Satu minggu yang penat dengan ujian sudah selesai. Seluruh siswa tinggal menunggu hasilnya. Sambil menunggu hasil, seluruh siswa akan disibukkan oleh kegiatan lainnya. Kelas 3 mulai menyiapkan keperluan mereka untuk memulai kegiatan di tempat yang telah ditetapkan untuk menjalankan tugas mereka. Begitu juga dengan kelas 2. Mereka tinggal menunggu apakah hasil ulangan mereka memungkinkan mereka untuk dapat melaksanakan tugas mereka disana.
Sekolah ini memang ketat. Untuk dapat melaksanakan tugas mereka, para siswa harus mendapatkan nilai di atas standar untuk semua mata pelajaran. Jika tidak tidak, mereka akan langsung di-drop-out oleh pihak sekolah. Itu adalah konsekuensi bersekolah disana.
Dan kelas 1, setelah ujian, untuk pertama kalinya mereka akan dites untuk melihat atau mengetahui dimana mereka akan ditempatkan. Ya, mereka perlu di tes untuk mengetahui kemampuan mereka sehingga mereka dapat dikelompokkan menjalani tugas sesuai kemampuan mereka. Mereka akan dites langsung di departemen pendidikan kota Maple. Dan disinilah mereka, berkumpul di halaman depan sekolah, menunggu bis yang akan mengantarkan mereka ke sana.
“Aku penasaran dengan tes yang akan mereka berikan pada kita.” Ucap Aini.
“Eh-em. Kita akan mengetahuinya sebentar lagi.” Balas Gabu.
Tak lama mereka berkumpul di halaman sekolah, bis yang akan membawa mereka telah datang. Mereka pun langsung masuk dan duduk. Mereka tidak duduk diam, tapi mereka melanjutkan percakapan mereka.
Tidak semua yang bercakap-cakap dengan temannya. Gadis bermata safir berambut orange yang duduk disamping Light, hanya diam sambil melihat keluar jendela bis. Light yang menyadarinya, akhirnya memberanikan diri bertanya. “Hei Melodi, kau kenapa? Dari tadi hanya diam saja. Apa ada sesuatu?” tanyanya.
Melodi menatap Light dan menjawab, “Aku tidak apa-apa.”. Melodi lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
“Lalu kenapa hanya diam saja? Yang lainnya saja ribut membicarakan hari ini.” Ucap Light.
“Begitukah? Aku hanya berpikir bahwa aku tidak harus merasa spesial atau apapun hari ini. Tak usah kau pikirkan lagi Light. Aku hanya sedang tidak dalam mood yang baik hari ini.” Ucap Melodi datar.
Mendengar itu Light hanya menghela napas. “Hah. Baiklah. Tapi kalau ada apa-apa, ceritakanlah padaku. Mungkin aku bisa membantu.” Tawar Light. Melodi mengangguk.
Sebenarnya ada sesuatu yang dipikirkan Light. Tapi karena Melodi sepertinya sedang tidak ingin berbicara, Light agak ragu mengungkapkannya. Saat dia akhirnya memutuskan untuk mengatakannya, bus mereka berhenti. Ternyata mereka sudah sampai di departemen pendidikan.
“Anak-anak, sekarang kalian turunlah dari bus dan segeralah masuk ke dalam gedung. Setelah kalian masuk, kalian akan bertemu dengan staff yang akan mengantar kalian ke ruang tes.” perintah Clara, wali kelas mereka.
Light pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk menanyakan sesuatu pada Melodi. Mereka semua turun dan mengikuti perintah Clara.
Sesampainya mereka di dalam, mereka bertemu dengan dua orang pria. “Mereka itu staff disini?” bisik Catty pada Cella. Cella hanya menanggapinya dengan mengangkat bahunya tanda dia tidak tahu.
“Selamat datang di Departemen Pendidikan Maple. Kami adalah staff yang ditugaskan untuk mengantarkan kalian. Mari ikut kami.” kedua orang itupun langsung berjalan diikuti oleh para siswa.
Mereka berhenti di depan sebuah pintu ruangan yang cukup besar. Mereka hanya bisa mengerutkan dahi. Kedua orang itupun membuka pintu itu. Ruangan itu luas dan terdapat meja dan tempat duduk yang dipisah dengan pembatas yang ditata rapi.
“Selamat datang siswa-siswa SMA Maple.” terdengar suara dari seberang ruangan, mereka langsung mencari sosok orang itu. Orang itu berjalan mendekat pada mereka. Kedua orang staff tadi menutup pintu dan berdiri di belakang orang itu.
“Sebelum saya menjelaskan alas an kalian ada disini, saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku adalah Mark Tyler. Saya adalah pengurus kalian selama kalian menjadi siswa SMA Maple.” jelasnya.
“Pengurus?” tanya Lily.
“Ya, pengurus.” Kata Mark menganggukkan kepala.
“Ehm, apa maksud anda?” tanya Ciel yang juga tidak mengerti.
