Oleh:
Devi J. G. Sahati
Salah satu bagian dari Seri Gadis yang…
Langit cerah pernah dilintasi gadis itu. Malam
berbintang pernah ditatapnya dari atas permukaan tanah. Bersama dengan angin,
gadis itu terbang dengan mantap dan tanpa keraguan. Dia memang tak pernah bisa
terbang sampai bisa menggapai bulan di atas sana, namun fakta bahwa gadis itu
terbang adalah hal yang menakjubkan baginya. Begitu pula untuk orang-orang yang
berharga baginya.
Dari antara mereka semua, gadis itu adalah yang
pertama terbang dengan sayap hijaunya yang lembut. Rambutnya yang panjang
berkibar saat dia terbang melawan angin. Orang-orang lainnya mengikuti
instruksinya untuk dapat terbang dengan indah sepertinya. Gadis itu tetap
menjadi peri yang terbang paling cepat, tapi saat melihat orang-orang yang
disayanginya kini terbang bersamanya, gadis itu merasa tak ada yang lebih
menyenangkan dari hal itu.
Bertemu dengan peri-peri yang lain adalah pengalaman
yang hebat baginya. Bisa terbang juga beradu pedang dan sihir dengan mereka
adalah hal yang sangat berkesan baginya. Gadis itu terbang dengan tawa yang
bergema dengan indah. Gadis itu memang bukan objek atensi utama di dunia yang
mengenal dan tak mengenalnya, tapi dia tetap peri yang berharga bagi orang
lain, karena gadis itulah yang pertama menarik tangan mereka untuk mulai
mengepakkan sayap.
Dunianya mulai berkembang menjadi dunia yang lebih
luas lagi dengan segala petualangan yang menyenangkan, menyedihkan,
menyakitkan, mempesona, dan yang selalu membuat jantungnya berdebar-debar.
Tentu saja semua itu bukan berarti tanpa hambatan yang membuatnya ingin
berhenti saja dari segala hal yang berhubungan dengan terbang, tapi toh dia
tetap terbang dengan mantap. Dia mengepakkan sayapnya menuju luasnya langit.
.
Ada sesuatu yang berbeda pada hari itu. Angin membawa
perasaan yang aneh, terasa seperti sesuatu yang buruk akan terjadi. Mereka
mengetahui satu kisah di hari itu. Ada seorang putri dari para peri yang
terperangkap dalam sebuah menara. Putri itu tak bisa terbang karena terlahir
dengan sayap yang tak sempurna. Maka para pengikutnya merapalkan suatu sihir
yang membuatnya tidur panjang dan hanya akan bangun jika dia mendapatkan
seseorang untuk dikorbankan, untuk membangkitkan sayap yang baru baginya.
Pengorbanan itu akan menghasilkan kesedihan mendalam, keputusasaan, dan cara
pandang pada dunia yang berbeda. Dengan semua emosi itu, putri yang sudah
terlebih dulu merasakan semuanya jauh sebelum waktunya terhenti akan bisa
mendapatkan sayap yang sempurna. Di hari itu mereka mengetahui bahwa sang putri
sudah terbangun, dan para pengikutnya yang telah lama menghilang muncul kembali
untuk melihat putri mereka terbang untuk pertama kalinya.
Pertarungan tak dapat dihindari. Peri yang lain tentu
saja tak ingin diri mereka dan orang-orang yang disayanginya dikorbankan. Semua
menolak untuk menjadi orang yang dikorbankan. Lagipula, mereka bahkan tak
pernah mengenal sang putri, untuk apa mereka berkorban baginya? Sungguh tak
masuk akal!
Gadis itu juga bertarung. Dia bertarung bersama
teman-teman dan keluarganya. Sama seperti yang lain, mereka tak ingin salah
satu dari mereka dikorbankan. Pertarungan itu berlangsung sengit karena
banyaknya pengikut sang putri. Dan mereka adalah peri petarung yang hebat.
