Tuesday, 19 September 2017

Dunia Malam

Kau punya berbagai kehidupan yang kau jalani di malam hari. Ketika matahari tak lagi terlihat olehmu, langit menjadi gelap, dan titik-titik kecil yang memancarkan sinar mulai nampak di langit itu, kau mulai bersiap untuk masuk ke salah satu dunia pribadi milikmu.

Suatu malam kau berdiri di luar rumah, menatap ke langit dan akan langsung tersenyum karena langit sangat cerah dan pemandangan yang kau sukai terlihat dengan jelas. Kau selalu menyukai konstelasi bintang dan selalu berusaha mencari rasi bintang yang kau tahu. Ada Cassiopeia di suatu waktu. Di lain waktu kau melihat Scorpio, tepat di atas rumahmu. Kau akan bertahan di dunia itu sampai leher dan kepalamu sakit karena terus melihat ke atas. Jika langit saat itu mendung, kau akan kecewa dan segera keluar dari dunia itu.

Di waktu kau kecil dulu, ada satu dunia yang hampir setiap hari kau kukunjungi di malam hari. Dunia itu selalu penuh cintah kasih, dan kau tahu kau menyayangi dunia itu. Dunia di mana kau mengenal istilah hubungan dan ikatan. Kau tumbuh di dalam dan bersama dunia itu. Sekarang ini, banyak penduduk baru di dunia itu dan beberapa penduduk lama yang sudah tak ada. Tapi itu tak menghentikanmu menyayangi dunia itu.

Ada beberapa dunia yang tak hanya kau kunjungi malam hari, tapi mungkin malam menjadi waktu kunjungan paling intens. Salah satunya adalah perpustakaan penuh buku ajaib. Kau akan menghabiskan banyak sekali waktu menelusuri rak-rak di sana. Berpikir, menimbang, membolak-balik buku apa yang akan kau baca. Bahkan tak jarang kau hanya melamun menatap tumpukan buku. Kau akan membaca keajaiban yang disimpan dalam buku-buku di sana, kemudian kau akan merasa keajaiban itu merasuki dirimu. Di sana, kau mempelajari dunia lainnya. Mungkin perpustakaan itu bisa disebut 'Gerbang Dunia' bagimu?

Ada beberapa kesempatan di mana kau bisa menjelajahi dunia penuh lampu yang terang di malam hari. Tak terlalu sering, tapi tetap pernah. Kau awalnya akan sangat bersemangat. Namun, ketika sampai di dunia itu, kau akan mulai ragu dengan keramaian dunia itu. Tapi, pada akhirnya kau akan merasa bersyukur sudah bisa ke dunia itu.

Tentu saja kau akan tetap menjalani dunia 'normal', di mana kau akan mendekam duduk di meja tulismu dalam kamar. Kau akan mengerjakan yang menjadi kewajibanmu sebagai 'seseorang'. Bukan berarti kau terjebak. Seringkali kau kabur dan masuk ke dunia lain. Tapi, akhirnya kau akan kembali karena kau tahu itu adalah harga yang harus kau bayar untuk bisa masuk ke duniamu yang lain. Melelahkan, tapi kau akan berkata "Inilah jalannya." Menyebalkan, tapi kau akan berkata "Di baliknya menunggu yang kuinginkan." Maka, kau berusaha untuk semua itu, untuk semua duniamu.

Kau sebenarnya tak begitu memerlukan dunia di mana seorang ksatria di atas kuda yang gagah akan membawamu, tapi sayangnya kau selalu penuh keingintahuan, walaupun lebih sering disimpan di hati. Kau sering membayangkan dunia itu. Bukan hanya itu, ada begitu banyak dunia yang coba kau bayangkan. Hanya saja, tidak bisa rasanya membayangkan dunia itulah yang akan kau kunjungi suatu malam di suatu masa depan. Lagipula, kau cukup menikmati duniamu sekarang.

Malam juga merupakan waktu berkunjung ke suatu dunia yang sebenarnya kecil, tapi di sanalah kau akan menyaksikan banyak drama, ketegangan, petualangan, komedi, bahkan cintah dan kasih. Lalu, kau akan tertawa, kau akan menangis, kau akan berdebar-debar. Biasanya itu adalah malam di hari yang ringan. Karena jika itu adalah hari yang padat, kemungkinan besar kau tidak akan mengunjungi dunia itu.

Saat waktunya tidur, sebuah dunia akan kau singgahi. Dunia itu sampai saat ini menjadi dunia favoritmu. Saat kau menutup mata, mengunci tangan, dalam kegelapan kau akan menikmati kunjugan sesaatmu. Kedamaian selalu kau temukan di dunia itu, dan teman terbaikmu selalu menyambutmu, dan kau selalu siap dengan cerita panjangmu tentang berbagai dunia yang kau masuki, sementara temanmu selalu siap mendengarkanmu. Kau sering berkata padanya agar kau dapat mengerti sukacita kehidupan, dan rasanya kau mendengar balasannya. Tapi lalu kau akan keluar dari dunia itu, dan terlelap. Tapi, kau tahu semuanya akan baik-baik saja.

Sebelum malam berakhir, seringkali kau akan masuk ke suatu dunia tanpa kau sadari. Ada kalanya dunia yang sudah kau kenal, ada kalanya dunia baru. Suatu waktu, kau ingat pernah masuk ke dunia di mana terasa teror yang mencekam. Kau melihat orang-orang yang jahat yang membawamu bersama mereka. Lalu ada pertarungan yang berlangsung setelah itu. Sayangnya kau tak bisa mengingatnya secara jelas. Tapi pemandangan setelah itulah yang membuatmu terpukau dan terpahat dalam ingatanmu. Kau ditinggalkan mereka di sebuah padang bunga. Awalnya, bunga-bunga di situ tampak sudah mati. Tapi kemudian keajaiban terjadi. Semua bunga di sana seperti bangkit kembali, hidup dan mekar kembali. Kau ingat kau menatap bunga matahari yang kembali mekar, dan bunga itu terlihat membalas tatapanmu dan tersenyum. Sementara di belakangmu matahari mulai terbit dengan cepat, dan langit yang sebelumnya gelap berubah menjadi biru yang cerah. Dan kau pikir dunia itu takkan pernah kau lupakan.

Tapi, saat kau masih ingin menikmati dunia itu, kau tiba-tiba terlempar keluar. Dunia asalmu juga sudah menampakkan matahari yang terbit di ufuk timur. Malam telah berlalu. Dan kau bersiap untuk hari yang baru.

"Dunia apa yang akan kukunjungi nanti malam?"

No comments:

Post a Comment