Sunday, 18 June 2017

Surat 12: From Helen To Fíla

To Fíla,

Aku mengerti kalau kau sedang sibuk dengan studimu, jadi tidak perlu meminta maaf. Aku sendiri mungkin akan lama dalam membalas suratmu. Untuk membalas pertanyaanmu di akhir surat, sebenarnya tidak ada rencana kegiatan yang benar-benar direncanakan. Tidak akan ada ekspedisi untuk beberapa waktu ke depan, kecuali dalam keadaan darurat. Semuanya sedang butuh waktu untuk rehat sejenak. Jadi, yang biasa kami lakukan hanya aktifitas biasa sehari-hari. Dan karenanya, aku berharap musim semi segera tiba agar kami bisa menggunakan waktu kami beraktifitas di luar ruangan.
Kau mungkin bertanya mengapa aku menyebutkan kalau mungkin akan lama membalas surat padahal tidak ada kegiatan berarti yang kami lakukan. Aku sedang mencoba sesuatu, tapi aku belum tahu apa hal itu bisa dilakukan atau tidak. Jadi, aku mungkin juga akan sedikit sibuk beberapa waktu ini. Aku belum bisa menceritakannya, tapi jika nanti hal itu akhirnya menghasilkan sedikit saja perkembangan, aku pasti akan menjelaskannya.
Aku sudah menduga kau tertarik pada Angelo. Memang seharusnya aku sudah terbiasa dengan Angelo. Dia bersikap baik dan sudah bisa akrab dengan yang lain, apalagi kami semua menghabiskan waktu bersama-sama beberapa minggu terakhir, sejak natal sampai sekarang. Dan aku baik-baik saja dengannya, aku hanya ingin mencari objek pembicaraan lain, kau tahu?
Sēji-san tentu saja bisa menjaga dirinya. Dia seseorang yang sangat kuat. Tapi, seperti yang kubilang, ada alasan tertentu yang membuatnya diincar banyak orang. Kami sendiri dulu adalah salah satu yang mengincarnya. Tentu saja bukan dengan niat buruk. Tapi, aku harus bilang itu tetap disebut mengincarnya. Yah, mengenai konflik itu, mungkin kau takkan mengerti karena tidak tahu siapa para pelindung Sēji-san. Kau memang mengetahui nama-nama mereka, tapi kau tidak tahu siapa mereka sebenarnya. Itu berhubungan dengan asal mereka, dan seringkali membuat mereka tidak nyaman dengan tugas mereka pada Sēji-san.
Aku tidak ke Qurare karena menurutku kekuatanku tidak cocok dipelajari di sana. Walaupun aku punya projek pribadiku pun aku tetap merasa tidak banyak yang bisa kudapat di sana. Aku hanya merasa tidak nyaman dengan dunia itu.
Haha, banyak sekali impianmu? Tapi, begitulah manusia. Mereka (termasuk aku sebenarnya), selalu menginginkan banyak hal. Jadi, apakah kau sudah mendekati impian-impian itu? Semoga semua itu terwujud. Kau hebat sekali ingin menjadi pengajar dan membangun sekolah sendiri. Itu benar-benar harapan mulia. Mungkin terdengar klise, tapi itu memang hebat.
Aku sendiri sewaktu masih hidup normal, belum mengetahui kalau aku adalah irregular, aku selalu ingin menjadi seorang sejarawan. Padahal nilaiku dalam pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan itu biasa-biasa saja, tapi aku tetap ingin menjadi sejarawan. Mungkin tanpa kusadari 'alasan hidup'-ku sebagai irregular membuatku menginginkan itu. Dan sekarang, aku ingin kehidupan itu kembali.
Kau tahu, dulu aku tidak pernah berpikir kalau aku akan berada di tempatku sekarang berada. Aku selalu menyadari kalau ada yang berbeda dan aneh denganku, selalu mendengar dan ingin mencari keberadaan Seseorang Berambut Hijau, tapi tak kusangka ternyata aku adalah seorang irregular  Aku tidak menyesali kehidupanku, tidak ada yang bisa kulakukan tentang itu. Tapi, aku benar-benar rindu orangtuaku, adikku, dan anjing kecilku.
Sepertinya suratku sudah terlalu panjang. Akan kuceritakan lebih banyak hal-hal yang kuinginkan di surat selanjutnya. Semoga sukses dengan studimu! Kutunggu suratmu, tapi kau bisa membalasnya kapan saja kau mau.

With love,
Helen

No comments:

Post a Comment