Bukan berarti gadis itu dan yang bersama dengannya tidak hebat. Teman-teman dan
keluarganya adalah ksatria, pahlawan yang sudah memenangkan pertarungan di
waktu-waktu sebelumnya. Mereka sama sekali tidak lemah. Tapi bukan berarti
pertarungan menjadi lebih mudah.
Gadis itu terpisah agak jauh dari yang lain, dia
berdiri di ujung tebing. Semuanya terjadi begitu cepat, disaksikan oleh
teman-teman dan keluarganya juga oleh musuh mereka. Gadis itu jatuh dari
tebing, punggungnya terhantam dengan bebatuan tajam yang mencuat dari dinding
tebing, dan berhasil mematahkan sayap sebelah kanannya. Yang lainnya berhasil
membuat musuh mereka mundur untuk sementara, tapi dengan bayaran yang begitu
mahal. Gadis itu tak bisa terbang lagi.
Rasa bersalah dan kesedihan membayangi mereka. Gadis
yang mereka sayangi tak bisa terbang dengan sayap yang patah, dan tak ada yang
bisa mereka lakukan. Sihir untuk menyembuhkan sayapnya begitu berat dan
berisiko, maka gadis itu tak mengizinkan salah satu temannya untuk
melakukannya. Salah satu temannya – yang namanya sama dengan salah satu permata
– adalah keberadaan yang penting untuk dunia itu, gadis itu tak ingin terjadi
apa-apa pada temannya. Maka dia membiarkan sayapnya.
Para musuh bukannya sudah menyerah, justru karena
kejadian tersebut mereka mengetahui kalau gadis itulah yang akan dikorbankan.
Sang putri memiliki seorang jenderal muda yang memimpin pengikut-pengikutnya.
Jenderal itu sebenarnya sudah pernah berbincang dengan gadis itu, dan kali ini
jenderal itu akan membuat hubungan itu lebih erat lagi. Dia pergi menemui gadis
itu dan menghabiskan waktu dengannya. Hal itu membuat gadis itu senang karena setelah
kejadian itu, suasana di sekitarnya selalu suram. Bertemu dengan sang jenderal membuatnya
bisa tersenyum senang lagi. Tentu saja gadis itu tak mengetahui identitas asli
sang jenderal. Hubungan mereka berkembang dari sekedar kenalan menjadi teman, dan
bukan tak mungkin menjadi lebih dari itu.
Jenderal itu juga bukannya tak menikmati semua itu.
Hanya saja dia tak bisa tak berpikir kalau hal itu akan berbahaya baginya.
Segala kesetiaannya hanya untuk sang putri, namun sekarang dia berada di sisi
gadis itu hampir setiap hari. Dia menepis pikiran aneh itu dengan mengingatkan
dirinya bahwa itu adalah langkah untuk membawa gadis itu ke tempat mereka. Tapi
sang jenderal tak bisa tidak terpesona dengan suara tawa gadis itu yang seakan
menggema memenuhi dunia. Suara tawanya yang begitu murni, sang jenderal tahu
gadis itulah satu-satunya yang akan dibawa ke hadapan sang putri peri.
Maka, sang jenderal terus menemui gadis itu. Tanpa
mengetahui tujuan sebenarnya dari sang jenderal, gadis itu terus tersenyum dan
merasa bahagia. Kesedihan karena kehilangan sayapnya perlahan memudar.
Pertarungan yang terjadi sebelumnya pun entah bagaimana sudah berakhir.
Kerusakan yang terjadi akibat pertarungan tersebut mulai diperbaiki. Teman
gadis itu, yang namanya seperti salah satu permata, mengerahkan kemampuannya
untuk memperbaiki dunia mereka.
Kehidupan mereka mulai kembali seperti semula. Tapi
kehidupan tersebut sekarang terlihat rapuh dan bisa hancur sekejab saja.
.
Gadis itu menerima perawatan dan selalu diawasi oleh
keluarga dan teman-temannya, baik itu di dunia di mana mereka bisa terbang,
maupun di dunia asal mereka. Kakaknya, sang ksatria hitam, menjadi begitu
protektif padanya. Gadis itu mulai merasa tidak nyaman akan segala perhatian
yang diberikan padanya. Dia memang senang dan berterima kasih atas semua itu,
namun dia tahu mereka menjadi terikat padanya dengan ikatan yang akan membuat
luka. Dan dia tahu kalau ikatan tersebut sudah mulai membuat mereka berdarah.
