Monday, 10 April 2017

Gadis yang Kehilangan Sayap

Oleh: Devi J. G. Sahati
Salah satu bagian dari Seri Gadis yang…

Langit cerah pernah dilintasi gadis itu. Malam berbintang pernah ditatapnya dari atas permukaan tanah. Bersama dengan angin, gadis itu terbang dengan mantap dan tanpa keraguan. Dia memang tak pernah bisa terbang sampai bisa menggapai bulan di atas sana, namun fakta bahwa gadis itu terbang adalah hal yang menakjubkan baginya. Begitu pula untuk orang-orang yang berharga baginya.
Dari antara mereka semua, gadis itu adalah yang pertama terbang dengan sayap hijaunya yang lembut. Rambutnya yang panjang berkibar saat dia terbang melawan angin. Orang-orang lainnya mengikuti instruksinya untuk dapat terbang dengan indah sepertinya. Gadis itu tetap menjadi peri yang terbang paling cepat, tapi saat melihat orang-orang yang disayanginya kini terbang bersamanya, gadis itu merasa tak ada yang lebih menyenangkan dari hal itu.
Bertemu dengan peri-peri yang lain adalah pengalaman yang hebat baginya. Bisa terbang juga beradu pedang dan sihir dengan mereka adalah hal yang sangat berkesan baginya. Gadis itu terbang dengan tawa yang bergema dengan indah. Gadis itu memang bukan objek atensi utama di dunia yang mengenal dan tak mengenalnya, tapi dia tetap peri yang berharga bagi orang lain, karena gadis itulah yang pertama menarik tangan mereka untuk mulai mengepakkan sayap.


