Tuesday, 7 March 2017

Diriku yang Bercerita Tentang Dunianya

Halo kepada semua orang yang mungkin akan membaca artikel ini!

Entah sudah berapa lama aku tidak membuka blog ini. Sudah lewat beberapa tahun semenjak terakhir mem-posting sesuatu di blog ini. Bahkan kemungkinan besar aku sebenarnya tidak akan menulis artikel apapun lagi di sini, tapi pada suatu hari di minggu yang telah lewat, seorang teman lama mengatakan kalau dia sering menunggu artikelku di blog ini. Mungkin karena itulah aku terpikir untuk menulis sesuatu di sini.

Menulis adalah sesuatu yang telah kulakukan selama beberapa tahun terakhir. Blog ini adalah salah satu sarana di mana hobiku ini tersalurkan. Tidak adanya aktivitas di blog ini bukan berarti aku tidak lagi menulis. Memang, frekuensi menulisku tidak lagi sebanyak dulu. Entahlah, aku juga tidak mengerti. Jika dibilang ide atau imajinasi untuk menulis sesuatu menurun seiring bertambahnya usia, kurasa itu bukan alasan yang tepat. Aku selalu punya imajinasi yang kuat dalam hal menulis. Jika dibilang banyak hal lain yang harus diprioritaskan seperti bagaimana bersikap dan hidup sebagai orang yang bertambah dewasa, kurasa itu juga bukan alasan yang tepat karena sejak dulu aku adalah tipe orang yang memprioritaskan apa yang kusukai. Oh, aku baru saja terpikir kalau dunia sepertinya berkonspirasi untuk membuatku berhenti. Astaga…



Tapi sudahlah, toh saat ini aku akhirnya menulis artikel ini untuk blog ini.

Karena tiba-tiba punya keinginan untuk menulis, hal yang bisa kutulis sekarang hanya bagaimana keadaanku dan kegiatan apa saja yang kulakukan sekarang ini. Sederhana memang, tapi jika dipikirkan kurasa itu bukan hal yang buruk karena bagaimanapun aku sudah lama tidak menulis perkembangan kehidupanku di sini.

Baiklah, sekarang ini aku sedang berusaha untuk menyelesaikan studiku di bangku kuliah. ‘Berusaha’ adalah kata kuncinya. Itu karena sangat sulit memotivasi diriku untuk serius. Walaupun begitu, aku tetap ingin menyelesaikan studiku tahun ini. Aku sudah cukup rasanya merasakan suasana di sini (dan beberapa hal lain). Lagipula, sifat burukku kambuh lagi setengah tahun ini, yaitu mulai terpesona dengan hal lain dan langsung bosan dengan hal yang ditekuni sekarang. Tapi sekali lagi, aku tetap ingin menyelesaikan studiku tahun ini.

Selain dari berusaha membuat diriku lulus tahun ini, aku juga mulai punya impian besar lainnya. Impian-impian besar yang lalu memang belum tercapai, tapi tidak ada yang melarang mempunyai impian yang lain, kan? Impian ini sebenarnya adalah hasil dari apa yang kualami dan kurasakan belakangan ini. Impian tersebut merupakan balas dendam dariku untuk itu semua. Apakah terdengar menyeramkan atau jahat? Tapi impian itu adalah impian yang bagus, kok (menurutku). Aku berdoa agar impian itu dapat tercapai, berapapun usiaku sampai itu tercapai.

Mengenai menulis cerita, aku punya banyak ide tapi seperti biasanya, aku tak bisa menulisnya dengan baik. Entahlah, semua terasa begitu hebat dalam pikiranku tapi saat akan mencurahkannya ke dalam tulisan, rasanya dunia itu menjadi begitu jauh untuk digapai. Terdengar berlebihan? Tapi itulah kenyataannya! Oh, betapa sedihnya hal itu. Aku pernah menulis di catatan salah satu ceritaku bahwa adalah salah satu kebahagiaan terbesarku jika bisa membagikan ceritaku untuk dibaca banyak orang. Dan kemungkinan besar harapan tersebut akan menjadi harapan jangka panjang.

