Monday, 13 March 2017

Gadis yang Terkurung dalam Dunia

Oleh: Devi J. G. Sahati


Based on
Sword Art Online by Kawahara Reki
And
.hack//G.U. by CyberConnect2 and Bandai Namco Games


Gadis itu mempunyai nama seperti salah satu jenis permata. Tak ada yang tahu mengapa dia dan orang yang membawanya ke kastil itu memilih nama itu, bukannya nama asli gadis itu. Mungkin karena nama asli gadis itu juga dimiliki oleh seorang putri penuh energi yang tinggal di sebuah istana yang sangat jauh. Tapi sang gadis menyukai nama barunya, dan baginya juga bagi dunianya, itu saja sudah cukup.
Gadis itu tinggal di dalam sebuah kastil. Seseorang membawanya ke sana pada suatu hari yang tak bisa diingatnya. Kastil itu kastil yang indah, tapi tak mudah untuk keluar jika sudah masuk ke kastil itu. Kastil itu sangat tinggi dan gadis itu tinggal di salah satu lantainya, lantai 99. Bisa dibilang lantai itu adalah miliknya pribadi. Agak aneh karena gadis itu tidak menyukai ketinggian. Tapi dari lantai itu dia bisa melihat 98 lantai yang ada di bawahnya. Selain itu dia juga bisa turun ke lantai bawah sesuka hatinya.
Orang yang membawanya tak pernah ditemuinya setelah dia tinggal di situ. Tapi gadis itu mengetahui orang itu sedang berada di lantai berapa, hanya saja gadis itu tak punya keinginan kuat untuk bertemu dengannya. Gadis itu menyukai kastil itu. Tapi dia juga membenci kastil itu di saat yang bersamaan.