Dunianya mulai berkembang menjadi dunia yang lebih luas lagi dengan segala petualangan yang menyenangkan, menyedihkan, menyakitkan, mempesona, dan yang selalu membuat jantungnya berdebar-debar. Tentu saja semua itu bukan berarti tanpa hambatan yang membuatnya ingin berhenti saja dari segala hal yang berhubungan dengan terbang, tapi toh dia tetap terbang dengan mantap. Dia mengepakkan sayapnya menuju luasnya langit.
.
Ada sesuatu yang berbeda pada hari itu. Angin membawa perasaan yang aneh, terasa seperti sesuatu yang buruk akan terjadi. Mereka mengetahui satu kisah di hari itu. Ada seorang putri dari para peri yang terperangkap dalam sebuah menara. Putri itu tak bisa terbang karena terlahir dengan sayap yang tak sempurna. Maka para pengikutnya merapalkan suatu sihir yang membuatnya tidur panjang dan hanya akan bangun jika dia mendapatkan seseorang untuk dikorbankan, untuk membangkitkan sayap yang baru baginya. Pengorbanan itu akan menghasilkan kesedihan mendalam, keputusasaan, dan cara pandang pada dunia yang berbeda. Dengan semua emosi itu, putri yang sudah terlebih dulu merasakan semuanya jauh sebelum waktunya terhenti akan bisa mendapatkan sayap yang sempurna. Di hari itu mereka mengetahui bahwa sang putri sudah terbangun, dan para pengikutnya yang telah lama menghilang muncul kembali untuk melihat putri mereka terbang untuk pertama kalinya.
Pertarungan tak dapat dihindari. Peri yang lain tentu saja tak ingin diri mereka dan orang-orang yang disayanginya dikorbankan. Semua menolak untuk menjadi orang yang dikorbankan. Lagipula, mereka bahkan tak pernah mengenal sang putri, untuk apa mereka berkorban baginya? Sungguh tak masuk akal!
Gadis itu juga bertarung. Dia bertarung bersama teman-teman dan keluarganya. Sama seperti yang lain, mereka tak ingin salah satu dari mereka dikorbankan. Pertarungan itu berlangsung sengit karena banyaknya pengikut sang putri. Dan mereka adalah peri petarung yang hebat. Bukan berarti gadis itu dan yang bersama dengannya tidak hebat. Teman-teman dan keluarganya adalah ksatria, pahlawan yang sudah memenangkan pertarungan di waktu-waktu sebelumnya. Mereka sama sekali tidak lemah. Tapi bukan berarti pertarungan menjadi lebih mudah.
Gadis itu terpisah agak jauh dari yang lain, dia berdiri di ujung tebing. Semuanya terjadi begitu cepat, disaksikan oleh teman-teman dan keluarganya juga oleh musuh mereka. Gadis itu jatuh dari tebing, punggungnya terhantam dengan bebatuan tajam yang mencuat dari dinding tebing, dan berhasil mematahkan sayap sebelah kanannya. Yang lainnya berhasil membuat musuh mereka mundur untuk sementara, tapi dengan bayaran yang begitu mahal. Gadis itu tak bisa terbang lagi.
Rasa bersalah dan kesedihan membayangi mereka. Gadis yang mereka sayangi tak bisa terbang dengan sayap yang patah, dan tak ada yang bisa mereka lakukan. Sihir untuk menyembuhkan sayapnya begitu berat dan berisiko, maka gadis itu tak mengizinkan salah satu temannya untuk melakukannya. Salah satu temannya – yang namanya sama dengan salah satu permata – adalah keberadaan yang penting untuk dunia itu, gadis itu tak ingin terjadi apa-apa pada temannya. Maka dia membiarkan sayapnya.
Para musuh bukannya sudah menyerah, justru karena kejadian tersebut mereka mengetahui kalau gadis itulah yang akan dikorbankan. Sang putri memiliki seorang jenderal muda yang memimpin pengikut-pengikutnya. Jenderal itu sebenarnya sudah pernah berbincang dengan gadis itu, dan kali ini jenderal itu akan membuat hubungan itu lebih erat lagi. Dia pergi menemui gadis itu dan menghabiskan waktu dengannya. Hal itu membuat gadis itu senang karena setelah kejadian itu, suasana di sekitarnya selalu suram. Bertemu dengan sang jenderal membuatnya bisa tersenyum senang lagi. Tentu saja gadis itu tak mengetahui identitas asli sang jenderal. Hubungan mereka berkembang dari sekedar kenalan menjadi teman, dan bukan tak mungkin menjadi lebih dari itu.
