Oleh: Devi J. G. Sahati
Based on
Sword Art Online by Kawahara Reki
And
.hack//G.U. by CyberConnect2 and Bandai Namco Games
Gadis itu mempunyai nama seperti salah satu jenis
permata. Tak ada yang tahu mengapa dia dan orang yang membawanya ke kastil itu
memilih nama itu, bukannya nama asli gadis itu. Mungkin karena nama asli gadis
itu juga dimiliki oleh seorang putri penuh energi yang tinggal di sebuah istana
yang sangat jauh. Tapi sang gadis menyukai nama barunya, dan baginya juga bagi
dunianya, itu saja sudah cukup.
Gadis itu tinggal di dalam sebuah kastil. Seseorang
membawanya ke sana pada suatu hari yang tak bisa diingatnya. Kastil itu kastil
yang indah, tapi tak mudah untuk keluar jika sudah masuk ke kastil itu. Kastil
itu sangat tinggi dan gadis itu tinggal di salah satu lantainya, lantai 99.
Bisa dibilang lantai itu adalah miliknya pribadi. Agak aneh karena gadis itu
tidak menyukai ketinggian. Tapi dari lantai itu dia bisa melihat 98 lantai yang
ada di bawahnya. Selain itu dia juga bisa turun ke lantai bawah sesuka hatinya.
Orang yang membawanya tak pernah ditemuinya setelah
dia tinggal di situ. Tapi gadis itu mengetahui orang itu sedang berada di lantai
berapa, hanya saja gadis itu tak punya keinginan kuat untuk bertemu dengannya.
Gadis itu menyukai kastil itu. Tapi dia juga membenci kastil itu di saat yang
bersamaan.
Hari-hari yang dilaluinya dihabiskan untuk menjelajahi
setiap lantai kastil, kecuali lantai di atas lantai 99 – entah berapa lantai
yang ada di atasnya. Dia menyukai segala hal-hal tak biasa yang ditemuinya di
kastil itu, begitu pula semua pertemuan dengan orang-orang yang tinggal di
sana. Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah seorang ksatria yang
memiliki pedang hitam.
“Ksatria itu berbeda,” begitu pikirnya.
Dan gadis itu terus memperhatikan ksatria itu sampai
akhirnya dia bertemu dengan orang yang membawanya ke kastil itu.
Gadis itu menghabiskan waktunya setelah itu hanya
berdiam diri di lantai 99. Dia memperhatikan semua yang terjadi di lantai bawah
setiap hari, termasuk ksatria berpedang hitam kesukaannya. Ksatria itu ingin
naik ke lantai paling atas, maka gadis itu menunggu karena jika ingin ke sana,
maka pasti akan melewati lantai tempatnya tinggal.
Tapi apa yang diinginkan gadis itu tak pernah terkabul
karena kastil itu hancur. Kastil itu hancur perlahan tapi pasti dalam satu
hari. Mulai runtuh dari lantai paling bawah sampai lantai paling atas. Dan
gadis itu menyaksikan kehancuran dunianya sampai yang bisa dilihatnya adalah
warna hitam pekat.
.
Gadis yang bernama sama dengan salah satu jenis
permata itu tertidur dalam waktu yang cukup lama. Hingga suatu hari dunia aneh
lainnya menariknya ke dalamnya.
Awalnya yang bisa dilihat gadis itu hanyalah warna
biru yang menyakitkan mata. Tapi perlahan dia bisa membuka matanya dengan
normal, dan apa yang dilihatnya adalah dunia lain yang membuatnya terdiam
sesaat. Orang-orang yang ada di situ hanya mengacuhkannya dan sibuk dengan urusan
masing-masing. Dan gadis itu mulai ketakutan karena dunia yang asing itu.
Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghampiri dirinya.
Pemuda itu terlihat tidak ramah, justru terkesan dingin dan pemarah. Tapi
pemuda itu menghampiri dan menyapanya. Dan gadis itu pun mengetahui dunia apa
yang sedang dilihatnya. Baginya itu sesuatu yang menakjubkan.
Pemuda itu mengajaknya untuk keluar dan melihat dunia
itu lebih jauh. Gadis itu akhirnya tersadar kalau mereka ada dalam sebuah
bangunan – yang sangat besar dilihat dari besarnya gerbang depan yang ada tak
jauh dari tempat mereka berdiri. Gadis itu takut. Tapi pemuda itu tak
membiarkannya terlarut dalam rasa asing itu. Pemuda itu menarik tangannya dan
membawanya melewati gerbang besar itu.