Hari-hari yang dilaluinya dihabiskan untuk menjelajahi setiap lantai kastil, kecuali lantai di atas lantai 99 – entah berapa lantai yang ada di atasnya. Dia menyukai segala hal-hal tak biasa yang ditemuinya di kastil itu, begitu pula semua pertemuan dengan orang-orang yang tinggal di sana. Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah seorang ksatria yang memiliki pedang hitam.
“Ksatria itu berbeda,” begitu pikirnya.
Dan gadis itu terus memperhatikan ksatria itu sampai akhirnya dia bertemu dengan orang yang membawanya ke kastil itu.
Gadis itu menghabiskan waktunya setelah itu hanya berdiam diri di lantai 99. Dia memperhatikan semua yang terjadi di lantai bawah setiap hari, termasuk ksatria berpedang hitam kesukaannya. Ksatria itu ingin naik ke lantai paling atas, maka gadis itu menunggu karena jika ingin ke sana, maka pasti akan melewati lantai tempatnya tinggal.
Tapi apa yang diinginkan gadis itu tak pernah terkabul karena kastil itu hancur. Kastil itu hancur perlahan tapi pasti dalam satu hari. Mulai runtuh dari lantai paling bawah sampai lantai paling atas. Dan gadis itu menyaksikan kehancuran dunianya sampai yang bisa dilihatnya adalah warna hitam pekat.
.
Gadis yang bernama sama dengan salah satu jenis permata itu tertidur dalam waktu yang cukup lama. Hingga suatu hari dunia aneh lainnya menariknya ke dalamnya.
Awalnya yang bisa dilihat gadis itu hanyalah warna biru yang menyakitkan mata. Tapi perlahan dia bisa membuka matanya dengan normal, dan apa yang dilihatnya adalah dunia lain yang membuatnya terdiam sesaat. Orang-orang yang ada di situ hanya mengacuhkannya dan sibuk dengan urusan masing-masing. Dan gadis itu mulai ketakutan karena dunia yang asing itu.
Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghampiri dirinya. Pemuda itu terlihat tidak ramah, justru terkesan dingin dan pemarah. Tapi pemuda itu menghampiri dan menyapanya. Dan gadis itu pun mengetahui dunia apa yang sedang dilihatnya. Baginya itu sesuatu yang menakjubkan.
Pemuda itu mengajaknya untuk keluar dan melihat dunia itu lebih jauh. Gadis itu akhirnya tersadar kalau mereka ada dalam sebuah bangunan – yang sangat besar dilihat dari besarnya gerbang depan yang ada tak jauh dari tempat mereka berdiri. Gadis itu takut. Tapi pemuda itu tak membiarkannya terlarut dalam rasa asing itu. Pemuda itu menarik tangannya dan membawanya melewati gerbang besar itu.
Yang didapati gadis itu begitu melewati gerbang adalah dunia dengan langit orange yang begitu memikat. Ada banyak orang berlalu-lalang di depan bangunan tadi. Sebuah kota yang ramai dengan apapun itu yang dilakukan orang-orang yang berada di situ. Tapi yang menarik seluruh atensi gadis itu adalah langitnya. Langit berwarna orange yang sama sekali tidak membawa perasaan sepi, melainkan begitu indah dan membawa perasaan hangat yang menyenangkan.
Gadis itu menoleh ke arah pemuda tadi. Berbanding terbalik dengan ksatria kesayangannya dulu, pemuda itu berambut perak dan membawa sabit. Tapi anehnya gadis itu tak takut dengan sabit itu. Pemuda itu balas menatapnya, dan apa yang diucapkannya tidak akan pernah dilupakan oleh gadis itu.
“Welcome to The World.”
.
Dunia itu tidak hanya memiliki langit orange yang indah, tapi juga langit siang yang cerah dan malam yang berkilauan. Ada langit sore yang tenang, ada langit gelap yang penuh badai. Ada banyak corak langit yang dilihat gadis itu semenjak datang ke dunia itu. Gadis itu bahkan sudah mempunyai beberapa tempat kesukaan untuknya hanya berdiam diri. Terkadang dia sendiri di sana, terkadang dengan pemuda perak, dan terkadang dengan orang-orang menyenangkan yang telah dikenalnya.
Orang-orang yang dikenalnya bermacam-macam, dan dia bisa tertawa dan bercanda bersama mereka. Tapi gadis itu paling dekat dengan pemuda perak yang mengenalkannya pada dunia itu. Gadis itu perlahan mulai menyayangi pemuda itu. Tapi gadis itu tahu bahwa pemuda itu membawa kebencian bersama dirinya dalam dunia itu. Kebencian yang mengekang pemuda itu, dan terkadang membuat gadis itu bersedih.
Gadis itu menyadari kalau beberapa orang yang dikenalnya, termasuk pemuda perak, adalah orang-orang yang berbeda, mereka istimewa. Mereka istimewa karena mempunyai sesuatu yang tak dipunyai orang lain. Dan gadis itu pun tak bisa mengelak kalau dia sendiri juga berbeda, karena dia tidak berasal dari dunia itu. Bukan hanya itu, dia juga tidak bisa terus berada di dunia itu. Gadis itu menangis dalam diam.
Dunia itu bergetar. Gadis itu sering melihat goresan dan retak pada tempat-tempat khusus yang tak bisa dimasuki dengan bebas. Retakan itu adalah bukti kalau dunia itu sedang dihancurkan dari dalam. Gadis itu mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya, dia selalu mempunyai kemampuan untuk mengetahuinya. Dia tahu kalau yang bisa memperbaiki semuanya adalah orang-orang yang istimewa itu.
Gadis itu ingin bisa berteman baik dengan mereka. Tapi tidak semuanya mau membuka diri pada orang lain. Karena itu gadis itu sangat bersyukur pemuda perak mau membuka dirinya pada gadis itu. Gadis itu pernah hampir menghilang, tapi pemuda perak tak pernah membiarkannya. Pemuda perak itu menggenggam erat tangannya, tak membiarkannya terlepas dan menghilang. Gadis itu bahagia karena dirinya dapat terus berada di samping pemuda itu, dalam dunia dengan langit orange yang dicintainya.
