutunggu suratmu yang lain!
With love,
Helen
Hai, Fíl! Senang membaca kalau kau punya hari yang menyenangkan. Aku juga punya hari menyenangkan! Kau tahu, Dray berhasil membuat antidot untuk Axel dan Axel sudah kembali normal sekarang. Dan hal itu juga membuat Dray merasa lebih baik sekarang.
Oh, maaf, sepertinya aku terlalu banyak bicara (atau menulis) sampai kau bingung. Angelo adalah seorang irregular yang ditemukan Riri seminggu sebelum natal. Dia sepertinya punya hubungan dengan 'Dray' dulu, dan sebenarnya kami sempat ragu untuk mengenalkannya pada Dray. Aku salah satu yang paling menolak karena aku tahu Dray adalah yang paling sering mendapat pengalaman buruk dengan 'kehidupan lain dibalik cermin'. Tapi, Riri bilang Dray akan baik-baik saja dan kami tidak punya pilihan karena Angelo adalah irregular. Dan kamipun memberi waktu untuk Dray dan Angelo. Dan, yah, Dray menerima Angelo dengan baik, bahkan jadi sangat dekat dengannya. Angelo juga sudah berjanji pada kami semua untuk menjaga Dray, dan kamipun mulai menerimanya.
Aku sangat peduli pada Arthur? Hehe, terasa begitu, ya? Hmm, aku memang peduli padanya. Aku peduli dan sayang pada semua, tapi memang benar jika aku sedikit berlebihan pada Arthur. Entahlah, aku seperti punya ikatan tersendiri dengan Arthur. Mungkin karena aku merasa berada di rumahku yang dulu jika dengannya. Kau tahu 'kan, bisa dibilang kami berasal dari tempat yang sama.
Sebenarnya aku sedang agak kesal sekarang. Kau tahu Nicolaas, kan? Tadi aku bertanya tentang sesuatu dari masa lalunya, dan dia membalas kalau aku bisa menggunakan kekuatanku untuk mengetahuinya dengan mudah. Itu membuatku kesal! Maksudku, kekuatanku bukan digunakan untuk dengan seenaknya kupakai melihat kenangan orang lain sesuka hati. Dan saking kesalnya, aku berkata kalau karena sikapnya itulah hubungannya dengan Nesia dan bahkan Alfaro sering tidak baik.
Berbicara tentang Nesia, menurutku kau juga akan dekat dengannya jika kalian saling mengenal. Itu akan sama seperti aku dan Arthur, dan mungkin kau bisa mengerti kenapa aku dekat dengan Arthur. Nesia wanita yang baik dan tangguh. Aku sendiri cukup dekat dengannya karena dia yang lebih banyak menggunakan Ruang Teater Aerth daripada yang lainnya. Itu membuatnya lebih mengerti kekuatanku daripada yang lain.
Buku fiksi? Aku memberikan buku fiksi untuk Nijimura-san, Linda, dan Eleo untuk hadiah natal lalu, tapi aku sendiri tidak membacanya. Apa kau punya rekomendasi? Itu mungkin akan membantu membuatku rileks. Kelihatannya besok Riri akan datang ke sini dan menjelaskan keadaan yang aneh beberapa hari ini. Jadi, aku juga agak tegang saat ini.
Fíl, terima kasih karena kau mau melihatku sebagai diriku dan bukan karena aku irregular yang berbeda. Jaga kesehatan dan kutunggu suratmu yang lain!
With love,
Helen
Wednesday, 7 June 2017
Surat 3: From Fíla To Helen
To Helen,
Hai, Helen. Aku senang bisa menjadi teman yang menemanimu walau hanya lewat tulisan. Aku dengan senang hati mengabarkan kalau aku punya hari yang menyenangkan. Kuharap kau juga punya hari yang menyenangkan (walau sepertinya kau punya beberapa masalah saat ini).
Hai, Helen. Aku senang bisa menjadi teman yang menemanimu walau hanya lewat tulisan. Aku dengan senang hati mengabarkan kalau aku punya hari yang menyenangkan. Kuharap kau juga punya hari yang menyenangkan (walau sepertinya kau punya beberapa masalah saat ini).
