Friday, 5 April 2019

Hai, Sirius!

Hai, Sirius!

Akhirnya, kita bisa bertemu!
Di dekat Orion kulihat dirimu bersama keluargamu yang lain di konstelasimu, Canis Major. Orion masihlah terlihat yang paling jelas di langit sana, tapi kali ini aku bisa melihatmu, bersinar terang di atas kepalaku. Canis Major terbentuk dengan indah, dan aku bisa menemukan setiap bintang yang ada di konstelasi itu. Canis Minor juga terlihat, sedikit lebih di atasmu, dekat dengan Gemini.
Aku meninggalkanmu sebentar dan menelusuri langit yang ada di dekat konstelasimu. Ada Hydra di sana! Sayangnya, ular itu sedikit malu-malu untuk memperlihatkan dirinya. Hanya kepalanya yang terlihat, ekornya menghilang di telan kegelapan malam. Ckckc...
Jadi, aku kembali melihat ke arah Canis Minor. Dua bintang yang indah yang dimiliki konstelasi kecil ini. Di atasnya ada Gemini. Tapi, Gemini sepertinya juga sedang tak ingin dilihat. Hanya kembar Pollux dan Castor yang mau bersinar dengan terang.
Sebelumnya, aku sempat menemukan Ursa Major di langit utara. Melihatnya, aku merindukan Cassiopeia yang telah hilang dari pandanganku lebih dari dua tahun. Tidak ada yang lebih menyedihkan dari tidak bisa menemukan konstelasi yang paling kau sukai.
Ah, aku telah melihat Segitiga Musim Dingin rupanya. Sirius, Procyon, dan Betelgeuse. Leher dan kepala ini mulai sakit karena terus-menerus mendongak. Tapi, langit penuh bintang memang tidak pernah mengecewakan. Garis lurus yang dibuat Sabuk Orion selalu tampak indah dan sangat membantu untuk mencari jalan ke titik-titik cerah di langit malam, memberi bentuk dan menunjukkan penduduk yang tinggal di langit sana.
Ah, Sirius, kau terlihat indah dan sungguh menyenangkan bisa melihatmu kali ini. Sejujurnya, sangat jarang bisa menemukanmu. Mata ini selalu saja tertarik pada Sabuk Orion dan hanya bentuknyalah yang menjadi fokus atensi ini. Bisa menemukanmu merupakan kebahagian baru. Apalagi langit di mana kau memperlihatkan diri hampir selalu dipenuhi awan gelap, menutupimu dan semua teman-temanmu yang lain. Tapi, aku juga merindukan langit di musim lain.
Aku rindu Scorpius yang berada tepat di atas rumahku, dengan Antares bersinar terang memancarkan warnah merah yang berkelip. Di dekatnya ada Opiuchus, Aquila, Lupus, Sagitarius, bahkan Capricorn. Di selatan ada Crux dengan bintang-bintangnya. Mereka adalah teman-temanku yang tak pernah berhenti menemaniku. Aku merindukan mereka.
Jadi, kita masih akan bertemu untuk beberapa waktu lagi. Semoga saja langit malam sering cerah tanpa awan gelap. Semoga aku bisa menemukanmu lagi dan menghabiskan malam-malam sebelum musim berganti dengan melihatmu dan bintang-bintang lain, sebelum Scorpius berganti tempat di atas rumahku.
Sampai jumpa, Sirius!

No comments:

Post a Comment