Namun, kebencian dalam diri permuda itu terus bertambah – gadis itu akhirnya mengetahui kalau kebencian itu berasal dari sesuatu yang hilang – seiring dengan pertarungannya untuk mendapatkan hal yang pernah hilang. Bukan hanya kebencian, pemuda itu sudah kembali membuka hatinya yang pernah tertutup untuk kebahagian yang berasal dari kebersamaan. Tapi kebahagiaan tentunya selalu mempunyai risiko kesedihan. Pemuda itu juga menanggung kesedihan atas apa yang dimilikinya.
Kebenaran yang terkuak setelahnya adalah yang hampir menghancurkan pemuda itu. Yang bisa dilakukan gadis itu saat itu hanyalah berdoa agar pemuda perak yang sudah disayanginya itu mampu melewati apa yang ada di depannya. Sangat berat beban dari kebenaran itu. Pemuda itu menghadapi kenyataan bahwa apa yang telah mengambil sesuatu darinya dulu adalah apa yang berharga baginya. Pemuda itu berteriak melampiaskan perasaannya dan gadis itu kembali menangis dalam diam.
Sesuatu yang berharga berubah menjadi sesuatu yang harus dikalahkan. Pemuda perak juga orang-orang – yang istimewa – lainnya bertarung dengan didampingi keistimewaan mereka. Pertarungan yang berasal dari kebenaran yang menyakitkan membuka kebenaran lainnya. Kebenaran itu membuat mereka tak tahu apa yang harus dikatakan. Orang yang harus dikalahkan memang kalah, tapi dia membuat dunia itu menjadi lebih rusak.
Pemuda itu hampir menghilang jika gadis itu dan seorang temannya tidak menyelematkannya. Pemuda perak terbangun dari ketidaksadarannya pasca pertarungan dan melihat bahwa dia berada di tempat yang tak biasa dari dunia itu. Akhirnya sang gadis, pemuda perak, dan beberapa orang istimewa tinggal di tempat itu.
Gadis itu menyadari bahwa orang yang mereka kalahkan tak punya maksud untuk menghancurkan dunia itu. Kebenaran yang mereka ketahui saat pertarungan membuat mereka tak bisa menyalahkan orang itu. Orang itu juga kehilangan sesuatu yang berharga, dan apa yang berharga akan didapatkan kembali dengan cara apapun. Tapi gadis itu menyayangi dunia itu, dan walaupun dia tidak bisa tinggal selamanya di sana, dia akan melakukan apapun untuk mempertahankan dunia itu.
Mereka semua berjuang keras memperbaiki keadaan dunia, namun bukan berarti usaha mereka tidak punya risiko. Semua yang tinggal dalam dunia itu tidak akan sanggup menahan keretakan dunia yang terjadi secara bersamaan, hasil dari memperbaiki kembali dunia itu. Dunia itu akan mengalami keretakan secara luas terlebih dahulu sebelum retakan itu hilang dan dunia akan seperti sebelum ada goresan apapun.
Sejak awal gadis itu sudah tahu kalau dia terkurung dalam dunia-dunia yang pernah dimasukinya. Dunia di mana ada kastil yang sangat tinggi, dunia di mana langit orange begitu indah dan mempesona untuk dipandang. Kedua dunia itu mengurungnya dan tidak membiarkannya keluar. Gadis itu bisa keluar hanya karena usaha dari orang-orang lain yang juga tinggal di dunia itu. Tapi gadis itu mencintai dunia-dunia yang sudah mengurungnya. Dia tidak ingin kehilangan dunia itu.
Maka, gadis itu memilih untuk melindungi dunia berlangit orange yang retak itu. Beban yang akan ditanggung semua orang saat keretakan terjadi ditanggung sendiri olehnya. Rasanya sakit sekali! Seluruh tubuhnya terasa akan terkoyak dan rusak. Namun, gadis itu menahannya dalam diam. Dia membayangkan sekarang pemuda peraknya dan teman-temannya yang lain juga sedang berjuang di tempat lain. Maka, gadis itu bertahan, bahkan saat wajah sebelah kanannya hancur.
Ketika dunia berhenti bergetar, gadis itu tak lagi mampu menahan beban dan tertidur sambil membawa rasa sakit. Dalam mimpinya, dia melihat pemuda perak sedang berbicara dengan orang yang dulu pernah menjadi seorang yang berharga. Orang itu pada kenyataannya hanyalah sisa eksistensi yang akan segera menghilang. Pemuda itu bersedih karenanya. Dan gadis itu kembali menutup mata sembari berdoa untuk kebahagiaan semua orang.
Ketika dia membuka matanya, dunia sudah kembali seperti semula. Pemuda perak dan temannya yang lain terkejut saat melihat setengah wajahnya hancur. Tapi gadis itu hanya tersenyum sambil menyambut kedatangan mereka. Mereka menang, mereka berhasil, dan dunia yang dicintainya telah diselamatkan.
.
Gadis itu sudah harus kembali ke dunia asalnya. Dunia di mana dia hanya seorang gadis biasa, bukan permata tahta lantai 99, bukan gadis yang menemani pemuda perak. Hanya gadis biasa. Dia tidak ingin bersedih karena ada banyak sekali yang telah didapatkannya. Salah satunya adalah kesempatan untuk bertemu kembali dengan ksatria hitam. Pemuda perak ternyata mengenal ksatria hitam, dan karenanya mengatur pertemuan itu.
“Sempit sekali dunia ini,” pikir gadis itu.
Pertemuan yang singkat. Ketiganya tidak banyak bercerita. Hanya saling menanyakan kabar, tanpa ada pertanyaan lain dan kejelasan apapun. Tapi saat itu gadis itu mengerti kalau kebangkitan kastilnya sebentar lagi akan terjadi. Dia tidak mengatakannya pada ksatria hitam, tapi sesaat dia yakin kalau pemuda perak berhasil membaca pikirannya.
Gadis itu tersenyum. Masih ada hal yang menunggunya di masa depan nanti. Ksatria hitam masih berjuang lepas dari dunianya, pemuda perak telah mendapatkan kembali apa yang hilang namun kehilangan hal lainnya, dan gadis itu akan kembali ke dunia asalnya. Benang takdir yang mengikat mereka akan semakin panjang dan kemudian membelit orang-orang dan dunia yang lain. Namun, gadis itu tahu dia akan melewatinya untuk kembali ke dunia ini. Karena dia ingin bebas dari kurungannya, tanpa harus mengorbankan perasaannya pada dunia yang telah mengurungnya.
.
.
.
.
.
Finish