Seperti biasa aku masih seorang bookworm, masih suka bermain game, masih suka melihat bintang – walaupun akhir-akhir ini jarang karena langit malam di tempat tinggalku selalu dipenuhi awan, masih menikmati kehidupanku – dan bahkan setiap harinya bertambah rasa syukurku atas segalanya, dan lebih dari segalanya masih mencintai dunia ini.

Begitu banyak hal baru yang kudapati selama beberapa tahun ini, ada banyak hal yang mulai kumengerti. Sekarang ini, aku begitu terpesona dengan sejarah, sebuah dunia lama yang begitu memukau. Sebenarnya itu bukanlah hal baru bagiku. Sejak lama aku sudah menyukai hal-hal yang berbau sejarah. Hanya saja, jika dulu bagiku itu terlihat seperti dongeng dan legenda yang berada di dunia yang berbeda, sekarang ini semua itu terlihat nyata dan menjadi faktor yang mampu mengubah banyak hal dalam hidupku.

Segala hal yang terjadi dalam beberapa tahun ini membuatku mengerti kalau aku hidup dalam dunia ini, di mana dulu bagiku itu hanya imajinasi belaka, di mana dulu itu hanya keinginan seorang anak kecil yang pendiam dan hanya mampu berteman dengan dunia khayalannya saja. Karena ‘sihir’, hal yang paling mempesona anak-anak di seluruh dunia, terjadi di mana saja dan kapan saja, dalam hal terkecil sekalipun. Aku menyaksikan sihir itu saat melihat langit malam, di mana saat musim kemarau terdapat Salib Selatan dan saat musim hujan atau musim dingin terdapat Orion. Aku melihat sihir saat aku berkumpul bersama keluargaku. Aku bahkan melihat sihir saat aku menulis sesuatu. Dan bahwa segala sesuatu adalah keajaiban itu sendiri.

Tentu saja ada begitu banyak hal yang membuatku merasa takut, khawatir, sedih dan terluka. Tapi karena sekarang aku tahu bahwa dunia yang dulu menjadi satu-satunya temanku ternyata dunia di mana aku tinggal, semua hal terasa menjadi bisa dilewati. Dan bagiku itu adalah hal yang luar biasa.

Oh, rasanya aku ingin menulis lebih lama lagi untuk artikel ini. Aku telah membaca begitu banyak buku dan banyak sekali hal yang mempesonaku. Tulisan-tulisan di setiap buku berbeda dan punya sihirnya masing-masing. Tentu saja bagiku tulisanku juga mempunyai sihir, tapi aku tidak tahu apa sihir itu terlihat bagi orang lain. Dan hal itu sedikit banyak membuatku tidak tahu harus menutup artikel ini dengan kalimat apa…

Baiklah, bagaimanapun aku harus mengakhirinya. Jadi, jika ada yang bisa kukatakan untuk diriku dan kepada kalian yang mungkin membaca artikel ini, yang ada di pikiranku adalah sebuah kalimat dari salah satu game favoritku.


“May your heart be your guiding key.”

10 comments:

  1. ini dang yang nn da ketik2 tadi dev? hahaaha
    *awesome

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha begitulah
      Terima kasih utk laptop yg telah kau pinjamkan xD

      Delete
  2. Awesome!!!!
    Berharap saya pun bisa menuangkan segala hal dalam pikiran dalam bentuk tulisan. Tapi seperti biasa, MALAS adalah hal yang paling sering dijadikan alasan untuk mengejawantahkan kepingan tersebut. Bravo niz. Two thumbs for you. !!!!jangan pernah berhenti untuk menulis apa saja , tentang apa saja��������������������

    ReplyDelete
  3. wahhh 😍😍 kerennnn dev

    ReplyDelete
  4. Because my super power is procrastination, maka qt baru comment sekarang xD Selain qt juga memang ingin tulis comment yang sungguh-sungguh, jadi qt harus menunggu sampai mood dan waktu menulisnya ada haha

    Anyway here is the comment that I promised. I hope it's coherent enough.

    Note:

    Qt = aku
    Kita = kita/kami

    -------------

    "Lagipula, sifat burukku kambuh lagi setengah tahun ini, yaitu mulai terpesona dengan hal lain dan langsung bosan dengan hal yang ditekuni sekarang."