“Baiklah. Karena kalian akan segera mengikuti tes ini, aku akan menjelaskan semuanya secara singkat pada kalian.” semuanya mendengarkan dengan serius. “Kalian bukanlah siswa biasa. Kalian adalah siswa terpilih yang dipilih dari antara banyaknya siswa yang ingin masuk ke SMA Maple. Kalian sudah tahu kan keistimewaan sekolah kalian yang akan mengirimkan muridnya ke suatu tempat untuk menjalankan sebuah tugas?” mereka semua mengangguk.
“Murid-murid akan dikirim ke suatu tempat dan harus menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Apapun yang menjadi tugas kalian, kalian harus menerima itu.” jelasnya. Mereka terdiam.
Sesaat hening menyelimuti mereka. Tak ada satupun yang membuka mulut. Sampai akhirnya Heart yang kelihatannya tidak tertarik dengan pembicaraan ini sedari tadi menyudahi keheningan itu. “Kenapa kami ‘harus’ menerima dan menyelesaikan tugas yang kami dapat?” tanyanya sinis dan menekankan bicaranya pada kata ‘harus’.
Menanggapi pertanyaan Heart, Mark pun tersenyum. Dia menutup matanya sejenak sebelum menjawab, “Karena melalui tugas ini kalian akan mengetahui kebenaran yang tersembunyi.” Pernyataan Mark sukses membuat para murid memperlihatkan ekspresi yang berbeda-beda namun menunjukkan maksud yang sama bahwa mereka sedang memikirkan maksud kata-kata Mark.
“Kalian tidak perlu memikirkan itu sekarang, karena sudah waktunya untuk memulai tes ini. Silahkan kalian duduk di tempat yang sudah disediakan.” para murid memutuskan untuk tidak bertanya lagi. Mereka langsung duduk di tempat mereka.
“Baiklah. Sebelum tes ini dimulai saya akan menjelaskan tentang tes ini. Tes ini hanya seperti tes biasa. Kalian harus menjawab soal-soal dari seluruh mata pelajaran. Juga ada beberapa soal tentang hal-hal di luar ilmu pengetahuan untuk menguji sampai diman pengetahuan yang kalian miliki. Waktu yang kalian miliki untuk mengerjakan tes ini 3 jam. Jika kalian sudah mengerti, tes ini dimulai sekarang.” Setelah Mark menyelesaikan perkataannya, mereka langsung mengerjakan tes mereka.
Tak ada suara yang terdenganr sementara mereka mengerjakan tes mereka. Mereka memang merasa tidak perlu mempersoalkan hal lain sekarang ini. Nanti, nanti pasti mereka akan mengetahuinya,
~D_D~
Tiga jam kemudian, tes itu selesai. Tak ingin berlama-lama di ruangan itu, mereka langsung keluar dan tidak lagi membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan tes itu.
Di luar, mereka melihat Clara yang sedari tadi menunggu mereka. “Ah, Clara-sensei. Anda menunggu kami dari tadi?” tanya Honoko.
“Begitulah. Bagaimana? Terlewati dengan baik?” Clara balik bertanya. Mereka hanya mengangguk.
Karena Clara sudah menyinggung masalah tes tadi, mereka mulai punya keinginan lagi untuk mengetahui hal tadi lebih jauh. “Ehm, Clara-sensei. Kami mau tanya tentang apa yang nantinya akan menjadi tugas kami…” ucap Oichi pelan.
Clara tidak langsung menjawab. Dia diam dan menutup matanya sejenak. Kemudian mebukanya dan menatap mereka dengan tatapan yang sulit dijelaskan. “Kalian tidak perlu memikirkan itu terlalu jauh. Kalian pasti akan tetap mengetahuinya.” jelas Clara. Dia beranjak dari tempatnya dan berjalan masuk ke dalam gedung. “Kalian tunggu disini. Saya punya sedikit urusan di dalam.” katanya sebelum akhirnya masuk ke dalam gedung.
Diam menyelimuti mereka beberapa saat sebelum akhirnya Oichi memecah keheningan. “Eh, pohon-pohon maple yang ada disini agak aneh, ya..? tapi aku tidak bisa menjelaskan apanya yang aneh.” ucapnya.
Yang lainnya mengedarkan pandangan mereka pada pohon-pohon maple yang ada di sekitar mereka. “Benar juga. Entah kenapa, rasanya pohon disini agak aneh. Tapi…terlihat indah.” ucap Izumi.
Sementara mereka berbincang tentang itu, Heart membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh dari mereka. Perona menyadari itu dan mengejar Heart. “Hei Heart, kau mau kemana?” tanyanya.
“Ke suatu tempat. Aku tidak suka mendengar pembicaraan yang tidak penting seperti itu.” Jawabnya datar.
Perona menyeringai. “Heh. Benar-benar seorang Heart.” Heart tidak menghiraukan perkataan Perona tadi. Dia terus berjalan dalam diam diikuti oleh Perona.
_D~D_
No comments:
Post a Comment