Apa yang sebelumnya terlihat akan hancur mulai
memunculkan tanda. Hari itu, mereka kembali dikejutkan dengan serangan dari
para pengikut sang putri peri. Pertarungan tak dapat dihindari. Ksatria hitam
yang saat itu menyadari kalau adiknya tidak bersama mereka mulai berlari
mencari gadis itu. Tapi, dia dihadang oleh musuh-musuh dan terpaksa harus
mengurungkan niatnya mencari gadis itu. Ksatria itu hanya bisa berdoa agar
adiknya tidak lagi terluka,
Gadis itu pada saat itu sedang bersama sang jenderal.
Mereka sedang berjalan di dekat danau agak jauh dari tempat pertarungan.
Walaupun begitu suara dari pertarungan menggema sampai ke tempat mereka. Gadis
itu sangat terkejut dan bingung. Dia yang sudah tak bisa terbang tidak tahu
harus berbuat apa untuk menuju tempat pertarungan. Gadis itu memutuskan untuk
berlari secepat mungkin, di mana sayapnya tak bisa digunakan lagi, kedua
kakinya masih bisa berlari. Kelebat-kelebat pertarungan yang lalu memenuhi kepalanya.
Ketakutan yang tak bisa dihindari menghinggapinya.
Dia berusaha untuk mengenyahkan pikiran-pikiran yang
tidak indah itu. Namun, belum sampai semeter dia berlari, sang jenderal muda
yang bersamanya tadi terbang melewatinya dan berhenti di depannya. Sang
jenderal berdiri menghalangi jalannya. Gadis itu terhenti, tak tahu apa yang
sebenanya terjadi. Gadis itu bertanya kenapa sang jenderal menghalanginya, dan
sang jenderal dengan dinginnya (pertama kalinya gadis itu melihat sisi itu)
menjawab dia tak akan membiarkan gadis itu ikut dalam pertarungan, bahwa dia
punya tanggung jawab untuk menjaga sang gadis dan membawanya ke hadapan sang
putri.
Gadis itu tak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia
tak mengerti, atau mungkin dia tak mau mengerti. Sang jenderal adalah salah
satu dari pasukan sang putri?! Gadis itu sudah beberapa kali terlibat dalam
pertarungan, instingnya mengatakan dia harus lari dari jenderal ini. Walaupun
hatinya tak ingin percaya bahwa jenderal yang begitu baik menemaninya beberapa
harinya ini adalah musuhnya, dia bukan seorang gadis yang naif.
Gadis itu berbalik ke belakang dan berlari menjauh,
namun sang jenderal juga bukanlah peri biasa. Sang jenderal dengan mudah
menggunakan sihirnya dan memerangkap sang gadis sehingga dia tak bisa lari ke
manapun. Gadis itu menjerit, berusaha melepaskan diri. Dia mencoba menggunakan
sihirnya untuk melepaskan diri. Tapi sihir sang jenderal begitu kuat, dia tak
bisa melepaskan diri.
Jenderal itu berjalan mendekatinya dan dia tahu itu
bukan hal yang baik. “Demi sang putri, demi tahun-tahun kelam yang kami lalui,
kau harus ikut denganku,” begitu kata sang jenderal.
Gadis itu tak menyerah begitu saja. Dia menjerit
meminta jenderal itu untuk melepaskannya. Segenap kekuatannya dia kerahkan
untuk lepas dari jeratan sihir sang jenderal. Namun, kekuatan jenderal itu
jelas jauh lebih tinggi darinya. Setelah jenderal itu berkata kalau dia akan
dibawa ke kastil mereka, gadis itu perlahan melihat kegelapan. Hal terakhir
yang dipikirkannya adalah kakak dan teman-temannya.
.