Tuesday, 6 June 2017
Surat 2: From Helen To Fíla
To Fíla,
Hai, Fíla. Senang kau menulis surat untukku! Kabarku baik. Bagaimana denganmu? Ah, dari suratmu kelihatannya kau cukup sibuk dengan kuliahmu.
Hai, Fíla. Senang kau menulis surat untukku! Kabarku baik. Bagaimana denganmu? Ah, dari suratmu kelihatannya kau cukup sibuk dengan kuliahmu.
Monday, 5 June 2017
Surat 1: From Fíla To Helen
To Helen,
Hai, Helen. Bagaimana kabarmu? Kudengar kau sedang tinggal di Aerth sekarang. Apa terjadi sesuatu dengan Einz Manor? Kuharap semuanya baik-baik saja. Tapi, kurasa kau tidak masalah dengan hal itu, karena kau pasti senang berada di Aerth.
Hai, Helen. Bagaimana kabarmu? Kudengar kau sedang tinggal di Aerth sekarang. Apa terjadi sesuatu dengan Einz Manor? Kuharap semuanya baik-baik saja. Tapi, kurasa kau tidak masalah dengan hal itu, karena kau pasti senang berada di Aerth.
Sunday, 30 April 2017
Gadis yang Ditawan Takdir
Oleh: Devi J. G. Sahati
Salah satu bagian dari Seri Gadis yang…
Gadis itu tidak lagi bisa terbang. Sayap kanannya
telah patah dan tak bisa digunakan lagi. Tidak bisa terbang adalah awal bencana
untuk dirinya. Menjadi tumbal untuk sang putri adalah nasib pahit yang
dilimpahkan padanya. Ditawan di sebuah menara tanpa jalan keluar adalah
kekelaman yang dialaminya. Namun, pertarungan yang terjadi antara pengikut sang
putri dan teman-temannya adalah yang menghancurkannya.
.
Gadis itu tak bisa melawan sihir sang jenderal yang
menahannya. Sihir sang jenderal terlalu kuat baginya yang lebih sering
menggunakan pedang sebagai perlawanan daripada sihirnya. Dia tak bisa berbuat
banyak hingga akhirnya kehilangan kesadarannya. Yang bisa dipikirkannya saat
kegelapan mulai menyelimutinya adalah keadaan teman-temannya.
Ketika gadis itu mendapatkan kembali kesadarannya, dia
berada di sebuah ruangan bundar yang berukuran sedang. Gadis itu melihat ke
sekelilingnya. Selain tempat tidur yang digunakannya sekarang, ruangan itu
hanya berisi sebuah meja kecil di samping tempat tidur, sebuah lemari kecil di
seberang tempat tidur, di sebelahnya terdapat jalan kecil dengan tangga menuju
ke bawah, dan di antara tempat tidur dan lemari terdapat bagian dinding ruangan
yang berfungsi layaknya jendela, terbuka dan berbentuk kotak. Semburat sinar
masuk dari jendela itu. Dari sinar tersebut, gadis itu mengetahui kalau
kemungkinan sekarang adalah menjelang pagi.
Thursday, 20 April 2017
Rindu Kehidupan Itu
Kau rindu akan kehidupan itu.
.
Kau merindukan masa-masa di mana waktu berjalan dengan lamban. Di mana kau bisa menikmati harimu dengan tenang tanpa terburu-buru.
Kau merindukan pagi hari yang tenang dengan secangkir teh dan sarapan ringan. Oh, jangan lupa sambil mendengarkan berita pagi. Saat di mana kau dengan serius mendengarkan laporan cuaca hari itu. Dan selesai sarapan dan mendengarkan berita, kau akan memutar musik klasik, seperti Morning karya Grieg, sambil menikmati cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela.
Kau merindukan saat-saat di bawah terik mentari pagi sembari berkebun di kebun rumahmu. Kau akan menyiram tanaman-tanamanmu, tersenyum menyapa mereka, dan senyummu akan semakin merekah kala melihat bunga mawar milikmu bergoyang ditiup angin.
