Thursday, 22 June 2017

Surat 13: From Fíla To Helen

To Helen,

Surat ini kutulis sambil mencari-cari sela dalam aktifitasku. Sebenarnya, aku belum akan menulis kembali, aktifitasku sedang banyak seperti yang kusebutkan sebelumnya, tapi aku ingin bercerita dan inilah yang kulakukan: mencuri-curi waktu. Dan hasilnya, surat ini ditulis dan dikirim pada waktu yang berbeda.
Mencoba sesuatu? Aku tidak begitu mengerti dan juga tidak akan memaksamu bercerita, seperti biasa, tapi kuharap semuanya berjalan dengan baik. Jika ada hal yang kutahu, itu adalah kau pasti melakukan hal-hal yang akan membawa sesuatu yang baik bagi yang lain. Kuharap kalian menikmati waktu istirahat itu dengan baik walaupun tanpa musim semimu.
Haha, baiklah, baiklah. Kita sudahi pembicaraan mengenai Angelo (mungkin disambung lain waktu, okay?). Jadi, maksudmu latar belakang para pelindungnya yang membuat adanya konflik antara mereka dan Sēji-san? Kupikir aku sedikit paham. Ada kalanya masa lalumu mempengaruhi apa yang berarti bagimu sekarang. Tapi mereka baik-baik saja, kan? Dan, apa yang membuat Sēji-san menerima kalian sebagai rekan?
Terima kasih untuk tanggapanmu. Walaupun, itu masih sebuah mimpi, tapi aku senang ada yang menganggapnya baik. Sayang sekali, aku masih sangat jauh dari mimpi itu. Ada banyak hal yang merintangi, dan beberapa waktu lalu bahkan satu tangga menuju ke sana hancur. Aku sempat frustasi, tapi lalu aku berdamai dengan diriku dan mencoba untuk membangun kembali tangga yang hancur tadi sambil terus melangkah. Seringkali hal-hal realistislah yang membuatku terpuruk, tapi lalu aku akan sadar kalau ada begitu banyak berkat dalam hidupku, dan aku pun mencoba untuk lebih positif dari hari sebelumnya (walaupun pada akhir hari aku kembali merasa stres).
Wah, aku juga pernah ingin jadi sejarawan. Aku begitu suka membaca hal-hal berbau sejarah. Bukan hal aneh kalau kau merindukan kehidupanmu yang dulu. Kau rindu karena itu berarti bagimu, dan karena kau pasti mencintai keluargamu. Aku juga sering rindu pada masa-masa yang telah lalu. Tapi, kau senang dengan kehidupanmu sekarang, kan?
Kau tahu, bacaanku akhir-akhir ini adalah sebuah buku pengembangan diri. Judulnya Human Moments. Buku yang sangat bagus. Isinya mengenai saat-saat berkesan dalam hidup dan bagaimana hal tersebut ada karena keterhubungan. Harus kuakui, hanya sedikit saat berkesan yang kuingat jika dibandingkan dengan masa hidupku, dan mungkin begitu juga dengan keterhubunganku dengan orang lain. Lalu, aku menyadari kalau surat-menyurat ini membuatku terhubung denganmu, bahkan walaupun aku tidak bisa bertemu langsung denganmu. Dan setiap menulis padamu dan membaca surat darimu, saat-saat seperti itulah yang menjadi 'human moments' bagiku. Jadi, sesibuk apapun diriku, kupikir aku tetap akan mencuri waktu untuk surat-surat kita.

Yours truly,
Fíla

No comments:

Post a Comment