    Mengalami hal yang sama, Dev. Tapi untuk qt, kalau sudah terlalu lama fokus ke hal yang lain, maka lama-lama qt bosan juga dengan hal itu, dan akhirnya kembali lagi ke hal yang semulanya ditekuni. Hanya untuk kemudian kembali bosan lagi dan mencari hal baru lagi untuk dibaca/dipelajari/di utak-atik.

    Selama ini qt banyak mengalami orang-orang lain mendikte kita "harus fokus, harus ini, harus itu". Tapi pada akhirnya semua orang punya cara kerja yang berbeda. Qt sendiri merasa lebih bisa berkembang -- secara emosional, dan, mungkin, secara intelektual -- saat qt diberi ruang untuk mempelajari hal yang berbeda daripada 'ilmu utama' qt. Meskipun mungkin kalau fokus bisa lebih cepat sukses. Tapi tergantung lagi dengan definisi sukses.

    Untuk qt kebahagiaan datang dari kebebasan mencoba dan mempelajari apapun yang qt inginkan (hal yang membuat qt terpesona). Meskipun qt tetap berusaha menjalani apa yang sedang ditekuni, karena, toh, qt juga cinta hal itu (love-hate relationship, actually). Selain itu juga karena yang sedang qt tekuni sekarang nantinya (semoga) bakal bisa memberi qt dukungan finansial, supaya qt bisa memenuhi kebutuhan mendasar, serta punya sumber daya untuk tetap mengejar kebahagiaan (yang, seperti disebutkan sebelumnya, datang dari kebebasan untuk mencoba apapun).

    Berusaha mengejar hal yang paling ideal tapi tetap realistis.

    Tapi ujung-ujungnya kembali kepada diri kita sendiri. Meskipun hidup kita bukan gambaran ideal kehidupan pada umumnya, selama kita bahagia menjalani hidup yang kita pilih ¯\_(ツ)_/¯

    Sorry malah jadi out-of-topic :p

    ----------------------------------


    "Entahlah, semua terasa begitu hebat dalam pikiranku tapi saat akan mencurahkannya ke dalam tulisan, rasanya dunia itu menjadi begitu jauh untuk digapai. Terdengar berlebihan? Tapi itulah kenyataannya!"

    I feel your pain!

    -----------------------------------


    Tentu saja bagiku tulisanku juga mempunyai sihir, tapi aku tidak tahu apa sihir itu terlihat bagi orang lain.

    I don't know about other people. But I can feel the m a g i c from your writings.


    I love your writings. Tetap menulis Dev!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah menyempatkan diri untuk comment :D hee, jadi procrastination sudah dianggap super power sekarang? XD

      Sama, qt juga ujung"nya akan balik lagi ke hal sebelumnya yg ditekuni (tapi memang faktornya antara tetap suka atau malah "dipaksa" balik).

      "Tapi pada akhirnya semua orang punya cara kerja yang berbeda. Qt sendiri merasa lebih bisa berkembang -- secara emosional, dan, mungkin, secara intelektual -- saat qt diberi ruang untuk mempelajari hal yang berbeda daripada 'ilmu utama' qt."

      Begitulah. Semua orang punya caranya sendiri. Qt sendiri selalu dikasih tahu kalau sudah pilih hal itu, ya harus ditekuni baik". Bukannya menentang itu, tapi seringkali memang qtnya yang terpesona sambil lalu saja terhadap banyak hal. Qt bohong ke diri sendiri kalau bilang nda ada sedikit pun penyesalan, tapi rasa nda mau kalah tetap ada. Jadinya pasti hal" yg harus ditekuni serius akan "dipaksa" untuk serius. Dan untungnya belum ada hal yg dirasa benar" salah, karna pasti ada sesuatu yg membuat itu jadi berharga.
      ---------------------------------------
      "I feel your pain!"

      Yay! Tidak ada seorang pun yg sendiri di dunia ini, termasuk dalam hal seperti itu xD
      ---------------------------------------
      "I don't know about other people. But I can feel the m a g i c from your writings."

      Oh, thank u so much :') that means so much to me. Syukurlah kalau "sihir"-nya tersampaikan. Qt nd pernah benar" berani untuk memperlihatkan tulisan" yg qt buat, karena itulah kata" seperti itu berarti begitu banyak buat qt :')

      Makasih!

      Delete