Hidup itu bagaikan bintang yang sangat jauh untuk digenggam. Dia bagaikan cahaya yang kadang bersinar terang, kadang sinarnya redup. Memikirkan itu membuatku merasa takut. Rasa takut itu menyebar ke seluruh tubuhku dan membuatku meneteskan air mata. Kadang aku hanya menganggap hidup dan kematian itu sesuatu yang konyol dan tak perlu dipikarkan. Tapi, kadang aku dibuat sangat takut oleh hal yang paling mendasar di dunia ini…
Di dunia ini, tak ada satupun yang akan terus berada di puncak. Kalaupun ada, dia hanya akan menjadi using dan berdebu.seperti barang yang terus berada di atas lemari yang dibiarkan begitu saja sampai akhirnya sudah tidak diperhatikan lagi dan berdebu. Hidup ini harus terus berjalan, terus berputar. Setiap detiknya pasti ada yang berubah. Tak ada yang bisa mengelak dari semua itu. Terkadang aku berpikir untuk dapat berada di puncak dan diperhatikan. Tapi aku selalu teringat bahwa hidup itu Cuma sekali dan bisa menjadi saat yang pendek, oleh karena itu, pasti akan ada saat dimana putaran hidupku akan mencapai puncaknya, dan semua itu akan dating pada saat yang tepat.
Semua orang mempunyai jalan hidup yang berbeda berdasarkan apa yang mereka lalui. Dengan susah payah kita lalui jalan hidup kita. Menyadari bahwa tidak mudah untuk melalui jalan itu, aku tetap berjuang untuk melewati. Walaupun tidak ada yang memperdulikan, tetap terus berjuang dalam bisu karena aku yakin jika telah sampai di ujung jalan itu dan melihat ke belakang, aku akan melihat sebuah jalan panjang yang indah yang kubuat dengan usahaku. Semua orang pun seperti itu. Jalan yang dibuat, mau besar atau kecil, luas atau sempit, itu semua tergantung dari cara kita membuat dan melaluinya.
No comments:
Post a Comment