Sang jenderal memperhatikan sang gadis yang telah
kehilangan kesadaran dalam sangkar sihirnya. Dia memperhatikan dengan seksama
dalam diam. Bagaimana kerutan di dahi gadis itu, wajah pucatnya, rambutnya yang
biasanya diikat telah terurai akibat perlawanannya, dan bagaimana ada perasaan
aneh yang menyusup dalam hatinya.
Jenderal itu mengernyit tak suka. Perasaan seperti itu
tak diperlukan! Tak ada yang bisa menghentikan ambisi mereka sejak lama, ambisi
yang telah melewati tahun-tahun kelam dalam penantian tanpa cahaya. Bagi
mereka, putri mereka adalah cahaya mereka. Saat sang putri tertidur, cahaya
mereka juga meredup. Sekarang, ketika cahaya itu telah terbangun, mereka akan
memastikan cahaya itu tetap bersinar, bahkan lebih besar lagi sinarnya.
Bunyi-bunyi dari pertarungan yang disebabkan peri-peri
bawahannya di tempat lain mengalihkan perhatiannya dari sang gadis. Waktunya
menyudahi pertarungan itu. Gadis itu sudah didapatkannya. Tak ada lagi
urusannya berada di sini. Jenderal itu melenyapkan kurungan sihirnya dan
mengeluarkan sebuah kristal. Kemudian, dia mengangkat gadis itu dan mengucapkan
suatu mantra yang membuat kristalnya bersinar. Sesaat kemudian mereka lenyap
ditelan cahaya meyilaukan, meninggalkan danau yang beriak karena gema bunyi
pertarungan yang sampai ke sana.
.
Gadis itu pernah melintasi langit cerah. Dia pernah
menatap langit malam berbintang, bahkan pernah menari di udara ditemani sinar
rembulan. Dia memang tak pernah bisa terbang sampai bisa menggapai bulan di
atas sana, namun fakta bahwa gadis itu terbang adalah hal yang menakjubkan
baginya. Begitu pula untuk orang-orang yang berharga baginya.
Tak ada yang menyangka kalau gadis itu akan kehilangan
itu semua. Hari-hari dengan tawa riang di udara tidak ada lagi. Tarian di langit
malam tidak akan dilakukan lagi. Gadis itu telah dibawa untuk menjadi tumbal
seorang putri yang tak pernah merasakan semua hal itu. Seakan-akan semua hal
yang pernah dialami oleh gadis itu adalah takdir yang tak pernah tergapai untuk
sang putri. Dan sekarang sang putri berniat untuk merebut takdir itu dengan
membuat sang gadis merasakan bagaimana kehidupan yang dijalani sang putri.
Tapi kehidupan itu masih akan berlanjut. Perebutan
takdir itu baru saja dimulai.
.
.
.
.
.
Finish
Cerita Dibalik Cerita
Seperti
yang telah dikatakan sebelumnya, Gadis yang Terkurung dalam Dunia mempunyai prequel dan sequel. Seri ini akan berpusat pada cerita tersebut yang didasari
oleh dua karya, yaitu Sword Art Online
dan .hack//G.U. Dikatakan seperti itu, sebenarnya seri ini hanya menggunakan
konsep dunianya, beberapa kejadian penting, dan bayangan dari beberapa karakter,
selebihnya adalah imajinasi dan keinginan seorang Devi. Tidak semua cerita
mempunyai gadis permata sebagai sorot utamanya, namun akan ada beberapa bagian
dan karakter lain yang akan disorot sebagai hasil dari benang merah yang
mengikat gadis permata dengan dunia-dunianya. Cerita ini adalah salah satunya.
Cerita
ini adalah salah satu sequel yang
mengambil waktu beberapa tahun setelah Gadis yang Terkurung dalam Dunia. Semua
cerita di seri ini tidak akan dibuat teratur dari segi waktu kejadian,
melainkan ‘melompat-lompat’. Besar kemungkinan ada dunia baru untuk seri ini
yang didasari dari karya lainnya. Namun, intinya adalah bagaimana seorang gadis
bersama dengan teman-temannya mempertahankan dunia milik mereka.
No comments:
Post a Comment