"Mawarku sayang, terima kasih telah membuat dunia terlihat indah."
Dan beberapa saat kemudian, kau akan berpikir untuk menanam tanaman baru. Kaktus mungkin?
Kau merindukan hari di mana kau akan mengambil tas belajaanmu dan dompetmu. Lalu, kau melangkah keluar rumah untuk pergi berbelanja di pasar swalayan yang ada di ujung blok. Sebelumnya tentunya kau sudah menyiapkan catatan belanja. Tidak perlu terburu-buru atau naik kendaraan. Kau hanya perlu berjalan santai sambil menyapa orang-orang di jalan. Terkadang kau akan berhenti cukup lama untuk bercakap-cakap dengan seorang nenek yang menjadi tetanggamu. Sesampainya di toko, kau akan langsung mengambil apa yang diperlukan (dan seringkali mencuri lihat apa yang kau inginkan).
Kau merindukan hari rabu untuk bazaar murah yang diadakan di blok sebelah, sebulan sekali. Kau akan begitu semangat untuk berkeliling melihat-lihat apa yang ingin kau beli. Kau yang mudah terpesona akan banyak hal akan kebingungan untuk menyeimbangkan budget yang kau punya dengan apa yang dibeli. Dan pada akhir hari, kau akan membawa pulang sebuah vas cantik, sebuah selendang musim semi, dan banyak buku lama. Oh, betapa kau menyukai hari bazaar!
Kau merindukan sore di mana kau akan berjalan berkeliling kompleks, hingga akhirnya berhenti di taman kota. Kau akan duduk di bangku taman sambil menikmati suasana sore. Kau akan memandang langit yang telah dihiasi semburat oranye dan merah muda. Dan kau berpikir kalau piknik sekali-sekali akan sangat menyenangkan.
Kau merindukan saat hari tertentu dalam setiap minggu kau akan mengunjungi perpustakaan atau museum. Kau bisa bertahan seharian di sana. Di perpustakaan, kau akan mengelilingi setiap rak hanya untuk melihat buku-buku apa saja yang ada, hingga akhirnya kau mengambil buku yang kau inginkan -- yang sebenarnya telah kau rencanakan sebelumnya. Di museum, kau akan berjalan pelan-pelan, meresapi dengan benar arti benda-benda berharga yang disimpan di tempat itu.
Kau merindukan di waktu malam, kau akan makan malam sambil menonton drama yang disiarkan di tv. Terkadang drama romantis, atau misteri, atau komedi, atau terkadang bisa juga drama tragedi. Lalu kau akan memutar musik-musik yang sedang digandrungi sambil merapikan sisa makan malam. Sebelum masuk kamar, kau akan menyempatkan diri pergi ke kebunmu dan menatap langit malam. Dan apabila saat itu adalah bulan November, kau akan dengan serius mencari rasi kesukaanmu, Cassiopeia. Dan mungkin tanpa sengaja kau juga akan menemukan Bintang Utara. Sebelum tidur, kau akan membaca buku, dan tiba-tiba kau membayangkan romanmu sendiri diceritakan.
Kau merindukan akan hari di mana kau bisa merealisasikan piknik. Kau akan bangun lebih pagi dan menyiapkan roti isi dan jus yang akan kau bawa. Oh, tidak lupa kue kering yang kau buat hari sebelumnya dan sebuah buku. Lalu kau akan menuju taman kota dan duduk di salah satu spot piknik di sana. Lalu kau akan merindukan hal lain, yaitu teman piknik.
Maka kau merindukan kebersamaan keluargamu. Kau tak pernah membutuhkan hadiah atau oleh-oleh dari mereka. Kau tak pernah butuh materi apapun yang diberikan mereka. Karena kau hanya butuh keberadaan mereka di sisimu, tertawa dan menangis, secara nyata berada di sekitarmu.
Kau merindukan dunia di mana porosnya adalah kau dan mereka, di sisimu tanpa kecuali, menemani setiap perjalananmu. Karena kau sebenarnya hanya seorang yang kesepian, yang terus berharap kebersamaan itu tidak akan bubar dan semua orang kembali menjalani kehidupannya masing-masing.