Jenderal itu juga bukannya tak menikmati semua itu. Hanya saja dia tak bisa tak berpikir kalau hal itu akan berbahaya baginya. Segala kesetiaannya hanya untuk sang putri, namun sekarang dia berada di sisi gadis itu hampir setiap hari. Dia menepis pikiran aneh itu dengan mengingatkan dirinya bahwa itu adalah langkah untuk membawa gadis itu ke tempat mereka. Tapi sang jenderal tak bisa tidak terpesona dengan suara tawa gadis itu yang seakan menggema memenuhi dunia. Suara tawanya yang begitu murni, sang jenderal tahu gadis itulah satu-satunya yang akan dibawa ke hadapan sang putri peri.
Maka, sang jenderal terus menemui gadis itu. Tanpa mengetahui tujuan sebenarnya dari sang jenderal, gadis itu terus tersenyum dan merasa bahagia. Kesedihan karena kehilangan sayapnya perlahan memudar. Pertarungan yang terjadi sebelumnya pun entah bagaimana sudah berakhir. Kerusakan yang terjadi akibat pertarungan tersebut mulai diperbaiki. Teman gadis itu, yang namanya seperti salah satu permata, mengerahkan kemampuannya untuk memperbaiki dunia mereka.
Kehidupan mereka mulai kembali seperti semula. Tapi kehidupan tersebut sekarang terlihat rapuh dan bisa hancur sekejab saja.
.
Gadis itu menerima perawatan dan selalu diawasi oleh keluarga dan teman-temannya, baik itu di dunia di mana mereka bisa terbang, maupun di dunia asal mereka. Kakaknya, sang ksatria hitam, menjadi begitu protektif padanya. Gadis itu mulai merasa tidak nyaman akan segala perhatian yang diberikan padanya. Dia memang senang dan berterima kasih atas semua itu, namun dia tahu mereka menjadi terikat padanya dengan ikatan yang akan membuat luka. Dan dia tahu kalau ikatan tersebut sudah mulai membuat mereka berdarah.
Apa yang sebelumnya terlihat akan hancur mulai memunculkan tanda. Hari itu, mereka kembali dikejutkan dengan serangan dari para pengikut sang putri peri. Pertarungan tak dapat dihindari. Ksatria hitam yang saat itu menyadari kalau adiknya tidak bersama mereka mulai berlari mencari gadis itu. Tapi, dia dihadang oleh musuh-musuh dan terpaksa harus mengurungkan niatnya mencari gadis itu. Ksatria itu hanya bisa berdoa agar adiknya tidak lagi terluka,
Gadis itu pada saat itu sedang bersama sang jenderal. Mereka sedang berjalan di dekat danau agak jauh dari tempat pertarungan. Walaupun begitu suara dari pertarungan menggema sampai ke tempat mereka. Gadis itu sangat terkejut dan bingung. Dia yang sudah tak bisa terbang tidak tahu harus berbuat apa untuk menuju tempat pertarungan. Gadis itu memutuskan untuk berlari secepat mungkin, di mana sayapnya tak bisa digunakan lagi, kedua kakinya masih bisa berlari. Kelebat-kelebat pertarungan yang lalu memenuhi kepalanya. Ketakutan yang tak bisa dihindari menghinggapinya.
Dia berusaha untuk mengenyahkan pikiran-pikiran yang tidak indah itu. Namun, belum sampai semeter dia berlari, sang jenderal muda yang bersamanya tadi terbang melewatinya dan berhenti di depannya. Sang jenderal berdiri menghalangi jalannya. Gadis itu terhenti, tak tahu apa yang sebenanya terjadi. Gadis itu bertanya kenapa sang jenderal menghalanginya, dan sang jenderal dengan dinginnya (pertama kalinya gadis itu melihat sisi itu) menjawab dia tak akan membiarkan gadis itu ikut dalam pertarungan, bahwa dia punya tanggung jawab untuk menjaga sang gadis dan membawanya ke hadapan sang putri.
Gadis itu tak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia tak mengerti, atau mungkin dia tak mau mengerti. Sang jenderal adalah salah satu dari pasukan sang putri?! Gadis itu sudah beberapa kali terlibat dalam pertarungan, instingnya mengatakan dia harus lari dari jenderal ini. Walaupun hatinya tak ingin percaya bahwa jenderal yang begitu baik menemaninya beberapa harinya ini adalah musuhnya, dia bukan seorang gadis yang naif.
Gadis itu berbalik ke belakang dan berlari menjauh, namun sang jenderal juga bukanlah peri biasa. Sang jenderal dengan mudah menggunakan sihirnya dan memerangkap sang gadis sehingga dia tak bisa lari ke manapun. Gadis itu menjerit, berusaha melepaskan diri. Dia mencoba menggunakan sihirnya untuk melepaskan diri. Tapi sihir sang jenderal begitu kuat, dia tak bisa melepaskan diri.