Yang didapati gadis itu begitu melewati gerbang adalah
dunia dengan langit orange yang
begitu memikat. Ada banyak orang berlalu-lalang di depan bangunan tadi. Sebuah
kota yang ramai dengan apapun itu yang dilakukan orang-orang yang berada di
situ. Tapi yang menarik seluruh atensi gadis itu adalah langitnya. Langit
berwarna orange yang sama sekali
tidak membawa perasaan sepi, melainkan begitu indah dan membawa perasaan hangat
yang menyenangkan.
Gadis itu menoleh ke arah pemuda tadi. Berbanding
terbalik dengan ksatria kesayangannya dulu, pemuda itu berambut perak dan
membawa sabit. Tapi anehnya gadis itu tak takut dengan sabit itu. Pemuda itu
balas menatapnya, dan apa yang diucapkannya tidak akan pernah dilupakan oleh
gadis itu.
“Welcome to The World.”
.
Dunia itu tidak hanya memiliki langit orange yang indah, tapi juga langit
siang yang cerah dan malam yang berkilauan. Ada langit sore yang tenang, ada
langit gelap yang penuh badai. Ada banyak corak langit yang dilihat gadis itu
semenjak datang ke dunia itu. Gadis itu bahkan sudah mempunyai beberapa tempat
kesukaan untuknya hanya berdiam diri. Terkadang dia sendiri di sana, terkadang
dengan pemuda perak, dan terkadang dengan orang-orang menyenangkan yang telah
dikenalnya.
Orang-orang yang dikenalnya bermacam-macam, dan dia
bisa tertawa dan bercanda bersama mereka. Tapi gadis itu paling dekat dengan
pemuda perak yang mengenalkannya pada dunia itu. Gadis itu perlahan mulai
menyayangi pemuda itu. Tapi gadis itu tahu bahwa pemuda itu membawa kebencian
bersama dirinya dalam dunia itu. Kebencian yang mengekang pemuda itu, dan
terkadang membuat gadis itu bersedih.
Gadis itu menyadari kalau beberapa orang yang
dikenalnya, termasuk pemuda perak, adalah orang-orang yang berbeda, mereka
istimewa. Mereka istimewa karena mempunyai sesuatu yang tak dipunyai orang
lain. Dan gadis itu pun tak bisa mengelak kalau dia sendiri juga berbeda,
karena dia tidak berasal dari dunia itu. Bukan hanya itu, dia juga tidak bisa
terus berada di dunia itu. Gadis itu menangis dalam diam.
Dunia itu bergetar. Gadis itu sering melihat goresan
dan retak pada tempat-tempat khusus yang tak bisa dimasuki dengan bebas.
Retakan itu adalah bukti kalau dunia itu sedang dihancurkan dari dalam. Gadis
itu mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya, dia selalu mempunyai kemampuan
untuk mengetahuinya. Dia tahu kalau yang bisa memperbaiki semuanya adalah
orang-orang yang istimewa itu.
Gadis itu ingin bisa berteman baik dengan mereka. Tapi
tidak semuanya mau membuka diri pada orang lain. Karena itu gadis itu sangat
bersyukur pemuda perak mau membuka dirinya pada gadis itu. Gadis itu pernah
hampir menghilang, tapi pemuda perak tak pernah membiarkannya. Pemuda perak itu
menggenggam erat tangannya, tak membiarkannya terlepas dan menghilang. Gadis
itu bahagia karena dirinya dapat terus berada di samping pemuda itu, dalam
dunia dengan langit orange yang
dicintainya.
Namun, kebencian dalam diri permuda itu terus
bertambah – gadis itu akhirnya mengetahui kalau kebencian itu berasal dari
sesuatu yang hilang – seiring dengan pertarungannya untuk mendapatkan hal yang
pernah hilang. Bukan hanya kebencian, pemuda itu sudah kembali membuka hatinya
yang pernah tertutup untuk kebahagian yang berasal dari kebersamaan. Tapi
kebahagiaan tentunya selalu mempunyai risiko kesedihan. Pemuda itu juga
menanggung kesedihan atas apa yang dimilikinya.
Kebenaran yang terkuak setelahnya adalah yang hampir
menghancurkan pemuda itu. Yang bisa dilakukan gadis itu saat itu hanyalah
berdoa agar pemuda perak yang sudah disayanginya itu mampu melewati apa yang
ada di depannya. Sangat berat beban dari kebenaran itu. Pemuda itu menghadapi
kenyataan bahwa apa yang telah mengambil sesuatu darinya dulu adalah apa yang
berharga baginya. Pemuda itu berteriak melampiaskan perasaannya dan gadis itu
kembali menangis dalam diam.