Kau merindukan kehidupan di mana setiap minggunya diisi dengan hal yang kau sukai atau hal yang sekedar ingin kau lakukan. Kau ingin membaca buku, menulis cerita, bermain piano, bermain biola, belajar berdansa, menyanyi, berkebun, pergi ke museum, pergi ke perpustakaan, belanja, menaiki ayunan di bawah pohon, merasa bebas seperti awan di langit.
Kau merindukan semua itu. Dunia yang berputar dengan lamban. Dunia tanpa kau harus bergegas mengejar waktu.
.
(Kau rindu akan kehidupan itu.
Kau merindukannya begitu dalam seolah-olah semuanya akan segera kau lupakan.
Kau merindukannya begitu dalam seolah-olah hal itu tidak pernah terjadi.
Kau merindukan kehidupan itu karena kehidupan itu tak pernah terjadi padamu.)
.
.
.
(Dan kau akhirnya berkata -- harus berkata -- pada dirimu sendiri, bahwa kehidupanmu sekarang jauh lebih indah daripada kehidupan yang kau rindukan.)
.
Kau merindukan masa-masa di mana waktu berjalan dengan lamban. Di mana kau bisa menikmati harimu dengan tenang tanpa terburu-buru.
Kau merindukan pagi hari yang tenang dengan secangkir teh dan sarapan ringan. Oh, jangan lupa sambil mendengarkan berita pagi. Saat di mana kau dengan serius mendengarkan laporan cuaca hari itu. Dan selesai sarapan dan mendengarkan berita, kau akan memutar musik klasik, seperti Morning karya Grieg, sambil menikmati cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela.
Kau merindukan saat-saat di bawah terik mentari pagi sembari berkebun di kebun rumahmu. Kau akan menyiram tanaman-tanamanmu, tersenyum menyapa mereka, dan senyummu akan semakin merekah kala melihat bunga mawar milikmu bergoyang ditiup angin.
"Mawarku sayang, terima kasih telah membuat dunia terlihat indah."
Dan beberapa saat kemudian, kau akan berpikir untuk menanam tanaman baru. Kaktus mungkin?
Kau merindukan hari di mana kau akan mengambil tas belajaanmu dan dompetmu. Lalu, kau melangkah keluar rumah untuk pergi berbelanja di pasar swalayan yang ada di ujung blok. Sebelumnya tentunya kau sudah menyiapkan catatan belanja. Tidak perlu terburu-buru atau naik kendaraan. Kau hanya perlu berjalan santai sambil menyapa orang-orang di jalan. Terkadang kau akan berhenti cukup lama untuk bercakap-cakap dengan seorang nenek yang menjadi tetanggamu. Sesampainya di toko, kau akan langsung mengambil apa yang diperlukan (dan seringkali mencuri lihat apa yang kau inginkan).
Kau merindukan hari rabu untuk bazaar murah yang diadakan di blok sebelah, sebulan sekali. Kau akan begitu semangat untuk berkeliling melihat-lihat apa yang ingin kau beli. Kau yang mudah terpesona akan banyak hal akan kebingungan untuk menyeimbangkan budget yang kau punya dengan apa yang dibeli. Dan pada akhir hari, kau akan membawa pulang sebuah vas cantik, sebuah selendang musim semi, dan banyak buku lama. Oh, betapa kau menyukai hari bazaar!
Kau merindukan sore di mana kau akan berjalan berkeliling kompleks, hingga akhirnya berhenti di taman kota. Kau akan duduk di bangku taman sambil menikmati suasana sore. Kau akan memandang langit yang telah dihiasi semburat oranye dan merah muda. Dan kau berpikir kalau piknik sekali-sekali akan sangat menyenangkan.
Kau merindukan saat hari tertentu dalam setiap minggu kau akan mengunjungi perpustakaan atau museum. Kau bisa bertahan seharian di sana. Di perpustakaan, kau akan mengelilingi setiap rak hanya untuk melihat buku-buku apa saja yang ada, hingga akhirnya kau mengambil buku yang kau inginkan -- yang sebenarnya telah kau rencanakan sebelumnya. Di museum, kau akan berjalan pelan-pelan, meresapi dengan benar arti benda-benda berharga yang disimpan di tempat itu.
