Thursday, 18 August 2011

Hei, cepat datang!

Hei, cepat datang!

Bangunkan aku!

Aku sendiri disini…

Selalu sendiri…

Tak bisakah aku terlihat, nyata, dan diakui ada keberadaannya?

Hei, cepat datang!

Sebentar lagi aku akan menghilang.

Eksistensi yang akan menghilang.

Cepat datang dan cegah aku!

Teriakan namaku maka aku akan tersadar, terbangun dari mimpi buruk ini.

Tarik aku dari dalam kegelapan ini!

Jiwaku akan segera habis ditelannya.

Jiwa yang menyimpan banyak kesedihan akan lebih cepat habis.

Tak ada waktu lagi. Sebentar lagi bom waktu akan meledak.

Saat itu tiba, eksistensiku akan lenyap.

Cepatlah!

Jika kalian ingin aku tetap ada, bangunkan aku!

Kesadaranku semakin berkurang.

Tenagaku perlahan mulai habis.

Aku bukanlah piramida yang bisa bertahan lama.

Aku bukanlah matahari yang belum akan menjadi bintang yang mati.

Aku mempunyai batas.

Dan batasku semakin dekat.

Waktuku akan segera habis.

Eksistensiku sangat terbatas.

Aku semakin tertinggal di belakang.

Langkahku mulai terhenti.

Hei, teriakan namaku!

Bantu aku mempercepat langkahku!

Sedikit demi sedikit aku menjadi serpihan-serpihan yang akan diterbangkan angin.

Aku semakin lelah.

Tak mampu lagi bertahan.

Hei, cepat datang!

Bangunkan aku!

Mimpi buruk ini semakin menarikku ke dasar yang kelam.

Mereka takkan melepasku karena aku semakin lenyap.

Aku menunggu kalian.

Aku serahkan semuanya pada kalian.

Hei, cepat datang!

Bangunkan aku!

No comments:

Post a Comment