Sesuatu yang berharga berubah menjadi sesuatu yang
harus dikalahkan. Pemuda perak juga orang-orang – yang istimewa – lainnya
bertarung dengan didampingi keistimewaan mereka. Pertarungan yang berasal dari
kebenaran yang menyakitkan membuka kebenaran lainnya. Kebenaran itu membuat
mereka tak tahu apa yang harus dikatakan. Orang yang harus dikalahkan memang
kalah, tapi dia membuat dunia itu menjadi lebih rusak.
Pemuda itu hampir menghilang jika gadis itu dan
seorang temannya tidak menyelematkannya. Pemuda perak terbangun dari
ketidaksadarannya pasca pertarungan dan melihat bahwa dia berada di tempat yang
tak biasa dari dunia itu. Akhirnya sang gadis, pemuda perak, dan beberapa orang
istimewa tinggal di tempat itu.
Gadis itu menyadari bahwa orang yang mereka kalahkan
tak punya maksud untuk menghancurkan dunia itu. Kebenaran yang mereka ketahui
saat pertarungan membuat mereka tak bisa menyalahkan orang itu. Orang itu juga
kehilangan sesuatu yang berharga, dan apa yang berharga akan didapatkan kembali
dengan cara apapun. Tapi gadis itu menyayangi dunia itu, dan walaupun dia tidak
bisa tinggal selamanya di sana, dia akan melakukan apapun untuk mempertahankan
dunia itu.
Mereka semua berjuang keras memperbaiki keadaan dunia,
namun bukan berarti usaha mereka tidak punya risiko. Semua yang tinggal dalam
dunia itu tidak akan sanggup menahan keretakan dunia yang terjadi secara
bersamaan, hasil dari memperbaiki kembali dunia itu. Dunia itu akan mengalami
keretakan secara luas terlebih dahulu sebelum retakan itu hilang dan dunia akan
seperti sebelum ada goresan apapun.
Sejak awal gadis itu sudah tahu kalau dia terkurung
dalam dunia-dunia yang pernah dimasukinya. Dunia di mana ada kastil yang sangat
tinggi, dunia di mana langit orange
begitu indah dan mempesona untuk dipandang. Kedua dunia itu mengurungnya dan tidak
membiarkannya keluar. Gadis itu bisa keluar hanya karena usaha dari orang-orang
lain yang juga tinggal di dunia itu. Tapi gadis itu mencintai dunia-dunia yang
sudah mengurungnya. Dia tidak ingin kehilangan dunia itu.
Maka, gadis itu memilih untuk melindungi dunia
berlangit orange yang retak itu.
Beban yang akan ditanggung semua orang saat keretakan terjadi ditanggung
sendiri olehnya. Rasanya sakit sekali! Seluruh tubuhnya terasa akan terkoyak
dan rusak. Namun, gadis itu menahannya dalam diam. Dia membayangkan sekarang
pemuda peraknya dan teman-temannya yang lain juga sedang berjuang di tempat
lain. Maka, gadis itu bertahan, bahkan saat wajah sebelah kanannya hancur.
Ketika dunia berhenti bergetar, gadis itu tak lagi
mampu menahan beban dan tertidur sambil membawa rasa sakit. Dalam mimpinya, dia
melihat pemuda perak sedang berbicara dengan orang yang dulu pernah menjadi
seorang yang berharga. Orang itu pada kenyataannya hanyalah sisa eksistensi
yang akan segera menghilang. Pemuda itu bersedih karenanya. Dan gadis itu
kembali menutup mata sembari berdoa untuk kebahagiaan semua orang.
Ketika dia membuka matanya, dunia sudah kembali
seperti semula. Pemuda perak dan temannya yang lain terkejut saat melihat
setengah wajahnya hancur. Tapi gadis itu hanya tersenyum sambil menyambut
kedatangan mereka. Mereka menang, mereka berhasil, dan dunia yang dicintainya
telah diselamatkan.
.
Gadis itu sudah harus kembali ke dunia asalnya. Dunia
di mana dia hanya seorang gadis biasa, bukan permata tahta lantai 99, bukan
gadis yang menemani pemuda perak. Hanya gadis biasa. Dia tidak ingin bersedih
karena ada banyak sekali yang telah didapatkannya. Salah satunya adalah
kesempatan untuk bertemu kembali dengan ksatria hitam. Pemuda perak ternyata
mengenal ksatria hitam, dan karenanya mengatur pertemuan itu.