Jenderal itu berjalan mendekatinya dan dia tahu itu bukan hal yang baik. “Demi sang putri, demi tahun-tahun kelam yang kami lalui, kau harus ikut denganku,” begitu kata sang jenderal.
Gadis itu tak menyerah begitu saja. Dia menjerit meminta jenderal itu untuk melepaskannya. Segenap kekuatannya dia kerahkan untuk lepas dari jeratan sihir sang jenderal. Namun, kekuatan jenderal itu jelas jauh lebih tinggi darinya. Setelah jenderal itu berkata kalau dia akan dibawa ke kastil mereka, gadis itu perlahan melihat kegelapan. Hal terakhir yang dipikirkannya adalah kakak dan teman-temannya.
.
Sang jenderal memperhatikan sang gadis yang telah kehilangan kesadaran dalam sangkar sihirnya. Dia memperhatikan dengan seksama dalam diam. Bagaimana kerutan di dahi gadis itu, wajah pucatnya, rambutnya yang biasanya diikat telah terurai akibat perlawanannya, dan bagaimana ada perasaan aneh yang menyusup dalam hatinya.
Jenderal itu mengernyit tak suka. Perasaan seperti itu tak diperlukan! Tak ada yang bisa menghentikan ambisi mereka sejak lama, ambisi yang telah melewati tahun-tahun kelam dalam penantian tanpa cahaya. Bagi mereka, putri mereka adalah cahaya mereka. Saat sang putri tertidur, cahaya mereka juga meredup. Sekarang, ketika cahaya itu telah terbangun, mereka akan memastikan cahaya itu tetap bersinar, bahkan lebih besar lagi sinarnya.
Bunyi-bunyi dari pertarungan yang disebabkan peri-peri bawahannya di tempat lain mengalihkan perhatiannya dari sang gadis. Waktunya menyudahi pertarungan itu. Gadis itu sudah didapatkannya. Tak ada lagi urusannya berada di sini. Jenderal itu melenyapkan kurungan sihirnya dan mengeluarkan sebuah kristal. Kemudian, dia mengangkat gadis itu dan mengucapkan suatu mantra yang membuat kristalnya bersinar. Sesaat kemudian mereka lenyap ditelan cahaya meyilaukan, meninggalkan danau yang beriak karena gema bunyi pertarungan yang sampai ke sana.
.
Gadis itu pernah melintasi langit cerah. Dia pernah menatap langit malam berbintang, bahkan pernah menari di udara ditemani sinar rembulan. Dia memang tak pernah bisa terbang sampai bisa menggapai bulan di atas sana, namun fakta bahwa gadis itu terbang adalah hal yang menakjubkan baginya. Begitu pula untuk orang-orang yang berharga baginya.
Tak ada yang menyangka kalau gadis itu akan kehilangan itu semua. Hari-hari dengan tawa riang di udara tidak ada lagi. Tarian di langit malam tidak akan dilakukan lagi. Gadis itu telah dibawa untuk menjadi tumbal seorang putri yang tak pernah merasakan semua hal itu. Seakan-akan semua hal yang pernah dialami oleh gadis itu adalah takdir yang tak pernah tergapai untuk sang putri. Dan sekarang sang putri berniat untuk merebut takdir itu dengan membuat sang gadis merasakan bagaimana kehidupan yang dijalani sang putri.
Tapi kehidupan itu masih akan berlanjut. Perebutan takdir itu baru saja dimulai.
.
.
.
.
.
Finish


Cerita Dibalik Cerita
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Gadis yang Terkurung dalam Dunia mempunyai prequel dan sequel. Seri ini akan berpusat pada cerita tersebut yang didasari oleh dua karya, yaitu Sword Art Online dan .hack//G.U. Dikatakan seperti itu, sebenarnya seri ini hanya menggunakan konsep dunianya, beberapa kejadian penting, dan bayangan dari beberapa karakter, selebihnya adalah imajinasi dan keinginan seorang Devi. Tidak semua cerita mempunyai gadis permata sebagai sorot utamanya, namun akan ada beberapa bagian dan karakter lain yang akan disorot sebagai hasil dari benang merah yang mengikat gadis permata dengan dunia-dunianya. Cerita ini adalah salah satunya.

Cerita ini adalah salah satu sequel yang mengambil waktu beberapa tahun setelah Gadis yang Terkurung dalam Dunia. Semua cerita di seri ini tidak akan dibuat teratur dari segi waktu kejadian, melainkan ‘melompat-lompat’. Besar kemungkinan ada dunia baru untuk seri ini yang didasari dari karya lainnya. Namun, intinya adalah bagaimana seorang gadis bersama dengan teman-temannya mempertahankan dunia milik mereka.

No comments:

Post a Comment