Saturday, 22 July 2017

Surat 17: From Fíla To Helen

To Helen,

Aku tak keberatan dengan rentang waktu itu, karena aku sendiri juga sudah tak bisa rutin mengirim surat padamu. Buktinya adalah surat ini, kukirim lama setelah surat terakhirmu. Aku sedang mencoba untuk lebih fokus pada studiku saat ini, karena apapun yang terjadi nanti, aku tidak ingin menyesal. Aku tahu aku tak bisa menghindar dari penyesalan, tapi setidaknya kalau aku akan menyesal aku ingin itu untuk alasan yang tepat. Aneh, ya? Dan lagi, menunggu membuat surat itu lebih berkesan.
Wah, kau menyebutkan banyak hal asing di suratmu yang membuatku bingung. Tapi, untungnya aku bisa dibilang hidup dengan fantasi di otakku sejak kecil, bahkan sampai dewasa ini. Jadi, aku bisa membayangkannya dengan cukup baik, menurutku. Hal-hal yang kau ceritakan pasti sudah selesai, ya? Karena balasan dariku datangnya cukup lama. Lalu, bagaimana keadaan kalian sekarang? Apa semuanya baik-baik saja?
Aku cukup terganggu kalian tidak bisa mengunjungi dunia asal kalian. Kurasa kalian berhak untuk itu, apapun keadaan kalian sekarang. Tapi, tentu saja semuanya terserah kalian. Hanya saja, jika kau ingin tahu pendapatku, kupikir kalian tidak harus mempedulikan para Third Will itu. Aku tahu kalian hebat dan pasti bisa mengatasi mereka!
Syukurlah kalau hubungan Nijimura-san dengan orang yang kau ceritakan tidak putus. Itu juga membuktikan kalau kalian bisa berhubungan dengan siapa saja, tak perlu membatasi diri kalian dengan sebab-akibat menjadi irregular. Kita berdua juga bisa berhubungan baik 'kan walaupun hanya lewat surat? Dan aku tak merasa harus mengkhawatirkan apapun tentang kalian, Helen.
Waktu memang takkan menunggu siapapun, dan dia bukan seorang teman, setidaknya untukku. Yah, aku sendiri yang cari masalah dengan waktu, sih. Dan aku benar-benar merasa semuanya akan berjalan buruk. Rasanya semua rencanaku akan berantakan nanti dan aku tak bisa mengubahnya. Dan yang lebih membuatku kesal adalah aku tidak suka itu karena itu berarti aku akan kalah terhadap banyak hal. Kuakui aku memang pemalas dan pesimistis, tapi sayangnya aku juga tidak suka kalah. Kau mungkin menganggapku egois dan arogan, tapi walaupun aku tidak ambisius, tapi aku akan merasa sangat kesal jika aku kalah dalam beberapa hal. Contoh mudahnya, dalam studiku. Sulit sekali mempunyai sifat bipolar ini!
Yup! Ceritanya memang bagus, apalagi aku memang suka genre cerita itu. Ceritaku sendiri? Haha, tentu saja aku ingin. Dan kau tahu, aku punya keinginan untuk mulai menulis secara serius setelah aku menyelesaikan studiku. Sebuah novel. Dan bahkan mungkin novel berseri. Sejak dulu aku tak bisa menulis sebuah cerita berseri sampai selesai, pasti akan terhenti. Tapi yang satu ini sungguh-sungguh ingin kutulis sampai selesai. Semoga saja tercapai, ya?
Oh ya, lalu seperti apa keseharian kalian dalam artian normal? Selain belajar sihir dan seni bertarung, serta mengurus urusan dunia irregular, kalian pasti beraktivitas biasa seperti orang lain, kan? Dan kau bilang kalian punya hobi masing-masing. Dan, tolong ceritakan mengenai Salju di Musim Panas!
Silahkan memakai waktumu sebanyak mungkin, tapi kuharap kau akan tetap membalas suratku.

Yours truly,
Fíla

No comments:

Post a Comment