Kau merindukan di waktu malam, kau akan makan malam sambil menonton drama yang disiarkan di tv. Terkadang drama romantis, atau misteri, atau komedi, atau terkadang bisa juga drama tragedi. Lalu kau akan memutar musik-musik yang sedang digandrungi sambil merapikan sisa makan malam. Sebelum masuk kamar, kau akan menyempatkan diri pergi ke kebunmu dan menatap langit malam. Dan apabila saat itu adalah bulan November, kau akan dengan serius mencari rasi kesukaanmu, Cassiopeia. Dan mungkin tanpa sengaja kau juga akan menemukan Bintang Utara. Sebelum tidur, kau akan membaca buku, dan tiba-tiba kau membayangkan romanmu sendiri diceritakan.
Kau merindukan akan hari di mana kau bisa merealisasikan piknik. Kau akan bangun lebih pagi dan menyiapkan roti isi dan jus yang akan kau bawa. Oh, tidak lupa kue kering yang kau buat hari sebelumnya dan sebuah buku. Lalu kau akan menuju taman kota dan duduk di salah satu spot piknik di sana. Lalu kau akan merindukan hal lain, yaitu teman piknik.
Maka kau merindukan kebersamaan keluargamu. Kau tak pernah membutuhkan hadiah atau oleh-oleh dari mereka. Kau tak pernah butuh materi apapun yang diberikan mereka. Karena kau hanya butuh keberadaan mereka di sisimu, tertawa dan menangis, secara nyata berada di sekitarmu.
Kau merindukan dunia di mana porosnya adalah kau dan mereka, di sisimu tanpa kecuali, menemani setiap perjalananmu. Karena kau sebenarnya hanya seorang yang kesepian, yang terus berharap kebersamaan itu tidak akan bubar dan semua orang kembali menjalani kehidupannya masing-masing.
Kau merindukan kehidupan di mana setiap minggunya diisi dengan hal yang kau sukai atau hal yang sekedar ingin kau lakukan. Kau ingin membaca buku, menulis cerita, bermain piano, bermain biola, belajar berdansa, menyanyi, berkebun, pergi ke museum, pergi ke perpustakaan, belanja, menaiki ayunan di bawah pohon, merasa bebas seperti awan di langit.
Kau merindukan semua itu. Dunia yang berputar dengan lamban. Dunia tanpa kau harus bergegas mengejar waktu.
.
(Kau rindu akan kehidupan itu.
Kau merindukannya begitu dalam seolah-olah semuanya akan segera kau lupakan.
Kau merindukannya begitu dalam seolah-olah hal itu tidak pernah terjadi.
Kau merindukan kehidupan itu karena kehidupan itu tak pernah terjadi padamu.)
.
.
.
(Dan kau akhirnya berkata -- harus berkata -- pada dirimu sendiri, bahwa kehidupanmu sekarang jauh lebih indah daripada kehidupan yang kau rindukan.)
Monday, 10 April 2017
Gadis yang Kehilangan Sayap
Oleh:
Devi J. G. Sahati
Salah satu bagian dari Seri Gadis yang…
Langit cerah pernah dilintasi gadis itu. Malam
berbintang pernah ditatapnya dari atas permukaan tanah. Bersama dengan angin,
gadis itu terbang dengan mantap dan tanpa keraguan. Dia memang tak pernah bisa
terbang sampai bisa menggapai bulan di atas sana, namun fakta bahwa gadis itu
terbang adalah hal yang menakjubkan baginya. Begitu pula untuk orang-orang yang
berharga baginya.
Dari antara mereka semua, gadis itu adalah yang
pertama terbang dengan sayap hijaunya yang lembut. Rambutnya yang panjang
berkibar saat dia terbang melawan angin. Orang-orang lainnya mengikuti
instruksinya untuk dapat terbang dengan indah sepertinya. Gadis itu tetap
menjadi peri yang terbang paling cepat, tapi saat melihat orang-orang yang
disayanginya kini terbang bersamanya, gadis itu merasa tak ada yang lebih
menyenangkan dari hal itu.