Cerita Dibalik Cerita
Cerita ini adalah sebuah cerita yang berisi fantasi dari seorang Devi. Saat menulis sebuah cerita, sederhananya adalah cerita itu tercipta karena ada pertanyaan ‘bagaimana kalau aku tinggal di dunia itu?’, ‘bagaimana kalau ceritanya malah jadi seperti ini?, dsb. Tentu saja tulisan original juga ada, tapi memang sangat sulit untuk menghindar dari keinginan untuk meng-alter sebuah cerita yang sudah ada sesuai yang diinginkan, apalagi kalau menyukai cerita itu. Jadi inilah yang terjadi saat seorang Devi menyukai Sword Art Online – yang awalnya tidak disukainya saat pertama kali membaca light novel-nya – dan jatuh cinta pada karakter seorang pemuda perak dari .hack//G.U. Gadis bernama sama seperti permata itu bisa dilihat sebagai pembaca sendiri jika diinginkan, tapi tentu saja tak bisa dihindari kalau itu adalah karakter seorang Devi sendiri (yang bahkan harus memakai nama yang berbeda. Ah, sebenarnya ada beberapa alasan untuk itu, tapi di sini bukan tempat yang tepat untuk membahasnya).
Kalau begitu, permata apa tepatnya nama gadis itu? Ah, seandainya pembaca mengenal Devi dengan baik, maka bukanlah hal yang sulit untuk menebaknya. Tentu saja tidak ada yang menyalahkan jika salah menebak, karena manusia selalu punya rahasia, termasuk seorang Devi (hanya saja, kekurangtahuan akan membawa seseorang pada sesuatu yang disesalkan). Dan akan sangat menyenangkan bagi seorang Devi jika ada yang mengetahui nama tersebut.
Cerita ini punya, sebutlah prequel dan sequel, karena pikiran dan imajinasi seorang Devi yang akan terus berlari dengan liar sampai akhir hayat. Walaupun, sangat disayangkan karena seorang Devi sebenarnya tidaklah terlalu bisa mencurahkannya dalam tulisan – karena itulah karya ini sangatlah disayangi dan dibanggakannya walaupun hanya pada dirinya sendiri. Sudah ada banyak cerita yang dibuatnya dalam pikirannya sendiri sejak masih kecil, tepatnya saat duduk di bangku kelas 5 SD, dan sampai sekarang bahkan sudah ada dua generasi. Sayangnya, maksud dari hal itu tidak akan dibahas di sini.

Tentu saja impian untuk menyalurkannya dalam sebuah tulisan merebak dalam hati. Begitu banyak cerita yang telah dibuat sejak dulu sampai sekarang hanya dinikmatinya seorang diri karena hanya bisa dibuka dalam pikirannya saja, karena begitu banyak juga dunia yang telah membuat seorang Devi jatuh cinta, namun belum bisa membuatnya berbagi hal itu. Pun ada berbagai cerita orisinil dari seorang Devi yang sudah ditulis dan begitu ingin ditulis. Seandainya suatu saat nanti semua itu bisa dibagikan pada orang lain, maka itu akan menjadi salah satu kebahagiaan terbesar seorang Devi.

No comments:

Post a Comment