“Sempit sekali dunia ini,” pikir gadis itu.
Pertemuan yang singkat. Ketiganya tidak banyak
bercerita. Hanya saling menanyakan kabar, tanpa ada pertanyaan lain dan
kejelasan apapun. Tapi saat itu gadis itu mengerti kalau kebangkitan kastilnya
sebentar lagi akan terjadi. Dia tidak mengatakannya pada ksatria hitam, tapi
sesaat dia yakin kalau pemuda perak berhasil membaca pikirannya.
Gadis itu tersenyum. Masih ada hal yang menunggunya di
masa depan nanti. Ksatria hitam masih berjuang lepas dari dunianya, pemuda
perak telah mendapatkan kembali apa yang hilang namun kehilangan hal lainnya,
dan gadis itu akan kembali ke dunia asalnya. Benang takdir yang mengikat mereka
akan semakin panjang dan kemudian membelit orang-orang dan dunia yang lain.
Namun, gadis itu tahu dia akan melewatinya untuk kembali ke dunia ini. Karena
dia ingin bebas dari kurungannya, tanpa harus mengorbankan perasaannya pada
dunia yang telah mengurungnya.
.
.
.
.
.
Finish
Cerita Dibalik Cerita
Cerita
ini adalah sebuah cerita yang berisi fantasi dari seorang Devi. Saat menulis
sebuah cerita, sederhananya adalah cerita itu tercipta karena ada pertanyaan
‘bagaimana kalau aku tinggal di dunia itu?’, ‘bagaimana kalau ceritanya malah
jadi seperti ini?, dsb. Tentu saja tulisan original
juga ada, tapi memang sangat sulit untuk menghindar dari keinginan untuk meng-alter sebuah cerita yang sudah ada
sesuai yang diinginkan, apalagi kalau menyukai cerita itu. Jadi inilah yang
terjadi saat seorang Devi menyukai Sword Art Online – yang awalnya tidak
disukainya saat pertama kali membaca light
novel-nya – dan jatuh cinta pada karakter seorang pemuda perak dari
.hack//G.U. Gadis bernama sama seperti permata itu bisa dilihat sebagai pembaca
sendiri jika diinginkan, tapi tentu saja tak bisa dihindari kalau itu adalah
karakter seorang Devi sendiri (yang bahkan harus memakai nama yang berbeda. Ah,
sebenarnya ada beberapa alasan untuk itu, tapi di sini bukan tempat yang tepat
untuk membahasnya).
Kalau
begitu, permata apa tepatnya nama gadis itu? Ah, seandainya pembaca mengenal
Devi dengan baik, maka bukanlah hal yang sulit untuk menebaknya. Tentu saja
tidak ada yang menyalahkan jika salah menebak, karena manusia selalu punya
rahasia, termasuk seorang Devi (hanya saja, kekurangtahuan akan membawa
seseorang pada sesuatu yang disesalkan). Dan akan sangat menyenangkan bagi
seorang Devi jika ada yang mengetahui nama tersebut.
Cerita
ini punya, sebutlah prequel dan sequel, karena pikiran dan imajinasi
seorang Devi yang akan terus berlari dengan liar sampai akhir hayat. Walaupun,
sangat disayangkan karena seorang Devi sebenarnya tidaklah terlalu bisa mencurahkannya
dalam tulisan – karena itulah karya ini sangatlah disayangi dan dibanggakannya
walaupun hanya pada dirinya sendiri. Sudah ada banyak cerita yang dibuatnya
dalam pikirannya sendiri sejak masih kecil, tepatnya saat duduk di bangku kelas
5 SD, dan sampai sekarang bahkan sudah ada dua generasi. Sayangnya, maksud dari
hal itu tidak akan dibahas di sini.
Tentu
saja impian untuk menyalurkannya dalam sebuah tulisan merebak dalam hati.
Begitu banyak cerita yang telah dibuat sejak dulu sampai sekarang hanya
dinikmatinya seorang diri karena hanya bisa dibuka dalam pikirannya saja,
karena begitu banyak juga dunia yang telah membuat seorang Devi jatuh cinta,
namun belum bisa membuatnya berbagi hal itu. Pun ada berbagai cerita orisinil
dari seorang Devi yang sudah ditulis dan begitu ingin ditulis. Seandainya suatu
saat nanti semua itu bisa dibagikan pada orang lain, maka itu akan menjadi
salah satu kebahagiaan terbesar seorang Devi.
No comments:
Post a Comment