Bertemu dengan peri-peri yang lain adalah pengalaman
yang hebat baginya. Bisa terbang juga beradu pedang dan sihir dengan mereka
adalah hal yang sangat berkesan baginya. Gadis itu terbang dengan tawa yang
bergema dengan indah. Gadis itu memang bukan objek atensi utama di dunia yang
mengenal dan tak mengenalnya, tapi dia tetap peri yang berharga bagi orang
lain, karena gadis itulah yang pertama menarik tangan mereka untuk mulai
mengepakkan sayap.
Monday, 13 March 2017
Gadis yang Terkurung dalam Dunia
Oleh: Devi J. G. Sahati
Based on
Sword Art Online by Kawahara Reki
And
.hack//G.U. by CyberConnect2 and Bandai Namco Games
Gadis itu mempunyai nama seperti salah satu jenis
permata. Tak ada yang tahu mengapa dia dan orang yang membawanya ke kastil itu
memilih nama itu, bukannya nama asli gadis itu. Mungkin karena nama asli gadis
itu juga dimiliki oleh seorang putri penuh energi yang tinggal di sebuah istana
yang sangat jauh. Tapi sang gadis menyukai nama barunya, dan baginya juga bagi
dunianya, itu saja sudah cukup.
Gadis itu tinggal di dalam sebuah kastil. Seseorang
membawanya ke sana pada suatu hari yang tak bisa diingatnya. Kastil itu kastil
yang indah, tapi tak mudah untuk keluar jika sudah masuk ke kastil itu. Kastil
itu sangat tinggi dan gadis itu tinggal di salah satu lantainya, lantai 99.
Bisa dibilang lantai itu adalah miliknya pribadi. Agak aneh karena gadis itu
tidak menyukai ketinggian. Tapi dari lantai itu dia bisa melihat 98 lantai yang
ada di bawahnya. Selain itu dia juga bisa turun ke lantai bawah sesuka hatinya.
Orang yang membawanya tak pernah ditemuinya setelah
dia tinggal di situ. Tapi gadis itu mengetahui orang itu sedang berada di lantai
berapa, hanya saja gadis itu tak punya keinginan kuat untuk bertemu dengannya.
Gadis itu menyukai kastil itu. Tapi dia juga membenci kastil itu di saat yang
bersamaan.
Tuesday, 7 March 2017
Diriku yang Bercerita Tentang Dunianya
Halo kepada semua orang yang mungkin akan membaca artikel
ini!
Entah sudah berapa lama aku tidak membuka blog ini. Sudah lewat beberapa tahun
semenjak terakhir mem-posting sesuatu
di blog ini. Bahkan kemungkinan besar aku sebenarnya tidak akan
menulis artikel apapun lagi di sini, tapi pada suatu hari di minggu yang telah
lewat, seorang teman lama mengatakan kalau dia sering menunggu artikelku di blog ini. Mungkin karena itulah aku
terpikir untuk menulis sesuatu di sini.
Menulis adalah sesuatu yang telah kulakukan selama beberapa
tahun terakhir. Blog ini adalah salah
satu sarana di mana hobiku ini tersalurkan. Tidak adanya aktivitas di blog ini bukan berarti aku tidak lagi
menulis. Memang, frekuensi menulisku tidak lagi sebanyak dulu. Entahlah, aku
juga tidak mengerti. Jika dibilang ide atau imajinasi untuk menulis sesuatu
menurun seiring bertambahnya usia, kurasa itu bukan alasan yang tepat. Aku selalu
punya imajinasi yang kuat dalam hal menulis. Jika dibilang banyak hal lain yang
harus diprioritaskan seperti bagaimana bersikap dan hidup sebagai orang yang
bertambah dewasa, kurasa itu juga bukan alasan yang tepat karena sejak dulu aku
adalah tipe orang yang memprioritaskan apa yang kusukai. Oh, aku baru saja
terpikir kalau dunia sepertinya berkonspirasi untuk membuatku berhenti. Astaga…
Subscribe to:
Comments (Atom)