Saturday, 17 June 2017

Surat 11: From Fíla To Helen

To Helen,

Sebenarnya, aku belum akan membalas suratmu. Ada acara keluarga yang baru selesai kuhadiri, juga urusan kuliah yang semakin mendesakku (sebenarnya itu salahku karena tidak tekun mengurusinya), jadi aku agak kelelahan. Tapi, lalu kupikir justru dengan menulis surat ini penatku mungkin berkurang.
Ya, kita kembali membicarakan Angelo. Harus kuakui, sangat menarik membicarakannya. Kau tampak kesal tentang itu. Seharusnya kau sudah mulai terbiasa dengannya, kan? Mengenai Sēji-san, seburuk itukah keadaannya sampai kalian harus menjaganya? Kupikir Sēji-san bisa menjaga dirinya sendiri. Dan mengapa ada banyak konflik? Bukankah pelindungnya peduli dan menyayanginya? Yah, memang bukan berarti tidak akan ada konflik, karena adanya konflik juga berarti seseorang masih peduli, tapi dari tulisanmu aku menangkap ada hal lain.
Kenapa kau tidak pernah ke Qurare? Kau tidak ikut belajar di sana? Kupikir dengan adanya projekmu, kau malah akan menghabiskan waktu di sana. Aku saja yang hanya tahu Qurare dari penjelasanmu di surat sangat ingin ke sana.
Menurutmu, aku kesepian? Mungkin memang seperti itu. Aku yang tidak punya banyak orang yang bisa diajak mengobrol serius tentang hal-hal tertentu memang akan merasa kesepian. Aku tentu saja punya teman, tapi seringkali waktu memisahkan kami. Aku menyayangi mereka dan aku tahu mereka menyayangiku, tapi terkadang waktu mendatangkan banyak hal, dan orang-orang tidak lagi membuat komunikasi rutin sebagai prioritas. Aku beberapa kali mencoba memulai kontak lebih dulu, karena mereka berharga bagiku, tapi balasannya hanya sekedar saja atau bahkan tidak ada balasan. Kalau sudah seperti itu, aku bisa apa? Aku tidak mau egois karena tidak mengerti urusan masing-masing dari mereka. Dan seringkali aku juga tidak percaya diri untuk memulai kontak yang lain.
Aku punya banyak impian, salah satunya sudah kusebutkan di suratku sebelumnya (terima kasih untuk doanya). Aku pernah ingin menjadi duta luar negeri, detektif, dokter bedah, penulis, aku ingin terus melanjutkan studi sampai mendapat banyak gelar (walaupun sekarang saja rasanya aku ingin berhenti dengan urusan kuliah). Aku juga ingin tinggal di negara yang berbeda. Ada satu impian yang sampai sekarang tidak tergantikan: menjadi peneliti. Bidangnya yang sering gonta-ganti. Aku juga sekarang ini sangat ingin menjadi seorang pengajar. Terserah mau itu di universitas atau di bangku sekolah, formal ataupun non-formal. Dan suatu saat nanti, aku ingin membangun sebuah international boarding school, hehe. Aku ingin menjadi apapun selain diriku sendiri.
Kau sendiri ingin punya kehidupan seperti apa? Dan kau belum menjawab pertanyaanku sebelumnya tentang kegiatan yang akan kalian lakukan. Umm, aku mungkin akan mulai sibuk dengan kuliahku, jadi aku minta maaf jika surat dariku akan lama, tapi aku pasti akan mengusahakan tetap menulis. Kegiatan menulis surat ini sangat baik untukku, jadi aku akan tetap melanjutkannya.

Yours truly,
Fíla

No comments:

Post a Comment